Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Hati-hati Kemarau Ekstrem, Dinkes Jabar Ingatkan Bahaya Penyakit Ini

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih panjang pada tahun ini. Kondis

Jul 06, 2026 - 13:49
0 1
Hati-hati Kemarau Ekstrem, Dinkes Jabar Ingatkan Bahaya Penyakit Ini

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih panjang pada tahun ini. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga malnutrisi.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, musim kemarau ekstrem berdampak pada menurunnya ketersediaan air bersih yang berpengaruh langsung terhadap kebersihan lingkungan. Situasi ini memicu perkembangbiakan bakteri dan virus penyebab penyakit, terutama diare yang kerap menyerang saat sanitasi terganggu.

Ancaman Penyakit di Musim Kemarau

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa kurangnya pasokan air bersih membuat masyarakat mungkin terpaksa mengonsumsi air yang tidak terjamin kualitasnya. Hal ini membuka peluang besar bagi kuman penyebab diare, tifus, dan hepatitis A untuk menular. Selain itu, kondisi cuaca panas dan berdebu juga meningkatkan frekuensi ISPA, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Dewi menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh dan asupan gizi seimbang. Dehidrasi dan malnutrisi bisa muncul secara perlahan akibat asupan cairan dan nutrisi yang tidak terjaga selama kemarau panjang. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari paparan langsung sinar matahari pada jam puncak.

Langkah Pencegahan dan Pertolongan

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Dinkes Jabar meminta fasilitas kesehatan di seluruh wilayah meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyediakan oralit dan cairan infus. Masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis jika muncul gejala berbahaya.

"Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat Celcius, kulit terasa panas dan kemerahan, pusing, atau muntah, segera cari pertolongan medis terdekat," ujar Vini Adiani Dewi dalam keterangan tertulis yang diterima Beritaseputar.com, Kamis (25/6/2026).

Kondisi suhu tubuh yang sangat tinggi tersebut bisa menjadi tanda serius gangguan panas seperti heat stroke yang memerlukan penanganan cepat. Dewi menambahkan, sambil menunggu bantuan, penderita dapat dikompres dengan air dingin dan dipindahkan ke tempat teduh.

Dengan langkah antisipasi yang tepat, dampak kemarau ekstrem terhadap kesehatan diharapkan bisa ditekan. Dinkes Jabar akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat melalui kanal resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User