Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

BALI — Buleleng Waspada Angin Kencang, Suhu Lebih Dingin di Bedugul

Rabu sore itu, I Made Sutama menatap lepas ke permukaan laut Bali utara. Sebagai juru mudi kapal wisata di Pelabuhan Sangsit, Buleleng, ia hafal betul arti

Jul 08, 2026 - 15:00
0 0
BALI — Buleleng Waspada Angin Kencang, Suhu Lebih Dingin di Bedugul

Rabu sore itu, I Made Sutama menatap lepas ke permukaan laut Bali utara. Sebagai juru mudi kapal wisata di Pelabuhan Sangsit, Buleleng, ia hafal betul arti langit yang mulai kelam. “Gelombangnya tinggi sekali, angin dari tenggara. Penumpang terakhir saya tolak sejak jam tiga tadi,” katanya sambil menunjuk perahu yang sudah diikat dobel ke dermaga. Bukan tanpa alasan Made waspada: BMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Kabupaten Buleleng dan Badung pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sementara di ketinggian Bedugul, Kabupaten Tabanan, Rabu malam turun lebih cepat. Di Desa Pancasari, petani kopi Ketut Sudiarta, 54 tahun, menyalakan tungku kayu sambil menyelimuti bibit kopi arabikanya dengan paranet tambahan. “Udara sudah menusuk sejak Minggu. Padahal biasanya dingin sedingin ini baru datang minggu ketiga Juli,” ujarnya. Termometer di kebunnya sempat menyentuh angka 15°C pada subuh hari—lebih rendah 2–3 derajat dari rerata normal untuk awal Juli. Bagi Ketut, cuaca yang bergeser membuat waktu panen kopi makin sulit ditebak.

Kondisi kontras ini bukan hanya cerita dua orang. Peringatan angin kencang yang berlangsung hingga Jumat pagi berdampak pada lebih dari 14.000 nelayan dan pelaku wisata bahari di pesisir utara. Gelombang tinggi mencapai 2,5–3 meter membuat aktivitas snorkeling di Lovina dan Amed terhenti sementara. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (rekaan) mengimbau, “Operator wisata kami minta tunda keberangkatan ke laut lepas sampai Sabtu.”

Dua Bali, Dua Risiko: Mengapa Suhu dan Angin Bergeser

Pola cuaca kali ini memperlihatkan disrupsi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Angin kencang di Bali utara tidak hanya menghentikan pelayaran, tetapi juga merembet ke jalur distribusi pangan. Di Pasar Banyuasri, Singaraja, pasokan ikan tongkol dan layang anjlok 20% karena banyak kapal tak melaut. Hal serupa terjadi di Bedugul: petani sayur seperti kubis dan brokoli mengeluh produksi tertunda akibat embun beku dini hari yang merusak daun muda.

“Pergeseran monsun Australia lebih aktif tahun ini. Pusaran tekanan rendah di Samudra Hindia memperkuat angin tenggara di jalur Bali—Nusa Tenggara, sementara tutupan awan di dataran tinggi menipis di malam hari sehingga pelepasan panas radiatif lebih kuat,” jelas Dr. Ayu Suryantini, peneliti meteorologi tropis dari Universitas Udayana (rekaan). Menurutnya, warga pantai utara menghadapi angin kencang berkepanjangan karena efek funneling Selat Bali yang menyempitkan aliran udara. Sementara dataran tinggi seperti Bedugul, Kintamani, dan Candi Kuning berpotensi mengalami malam terdingin sepanjang Juli ini.

Tiga Hari Angin, Dampak Satu Musim Kopi

Bagi Ketut dan belasan petani lain di lereng Buyan, suhu dingin datang terlalu dini bisa menggagalkan fase pembungaan kopi arabika yang sensitif. “Kalau bunga rontok karena dingin, panen enam bulan lagi bisa hilang separuhnya,” katanya lirih. Sementara di pesisir, Made hanya bisa tersenyum saat istrinya mulai beralih menjual bubur kacang hijau ketimbang membuka warung ikan bakar. “Untungnya kami sudah biasa dengan musim angin. Yang tak biasa adalah lamanya—biasanya tiga hari, kali ini bisa lima hari lebih.” Cerita mereka mengingatkan bahwa prakiraan cuaca bukan sekadar suhu dan angka, melainkan jangkar dari penghidupan banyak orang.

Lokasi Suhu Minimum 9 Juli 2026 Rerata Normal Kecepatan Angin Maksimum Dampak Utama
Bedugul 15°C 17–18°C 15–20 km/jam Risiko embun beku, bunga kopi rontok
Buleleng (pesisir) 24°C 24–25°C 45 km/jam Gelombang tinggi, pelayaran dihentikan
Badung (Selatan) 26°C 25–27°C 35 km/jam Peringatan wisata air, potensi pohon tumbang
Denpasar 27°C 26–28°C 30 km/jam Terbatas pada penerbangan ringan

BMKG mengingatkan, peringatan angin kencang tetap berlaku hingga Jumat, 10 Juli 2026, pukul 08.00 WITA. Masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan pohon tumbang dan papan reklame di jalur Denpasar—Singaraja. Bagi yang berencana ke kawasan Bedugul dan Kintamani, pakaian hangat tebal dan sarung tangan bukan sekadar pelengkap—ia adalah tameng menghadapi dingin yang datang lebih bisu namun mencekam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User