Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi-Renovasi Sekolah di Aceh

Pemulihan layanan pendidikan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh terus dipercepat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah daerah dan TNI Angkatan Dar

Jul 07, 2026 - 23:49
0 0
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi-Renovasi Sekolah di Aceh

Pemulihan layanan pendidikan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh terus dipercepat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah daerah dan TNI Angkatan Darat (AD) bersinergi merampungkan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang rusak akibat cuaca ekstrem. Langkah ini diambil agar para peserta didik tetap dapat mengakses pendidikan yang aman dan layak meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu menyebabkan puluhan gedung sekolah rusak ringan hingga berat. Akibatnya, ribuan siswa terpaksa belajar di tenda darurat atau menumpang di bangunan lain yang masih bisa digunakan. Kondisi ini mendorong pemerintah pusat bergerak cepat melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi terpadu, melibatkan banyak pihak agar target pemulihan bisa tercapai lebih efisien.

Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

Salah satu kunci percepatan proyek ini adalah keterlibatan TNI AD yang mengerahkan personel dan alat berat untuk membantu proses konstruksi. Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat pengerjaan fisik, tetapi juga memastikan standar keamanan bangunan terpenuhi, mengingat Aceh merupakan daerah rawan bencana. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meninjau langsung progres rehabilitasi di beberapa lokasi dan menegaskan bahwa pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak dapat kembali digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, dikutip Beritaseputar.com, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan laporan Beritaseputar.com yang dihimpun dari lapangan, sinergi ini mencakup pembangunan ruang kelas baru, perbaikan atap dan struktur bangunan yang rusak, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti sanitasi dan ruang penunjang. Kemendikdasmen memastikan bahwa seluruh proses konstruksi mengikuti standar bangunan tahan gempa dan cuaca ekstrem, agar kejadian serupa tidak kembali melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di masa depan.

"Target kami memang realistis, karena proses pembangunan membutuhkan waktu, tetapi kami optimistis dengan dukungan TNI dan pemerintah daerah, sebagian besar sekolah bisa selesai tepat waktu," ungkap seorang pejabat Kemendikdasmen dalam kesempatan yang sama. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang berkelanjutan, terutama di daerah-daerah yang kerap dilanda bencana alam.

Pantauan Beritaseputar.com, sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie yang terdampak longsor dan banjir kini sudah memasuki tahap finishing. Orang tua murid dan para guru menyambut positif percepatan ini. Mereka berharap tahun ajaran baru nanti anak-anak bisa kembali belajar di gedung yang representatif, tidak lagi di tenda darurat yang rawan bocor saat hujan.

Langkah Kemendikdasmen ini juga mencakup penyiapan perabot dan alat belajar mengajar baru, sehingga begitu bangunan selesai, kegiatan belajar bisa langsung dimulai tanpa kendala. Dengan model kolaborasi yang melibatkan unsur keamanan dan pemerintah daerah, percepatan rehabilitasi sekolah di Aceh diharapkan menjadi contoh bagi penanganan pascabencana di wilayah lain di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User