Jakarta — Derap langkah para pejabat negara kerap menyisakan cerita yang bergulir
Kabar ini tentu saja dengan cepat menyeruak, menimbulkan tanya di benak publik: mungkinkah uang negara turut membiayai senyum bahagia keluarga sang menteri
Kabar ini tentu saja dengan cepat menyeruak, menimbulkan tanya di benak publik: mungkinkah uang negara turut membiayai senyum bahagia keluarga sang menteri di negeri Paman Sam?
Batasan yang Jelas di Atas Kertas
Di tengah riuh rendah spekulasi, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tampil memberikan perspektif yang meredakan. Apri, perwakilan rakyat yang dikenal cukup vokal, justru melihat isu ini dari sudut pandang yang lebih privat. Baginya, persoalan ini sangat hitam di atas putih: selama tidak ada sepeser pun uang rakyat yang menguap untuk membiayai keluarga menteri, maka tidak ada gundah yang perlu dipelihara.“Yang paling penting adalah kejelasan status. Saya sudah mengecek dan menegaskan, keterlibatan istri dan anak Pak Menteri dalam perjalanan tersebut sama sekali tidak menyedot dana APBN sedikit pun. Selama tiket, hotel, dan konsumsi mereka dibayar secara pribadi, maka itu adalah wilayah privasi seorang pejabat yang sah-sah saja,”tegas Apri saat ditemui di kompleks parlemen. Pernyataan ini seolah menjadi penawar bagi kegelisahan publik yang belakangan memang sangat sensitif terhadap isu pemborosan. Apri menekankan bahwa ruang personal seorang pemimpin tetap harus dihormati. Sebab, di balik jas rapi dan tanggung jawab kenegaraan yang besar, seorang menteri tetaplah seorang suami dan seorang ayah.
Comments (0)