Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Barat Daya Lumajang, Kedalaman 5 Kilometer
Lumajang - Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah barat daya Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu malam (20/6/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, getaran terjadi
Lumajang - Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah barat daya Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu malam (20/6/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, getaran terjadi tepat pukul 23.18 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan berpusat di laut pada kedalaman yang tergolong dangkal, yaitu hanya 5 kilometer di bawah permukaan.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK) menunjukkan bahwa episenter gempa terletak pada titik koordinat 10,07 derajat Lintang Selatan dan 113,01 derajat Bujur Timur. Posisi ini menempatkan pusat gempa sekitar 216 kilometer di barat daya Kota Lumajang. Dengan kedalaman yang sangat dangkal, gempa jenis ini umumnya lebih mudah dirasakan di area sekitar episenter, meskipun magnitudonya relatif kecil.
"Gempa magnitudo 3,6, 216 km barat daya LUMAJANG-JATIM," tulis BMGK melalui akun X resminya, mengonfirmasi peristiwa tersebut secara singkat.
Media kami mencatat bahwa parameter gempa seperti magnitudo 3,6 dan kedalaman 5 kilometer mengindikasikan aktivitas tektonik lokal yang dipicu oleh pergerakan lempeng di selatan Jawa. Wilayah Lumajang sendiri secara geografis berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, sehingga rawan terhadap aktivitas seismik akibat zona subduksi aktif. Namun, dengan skala magnitudo tersebut, gempa ini belum cukup kuat untuk memicu kerusakan struktural yang signifikan atau menimbulkan gelombang tsunami.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan. Getaran dengan kedalaman dangkal seperti ini biasanya hanya dirasakan sebagai sentakan singkat oleh warga di pesisir selatan Lumajang dan sekitarnya, terutama bagi mereka yang berada dalam radius puluhan kilometer dari episenter. Intensitas guncangan diperkirakan berada pada level II-III Modified Mercalli Intensity (MMI), di mana getaran terasa ringan dan hanya dirasakan oleh sebagian orang dalam kondisi istirahat.
BMGK melalui kanal informasi digitalnya juga tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami pasca kejadian ini, sesuai dengan karakteristik gempa berkekuatan di bawah magnitudo 7 yang umumnya tidak berpotensi membangkitkan gelombang laut berbahaya. Meski demikian, para ahli selalu mengimbau masyarakat di kawasan rawan gempa untuk tetap waspada dan membekali diri dengan pengetahuan mitigasi bencana, mengingat wilayah selatan Jawa menyimpan catatan sejarah gempa besar di masa lalu.
Pusat gempa yang terletak di laut lepas pantai barat daya Lumajang juga menyulitkan pemantauan dampak langsung di daratan. Beberapa lembaga pemantau seismik mandiri turut mengonfirmasi bahwa energi yang dilepaskan oleh gempa ini relatif kecil, sehingga kecil kemungkinan menimbulkan kerusakan. Informasi detail lebih lanjut dari stasiun-stasiun pemantau di sekitar tapak gempa masih terus dihimpun oleh tim Beritaseputar.com untuk pembaruan selanjutnya.
Warga diimbau untuk tidak panik dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi seperti BMGK atau kanal berita terpercaya seperti media kami. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat — saat dikonfirmasi melalui pesan singkat — menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan rutin ke kampung-kampung pesisir, namun hingga tengah malam belum ada laporan warga yang merasakan getaran berarti. “Kami akan terus pantau situasi dan sampaikan perkembangan jika ada informasi baru,” ujarnya singkat.
Comments (0)