Hari Pustakawan Nasional 2026: Asal-usul hingga Tema
Setiap tanggal 7 Juli, Indonesia memperingati Hari Pustakawan Nasional. Peringatan yang digagas oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ini
Setiap tanggal 7 Juli, Indonesia memperingati Hari Pustakawan Nasional. Peringatan yang digagas oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) ini hadir sebagai wujud apresiasi atas peran vital pustakawan dalam membangun literasi masyarakat. Pada tahun 2026, peringatan ini kembali menjadi sorotan dengan tema yang mengangkat transformasi digital dan penguatan kapasitas pustakawan di era kecerdasan buatan.
Sejarah Singkat Hari Pustakawan Nasional
Hari Pustakawan Nasional pertama kali ditetapkan pada tahun 2016 melalui Kongres IPI. Tanggal 7 Juli dipilih untuk mengenang perjuangan para pustakawan Indonesia dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan. Sejak itu, setiap tahunnya Perpusnas dan IPI menyelenggarakan rangkaian kegiatan seperti seminar, pelatihan, pameran literasi, hingga pemberian penghargaan bagi pustakawan berprestasi.
Menurut laporan dari Beritaseputar.com, tujuan utama peringatan ini adalah memperkuat budaya baca, memperluas akses informasi, serta mendorong transformasi digital perpustakaan di seluruh pelosok Nusantara. Pustakawan tidak lagi sekadar penjaga buku; mereka kini menjadi fasilitator literasi, pengelola konten digital, dan mitra pembelajaran sepanjang hayat.
Tema Hari Pustakawan Nasional 2026
Tahun 2026, Hari Pustakawan Nasional mengusung tema “Pustakawan Adaptif: Merajut Literasi Digital, Mewujudkan Indonesia Emas”. Tema ini mencerminkan harapan agar pustakawan Indonesia mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan berperan aktif dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Kepala Perpusnas menyampaikan bahwa pustakawan masa kini harus memiliki kompetensi digital yang mumpuni. “Transformasi perpustakaan tidak hanya tentang mengubah koleksi cetak menjadi digital, tetapi juga tentang membangun masyarakat berbasis pengetahuan yang kritis dan inklusif,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Beritaseputar.com.
“Pustakawan adalah garda terdepan dalam perang melawan hoaks dan rendahnya literasi di era banjir informasi. Mereka bukan hanya pengelola koleksi, tetapi pendidik karakter bangsa,” tegas Ketua Umum IPI dalam pernyataannya.
Rangkaian Kegiatan dan Harapan
Perayaan Hari Pustakawan Nasional 2026 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Festival Literasi Digital, Lomba Karya Tulis Pustakawan, Webinar Nasional tentang Kecerdasan Buatan di Perpustakaan, serta penganugerahan Pustakawan Inspiratif 2026. Acara puncak direncanakan berlangsung di Perpusnas, Jakarta, dengan dihadiri para pemangku kepentingan di bidang literasi dan pendidikan.
Media kami mencatat, antusiasme masyarakat terhadap profesi pustakawan semakin meningkat. Data Perpusnas menunjukkan bahwa jumlah pustakawan yang tersertifikasi naik 20% dalam tiga tahun terakhir, seiring dengan bertambahnya perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat yang membutuhkan tenaga profesional. Hal ini menandakan bahwa pustakawan semakin diakui sebagai profesi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dengan semangat Hari Pustakawan Nasional 2026, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pengembangan perpustakaan dan menghargai jasa para pustakawan. Sebab, perpustakaan yang kuat adalah fondasi peradaban yang maju.
Comments (0)