Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta – Politisi Gerindra Kutuk Serangan KKB ke Misi Kemanusiaan Gereja

Langit Yahukimo yang biasanya menjadi jalur harapan bagi masyarakat pedalaman, pagi itu berubah menjadi panggung duka. Pesawat kecil milik Associated Missi

Jul 09, 2026 - 01:50
0 0

Langit Yahukimo yang biasanya menjadi jalur harapan bagi masyarakat pedalaman, pagi itu berubah menjadi panggung duka. Pesawat kecil milik Associated Mission Aviation (AMA) yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi pelayanan Gereja di Tanah Papua, hangus dilalap api. Di dalamnya, seorang pilot misionaris berkewarganegaraan Amerika Serikat meregang nyawa—tewas bukan karena kecelakaan, melainkan oleh aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peristiwa itu sontak memicu gelombang kecaman, tidak hanya dari kalangan agamawan, tetapi juga dari panggung politik nasional. Salah satu suara paling lantang datang dari Dr. Haposan P. Batubara, S.H., M.H., Wakil Ketua Umum PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Bidang Hukum dan Advokasi yang juga Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Agama Katolik. Ia menyebut serangan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Kronologi Serangan: Misi Damai yang Berujung Darah

Menurut saksi mata dan aparat setempat, peristiwa mengenaskan itu terjadi saat pesawat AMA baru saja mendarat di Yahukimo, Papua Pegunungan, untuk mengantarkan bantuan logistik dan tenaga medis. Berikut rangkaian kejadiannya:

  1. Pesawat AMA tiba di landasan sederhana pada pagi buta untuk menurunkan obat-obatan, bahan pokok, dan dua guru sukarelawan.
  2. Sekelompok orang bersenjata tiba-tiba muncul dari hutan dan langsung melepaskan tembakan ke arah pesawat tanpa peringatan.
  3. Pilot yang mencoba menyelamatkan diri justru menjadi sasaran; ia tertembak dan tewas di lokasi kejadian, sementara pesawat dibakar hingga nyaris tak bersisa.

“Suara letusan itu memecah sunyi. Kami hanya bisa menyaksikan asap hitam membubung dari kejauhan. Pesawat itu satu-satunya harapan kami,” tutur Yohanes, seorang kepala kampung di Distrik Dekai yang kerap menerima bantuan lewat penerbangan AMA. Sosok Yohanes yang diwawancarai secara terpisah menggambarkan bagaimana warga kini kehilangan akses vital: “Anak-anak kami butuh vaksin, ibu hamil butuh periksa. Kalau pesawat tidak datang lagi, kami harus bagaimana?”

Pilot yang Mengabdi, Bukan Tentara yang Bertempur

Investigasi awal memastikan bahwa pilot yang menjadi korban bukanlah pihak militer, melainkan seorang misionaris yang mengabdikan diri untuk misi kemanusiaan. Ia dikenal dekat dengan warga setempat, sering membawa cokelat untuk anak-anak kampung, dan selalu meluangkan waktu berbincang meski jadwal penerbangan sangat ketat.

“Yang dibunuh bukan musuh. Ia adalah sahabat kami, orang yang rela terbang menembus kabut dan lembah demi mengantar guru dan perawat,” kata Suster Margareta, biarawati yang selama ini ikut dalam penerbangan AMA untuk mengajar di pedalaman. Kutipan dari Suster Margareta ini mewakili luka yang dirasakan langsung oleh masyarakat yang bergantung pada pelayanan Gereja.

Respon Politik: Kecaman Keras dari Jakarta

Mendengar kabar itu, Dr. Haposan P. Batubara yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Agama Katolik tak dapat menyembunyikan amarahnya. Dalam pernyataan resminya, Sabtu (4/7/2026), ia mengutuk keras tindakan KKB.

“Ini adalah tindakan yang sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan. Membunuh seorang pilot yang datang membawa pelayanan bagi masyarakat pedalaman merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada agama, budaya, maupun nilai luhur yang membenarkan pembunuhan terhadap orang yang datang untuk menolong sesama,” tegas Haposan.

Haposan juga mengingatkan bahwa selama puluhan tahun AMA menjadi mitra pelayanan Gereja Katolik di Tanah Papua. Pesawat-pesawat AMA mengangkut tenaga pastoral, guru, tenaga kesehatan, logistik, serta kebutuhan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang. “Yang diserang bukan sekadar pesawat. Yang diserang adalah misi kemanusiaan, pelayanan kasih, dan harapan masyarakat pedalaman yang selama ini bergantung pada penerbangan AMA,” ujarnya.

Politisi Gerindra itu pun mendesak aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini dan menjamin keselamatan para pekerja kemanusiaan di Papua. “Negara tidak boleh kalah. Ini saatnya hukum ditegakkan seadil-adilnya,” pungkas Haposan.

Serangan terhadap pesawat AMA bukan hanya catatan kriminal, tetapi juga pukulan telak bagi kemanusiaan yang mencoba hadir di tengah keterpencilan. Bagi warga Yahukimo, asap yang membubung tinggi kemarin adalah isyarat pahit: harapan mereka ikut terbakar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User