Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Isu Liar Trump Ingin Copot Netanyahu

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah merintis komunikasi dengan sejumlah tokoh oposisi Israel. Langkah ini memicu spekulasi liar mengenai potensi perubahan di pucu

Jul 08, 2026 - 05:43
0 0
Isu Liar Trump Ingin Copot Netanyahu

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah merintis komunikasi dengan sejumlah tokoh oposisi Israel. Langkah ini memicu spekulasi liar mengenai potensi perubahan di pucuk pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, di tengah kian meregangnya hubungan antara Washington dan Tel Aviv.

Informasi yang dihimpun oleh media kami dari berbagai sumber pada Selasa (23/6) mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump meyakini adanya kemungkinan rezim Netanyahu akan segera berakhir. Keyakinan ini mendorong Gedung Putih untuk membuka jalur kontak informal dengan para pemimpin sayap oposisi di parlemen Israel, Knesset.

Kontak Strategis dengan Mantan PM

Berdasarkan laporan yang disiarkan oleh Channel 12, sebuah stasiun televisi lokal Israel, dua figur sentral oposisi dilaporkan telah berkomunikasi secara intensif dengan Washington. Mereka adalah Naftali Bennett, mantan Perdana Menteri Israel yang kini memimpin Partai Together, dan Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) yang sekarang mengetuai Partai Yashar.

Kedua politisi tersebut dikenal sebagai sosok yang memiliki pandangan kritis terhadap kelanjutan aliansi sayap kanan radikal dalam koalisi Netanyahu. Sumber-sumber diplomatik yang dekat dengan diskusi ini menggambarkan komunikasi tersebut sebagai upaya pemerintah AS untuk memetakan peta politik alternatif di Israel, sebelum potensi krisis pemerintahan benar-benar pecah.

Ketegangan Washington-Tel Aviv Meruncing

Perselisihan antara kedua negara sekutu ini bukanlah hal baru, namun belakangan telah meningkat ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketidaksepahaman strategis mengenai penanganan eskalasi di kawasan Timur Tengah serta dinamika internal koalisi pemerintahan Israel yang rapuh menjadi pemicu utama keretakan hubungan bilateral.

Dengan stabilitas politik Israel yang kian goyah akibat tekanan dari dalam negeri, spekulasi tentang intervensi atau preferensi politik dari Gedung Putih diprediksi akan terus bergulir. Meskipun demikian, beberapa analis politik menilai langkah AS menjalin kontak dengan oposisi merupakan taktik diplomatik standar untuk mengamankan kepentingan jangka panjang, bukan upaya kudeta politik secara terang-terangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Netanyahu maupun Gedung Putih mengenai substansi dan tujuan pasti dari kontak informal tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User