IHSG Melonjak Usai Pengumuman Corona, Boy Thohir Beri Optimisme

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (4/3/2020) dengan lonjakan signifikan ke level 5.650. Penguatan yang mengejutkan ini

Jul 11, 2026 - 05:44
0 0
IHSG Melonjak Usai Pengumuman Corona, Boy Thohir Beri Optimisme

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (4/3/2020) dengan lonjakan signifikan ke level 5.650. Penguatan yang mengejutkan ini terjadi hanya dua hari setelah pemerintah resmi mengumumkan kasus pertama virus corona (COVID-19) di Indonesia. Reli IHSG seakan menjadi antitesis dari kepanikan pasar yang sempat mewarnai awal pekan.

Kronologi: Dari Keterpurukan ke Reli Tak Terduga

Ketika Menteri Kesehatan mengonfirmasi dua warga Depok positif terinfeksi virus corona pada Senin pagi (2/3/2020), IHSG langsung terpukul. Indeks sempat terperosok lebih dari 4% dalam sekejap karena aksi jual masif yang dipicu ketakutan investor terhadap penyebaran wabah. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah keajaiban dua hari. Selasa (3/3) indeks mulai memangkas kerugian, dan Rabu penutupan pasar menunjukkan IHSG melesat 6,8% dari titik terendahnya, menembus kembali level psikologis 5.600.

Menurut data perdagangan, volume transaksi juga terpantau tinggi dengan nilai mencapai Rp9,2 triliun. Sektor pertambangan dan perbankan memimpin penguatan, di mana saham-saham big cap seperti BBCA, ASII, dan ADRO menjadi motor utama. Tidak ada sentimen domestik baru selain pengumuman kasus corona, sehingga para analis pasar menyebut fenomena ini sebagai relief rally setelah ketidakpastian yang sempat menghantui.

Analisis: Mengapa Pasar Justru Bergairah?

Sejumlah pengamat pasar modal menilai, penguatan ini merupakan respons logis atas valuasi saham yang sudah terlalu terdiskon. Sebelum pengumuman resmi, isu masuknya corona ke Indonesia sudah beredar luas dan menekan IHSG lebih dari 8% sepanjang Februari. Begitu fakta terungkap, pasar justru meyakini bahwa kekhawatiran terburuk telah berlalu dan fokus beralih ke langkah penanganan pemerintah.

Selain itu, pernyataan Presiden Joko Widodo yang langsung membentuk gugus tugas dan menganggarkan dana penanganan dinilai memberi kepastian. Di level global, bursa-bursa utama Asia juga mulai rebound karena kebijakan stimulus bank sentral, sehingga investor asing kembali masuk ke Indonesia. Data BEI menunjukkan net buy asing pada Rabu mencapai Rp1,2 triliun, tertinggi dalam sebulan terakhir.

Pandangan Boy Thohir: Fundamental Kuat, Saatnya Membeli

Di tengah euforia penguatan IHSG, sorotan tertuju pada Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi "Boy" Thohir. Bos salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia itu tampak tenang meski di awal pekan saham ADRO ikut terkoreksi. Dalam wawancara singkat dengan awak media usai penutupan bursa, Boy Thohir menyampaikan keyakinannya bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh.

"Pasar sudah terlalu oversold. Ketika kabar kasus corona pertama muncul, investor justru melihatnya sebagai titik terang karena kita tidak lagi bergerak dalam ketidakpastian. Ini saatnya akumulasi, bukan panik," ujar Boy Thohir.

Boy juga menyoroti bahwa kinerja emiten masih solid dan tidak terpengaruh langsung oleh virus. Adaro, misalnya, tetap membukukan volume produksi yang sehat dan permintaan batu bara dari negara-negara Asia Utara yang justru mulai pulih. Ia menambahkan, pemerintah sejauh ini menunjukkan respons cepat dan terukur yang akan menjaga kepercayaan investor.

Pernyataan figur sekaliber Boy Thohir diyakini turut mendongkrak sentimen pasar. Sebab, ia adalah representasi pengusaha nasional yang paham denyut nadi ekonomi riil. Optimisme yang disampaikannya memberi sinyal bahwa pelaku usaha tidak gentar menghadapi dampak corona.

Proyeksi Pasar: Awal Tren Positif atau Dead Cat Bounce?

Kendati IHSG mencetak penguatan dua hari beruntun, sejumlah analis tetap mengingatkan kemungkinan koreksi teknikal. Pola penguatan pasca-pengumuman wabah serupa pernah terjadi di bursa Tiongkok dan Korea Selatan, yang kemudian kembali fluktuatif seiring perkembangan data penyebaran virus. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tidak gegabah namun tetap mencermati saham-saham dengan fundamental kuat, terutama di sektor konsumsi, telekomunikasi, dan tambang yang cenderung defensif.

Komisioner OJK juga mengimbau agar pelaku pasar tetap waspada dan tidak melakukan aksi spekulatif berlebihan. OJK bersama BEI telah menyiapkan kebijakan trading halt dan penyesuaian batas auto-rejection bawah jika terjadi volatilitas ekstrem. Sementara itu, pelaku pasar menanti data inflasi serta laporan peningkatan kasus corona yang akan menjadi penggerak IHSG di pekan mendatang.

Dengan berakhirnya sesi perdagangan yang penuh kejutan ini, publik kini menanti: apakah reli IHSG akan berlanjut menuju 5.800, atau justru kembali tertekan oleh realita penyebaran COVID-19 yang belum mencapai puncaknya?

[SOCIAL_TWEET]: IHSG mencetak reli mengejutkan dua hari setelah pengumuman kasus corona pertama Indonesia! Bos Adaro Boy Thohir bilang ini saatnya akumulasi, bukan panik. Pasar optimis, fundamental kuat. Yuk baca selengkapnya #IHSG #PasarModal #CoronaIndonesia #BoyThohir #Investasi[SOCIAL_TG]: 📈 IHSG Terbang! Setelah Senin ambyar karena corona, Rabu indeks ditutup di 5.650. Boy Thohir dari Adaro komentar: "Ini saatnya beli, fundamental kuat." Baca detailnya! 🔥

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User