Hutan Kota Rorotan Jadi Oase Hijau di Utara Jakarta
Sebuah ruang terbuka hijau kini hadir di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota sisi utara. Hutan Kota Rorotan resmi menjadi salah satu destinasi baru bagi warga yang mendambakan suasana asri tanpa harus keluar
Sebuah ruang terbuka hijau kini hadir di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota sisi utara. Hutan Kota Rorotan resmi menjadi salah satu destinasi baru bagi warga yang mendambakan suasana asri tanpa harus keluar jauh dari wilayah Jakarta. Terletak di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, area ini mulai menarik perhatian masyarakat yang rindu keteduhan pepohonan dan udara segar.
Berdasarkan pantauan Beritaseputar.com di lokasi, hutan kota ini menawarkan bentang hijau yang cukup luas dengan aneka vegetasi lokal. Beberapa jenis tanaman keras seperti trembesi, mahoni, dan ketapang kencana ditanam untuk menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di sekitarnya. Tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon dan daerah resapan air, ruang ini juga menjadi laboratorium alam bagi pelajar dan peneliti yang ingin mempelajari keanekaragaman hayati perkotaan.
“Tempat ini seperti paru-paru di tengah padatnya permukiman. Saya biasa datang pagi untuk jogging atau sekadar duduk menikmati udara sebelum berangkat kerja,” ujar salah seorang pengunjung setia yang rutin menghabiskan akhir pekan di sana.
Dari sisi ekologis, keberadaan Hutan Kota Rorotan membantu menjaga keseimbangan lingkungan di zona industri dan pemukiman padat. Pepohonan yang tumbuh dewasa secara bertahap akan mengurangi polusi debu dan suara, sekaligus menjadi habitat bagi burung-burung lokal. Jalur setapak yang dibangun juga memudahkan warga untuk berjalan kaki atau bersepeda tanpa terganggu lalu lintas kendaraan bermotor.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa pembukaan hutan kota ini bukan sekadar proyek penghijauan insidental, melainkan bagian dari strategi besar mengejar target 30 persen ruang terbuka hijau pada tahun 2045. Saat ini, persentase RTH DKI masih di bawah angka ideal. Dengan penambahan lahan-lahan baru seperti Hutan Kota Rorotan, ditambah revitalisasi taman-taman eksisting, target tersebut diharapkan bisa tercapai tepat waktu. Konsep pengembangan juga diarahkan pada penciptaan taman tematik yang mengintegrasikan fungsi rekreasi, konservasi, dan edukasi lingkungan secara bersamaan.
Selain menggarap hutan kota, Pemprov DKI disebut tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta dan komunitas untuk mengonversi area-area tidur menjadi ruang hijau produktif. Program seperti penanaman mangrove di pesisir, pembangunan taman atap (rooftop garden), hingga penghijauan jalur inspeksi sungai menjadi prioritas pendukung. Semua upaya ini diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperbaiki kualitas udara dan menurunkan suhu permukaan Jakarta yang cenderung memanas akibat masifnya pembangunan gedung dan aspal.
Laporan dari media kami mengonfirmasi bahwa Dinas Pertamanan dan Hutan Kota juga menyiapkan sarana penunjang seperti bangku taman, tempat sampah terpilah, dan papan interpretasi flora agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian. Ke depan, Hutan Kota Rorotan berpotensi menjadi model pengelolaan RTH partisipatif dengan melibatkan warga dalam kegiatan pemeliharaan dan pengawasan. Dengan hadirnya fasilitas ini, warga Jakarta utara kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap alam, memperkuat gaya hidup sehat, sekaligus turut berkontribusi mewujudkan Jakarta yang lebih layak huni pada 2045.
Comments (0)