Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Iran Tegas Tolak Akses IAEA ke Fasilitas Nuklir Rusak Akibat Serangan AS-Israel

Pemerintah Iran secara resmi menyatakan bahwa para inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak akan diizinkan memasuki dan memeriksa situs-situs nuklir utama yang menjadi sasaran bomb

Jul 08, 2026 - 00:00
0 0
Iran Tegas Tolak Akses IAEA ke Fasilitas Nuklir Rusak Akibat Serangan AS-Israel

Pemerintah Iran secara resmi menyatakan bahwa para inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak akan diizinkan memasuki dan memeriksa situs-situs nuklir utama yang menjadi sasaran bombardir Amerika Serikat (AS) dan Israel pada tahun lalu. Sikap tegas ini sekaligus membantah klaim yang sebelumnya dilontarkan oleh para pejabat tinggi Washington.

Dilansir dari AFP pada Selasa (23/6/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dengan gamblang menyangkal adanya pertemuan atau rencana kerja sama pengawasan dengan badan nuklir PBB tersebut.

"Kami belum mengadakan pertemuan dengan direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional, dan kami juga tidak memiliki rencana agar badan tersebut memeriksa fasilitas nuklir Iran yang rusak akibat agresi militer AS dan Zionis," tegas Baghaei.

Pernyataan ini menjadi respons langsung atas narasi yang beredar di panggung politik Amerika, di mana Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance secara terpisah mengklaim bahwa Teheran akan kembali membuka pintu bagi para pemeriksa internasional. Otoritas Iran menilai klaim tersebut tidak berdasar dan merupakan bagian dari propaganda politik luar negeri Barat.

Ketegangan Pasca-Serangan Militer

Fasilitas yang menjadi pusat perdebatan ini mengalami kerusakan signifikan akibat operasi militer gabungan yang menargetkan infrastruktur pengayaan uranium Iran. Sejak insiden tersebut, hubungan diplomatik antara Teheran dengan negara-negara Barat, khususnya Washington dan Tel Aviv, berada pada titik nadir. Penolakan akses ini menandai babak baru ketidakpercayaan Iran terhadap mekanisme pengawasan global.

Baghaei menekankan bahwa sebutan "rezim Zionis" yang ia gunakan untuk Israel mencerminkan posisi resmi Iran yang tidak mengakui kedaulatan negara tersebut. Sikap non-kooperatif ini diperkirakan akan memicu reaksi keras dari Dewan Keamanan PBB dan semakin memperumit upaya negara-negara Eropa untuk menghidupkan kembali dialog nuklir yang telah lama terhenti.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, para analis pertahanan menilai langkah ini sebagai sinyal bahwa Iran sedang memperkuat postur defensif dan tertutup terhadap intervensi asing, terutama terkait teknologi yang dianggap sebagai "garis merah" kedaulatan nasional mereka. Hingga berita ini diturunkan, pihak IAEA belum memberikan komentar resmi terkait penolakan tersebut

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User