Video Wapres Gibran Bagikan Bantuan Dana Ternyata Hasil Manipulasi Digital
Beritaseputar — Malam itu, Rina (34), seorang ibu rumah tangga di Bekasi, nyaris melompat kegirangan. Sebuah video pendek di Facebook menampilkan Wakil Pre
Awal Mula Video Viral
Pada 4 Mei lalu, sejumlah akun Facebook mulai mengunggah video berdurasi 58 detik yang memperlihatkan Wapres Gibran tengah menyampaikan program “Bantuan Langsung Tunai Digital”. Narasi dalam video menyebutkan bahwa pemerintah membuka pendaftaran melalui tautan eksternal dan setiap penerima akan mendapat dana segar. Tak sedikit warganet yang percaya karena gestur dan intonasi sosok dalam video sangat mirip dengan Gibran asli.
- Video diunggah pertama kali oleh akun “PeduliSesama2024” pada pukul 21.17 WIB. Akun ini tergolong baru, dibuat pada 20 April lalu, dengan hanya 47 teman.
- Dalam waktu 12 jam, video tersebut telah ditonton 870 ribu kali dan dibagikan lebih dari 4.500 kali di berbagai platform.
- Puluhan komentar bernada antusias membanjiri unggahan. “Alhamdulillah, semoga berkah Pak Gibran,” tulis salah satu pengguna. Tautan pendaftaran diklik oleh lebih dari 11 ribu alamat IP unik.
Pelacakan Jejak Digital
Tim Beritaseputar menyerahkan video itu kepada Andi Prasetyo, ahli forensik digital dari Lembaga Studi Siber Indonesia (LSSI). Andi melakukan analisis lapis tiga: metadata, spektrum audio, dan artefak visual berbasis AI.
- Pemeriksaan metadata mengungkap bahwa video dibuat menggunakan perangkat lunak penyunting video profesional pada 2 Mei 2024, bukan hasil rekaman kamera langsung. Tidak ada data EXIF asli dari kamera ponsel atau kamera profesional.
- Analisis audio-spektogram menemukan anomali pada frekuensi 4.000–6.000 Hz, ciri khas suara sintetis yang dihasilkan oleh model text-to-speech. “Ini bukan suara asli Gibran. Kemungkinan besar menggunakan engine voice cloning berbasis deep learning,” ujar Andi.
- Pemindaian artefak visual dengan detektor deepfake buatan MIT mendeteksi adanya ketidaksempurnaan pada area sekitar mulut dan mata. Skor kejanggalan mencapai 0,92 dalam skala 0–1, sangat tinggi untuk video palsu.
- Pelacakan tautan menunjukkan laman pendaftaran terdaftar di domain .xyz yang tidak berafiliasi dengan situs resmi pemerintah. Laman itu telah memanen data pribadi lebih dari 6.000 korban dalam dua hari.
Dampak pada Masyarakat
Dari penelusuran Beritaseputar, sedikitnya 23 orang melaporkan telah mentransfer biaya administrasi dengan total kerugian mencapai Rp41 juta. Sari (45), pedagang sayur di Pasar Minggu, mengaku kehilangan Rp300 ribu. “Saya kira benar-benar program pemerintah. Soalnya videonya seperti pidato resmi,” katanya lirih. Pihak Istana Wapres melalui Biro Pers telah membantah video tersebut. Dalam siaran resmi, disebutkan bahwa tidak ada program bantuan seperti yang diklaim dan masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi melalui kanal resmi. Polri pun telah menerima laporan dan tengah menyelidiki aliran dana ke rekening penipu yang diduga berlokasi di luar negeri. Kisah Rina dan Sari menjadi pengingat bahwa di era kecerdasan buatan, mata dan telinga tak lagi cukup untuk membedakan fakta dari rekayasa. Verifikasi ganda sebelum mengklik tautan adalah perisai paling sederhana yang bisa kita kenakan. [TAGS]: Wapres Gibran, cek fakta, hoaks bantuan dana, deepfake, penipuan digital [SOCIAL_TWEET]: Sebuah video viral menampilkan Wapres Gibran bagikan bantuan dana ternyata palsu. Ahli forensik digital temukan bukti manipulasi AI dan ribuan warga nyaris tertipu. Jangan mudah percaya, selalu verifikasi sebelum klik tautan #CekFakta #Hoaks #Deepfake [SOCIAL_FB]: Siapa sangka di balik video “resmi” Wapres Gibran yang menjanjikan bantuan dana, tersimpan rekayasa digital yang merugikan puluhan warga. Simak hasil investigasi lengkap kami. [SOCIAL_TG]: ⚠️ Hati-hati! Video Wapres Gibran bagi-bagi bantuan dana di FB ternyata deepfake AI. Ribuan data pribadi sudah dipanen, kerugian capai Rp41 juta. Jangan asal klik! 🔍🛡️
Comments (0)