Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Felicia dari Tangerang Berhasil Hadirkan Nuansa Baru Lagu ‘Pilihlah Aku’

Lampu panggung meredup, menyisakan satu titik sorot hangat yang jatuh tepat di atas sesosok perempuan muda dengan gaun sederhana berwarna krem. Senyum tipi

Jul 08, 2026 - 16:43
0 1
Felicia dari Tangerang Berhasil Hadirkan Nuansa Baru Lagu ‘Pilihlah Aku’

Lampu panggung meredup, menyisakan satu titik sorot hangat yang jatuh tepat di atas sesosok perempuan muda dengan gaun sederhana berwarna krem. Senyum tipis mengembang di wajahnya, seolah menyimpan ribuan cerita yang siap ditumpahkan dalam beberapa menit ke depan. Di ruang studio SCTV yang senyap, Felicia—gadis asal Tangerang yang sebelumnya lebih dikenal lewat konten musik di media sosial—menarik napas panjang sebelum petikan gitar pertama memecah hening. Lagu yang ia pilih malam itu bukan sembarang lagu: ”Pilihlah Aku”, karya legendaris yang pernah dibawakan Krisdayanti hampir dua dekade lalu, dan kini ia berikan nyawa baru.

Mengenang Kembali Magis Krisdayanti

Bagi generasi yang tumbuh di era akhir 1990-an dan awal 2000-an, ”Pilihlah Aku” bukan sekadar lagu cinta. Lagu yang ditulis dengan lirik lugas dan melodi mendayu itu menjadi semacam anthem bagi hati yang ragu, yang berharap dipilih di antara banyak kemungkinan. KD, begitu Krisdayanti akrab disapa, menyanyikannya dengan penghayatan yang hingga kini masih diingat. Felicia sendiri tak menampik bahwa ia besar dengan lagu itu. ”Ibu saya selalu memutar kaset KD di rumah,” kenangnya suatu sore di Tangerang, ditemani segelas teh manis hangat. ”Saya ingat, waktu kecil saya ikut bernyanyi sambil pegang gagang sapu. Tak pernah terbayang suatu hari bisa menyanyikannya di panggung seperti ini.”

Langam Modern yang Mencuri Perhatian

Apa yang membuat penampilan Felicia malam itu istimewa bukan sekadar keberaniannya membawakan lagu ikonik milik diva besar. Aransemen yang diracik khusus oleh produser muda, Rendra Aditya, memberikan sentuhan R&B dan lo-fi yang sama sekali baru—dentingan piano elektrik, ketukan drum yang lebih pelan, dan sisipan synth lembut membuat ”Pilihlah Aku” terasa seperti baru direkam kemarin. Felicia tidak mencoba meniru teknik vokal KD yang melambung tinggi; ia justru memilih jalur head voice yang renyah, mendekatkan lagu itu pada warna suara khasnya yang lembut dan intim.

”Saya tidak mau membandingkan diri dengan KD. Itu hal mustahil,” ujar Felicia sesaat setelah tampil, matanya masih berkaca-kaca. ”Saya hanya ingin menyampaikan lagu ini seperti curhat—ringan, tapi menusuk ke hati. Semoga anak muda sekarang bisa merasakan getaran yang sama seperti yang dulu saya rasakan saat mendengarnya pertama kali.”

Reaksi Positif yang Membanjiri

Penonton di studio—dan tak lama kemudian warganet—tampak sepakat: penampilan Felicia adalah reinterpretasi yang berani sekaligus menghormati originalitas. Tagar #PilihlahAkuVersiFelicia sempat bertengger di jajaran trending Twitter Indonesia selama hampir lima jam malam itu. Banyak yang mengaku menangis karena terbawa suasana baru yang lebih melankolis. Seorang penonton bernama Dewi, 32 tahun, menulis di akun Instagram-nya, ”Saya penggemar KD garis keras, tapi malam ini saya terharu. Felicia membuat saya mengingat masa muda dengan cara yang berbeda—lebih tenang, lebih teduh.”

Tak hanya penonton biasa yang memberikan pujian. Beberapa pengamat musik menilai bahwa keputusan Felicia untuk tidak sekadar meniru menjadi kunci keberhasilan penampilannya. ”Ini contoh bagaimana lagu lawas bisa tetap relevan tanpa kehilangan rohnya,” komentar Denny Siregar, pengamat musik yang cukup vokal di media. ”Felicia paham bahwa generasi sekarang mendengarkan musik dengan cara yang berbeda. Aransemen ini seperti memberi jembatan antara nostalgia dan kekinian.”

Dukungan Hangat dari Sang Legenda

Meski tidak hadir secara langsung di studio, KD—yang belakangan ini lebih banyak menjalani aktivitas di luar panggung musik—memberikan komentarnya melalui pesan singkat yang dibacakan oleh pembawa acara. Pesan itu singkat namun bermakna: ”Selamat, suaramu indah. Terima kasih sudah menyayangi lagu ini.” Mendengar itu, Felicia tak kuasa menahan air mata.

”Sebagai pengagum, dukungan sekecil apa pun dari beliau seperti validasi bahwa yang saya lakukan tidak salah arah,” tuturnya lirih. ”Semoga suatu hari, jika diizinkan Tuhan, saya bisa bertemu dan bernyanyi bersama beliau. Itu impian yang belum berani saya ucapkan sebelumnya.”

Penampilan Felicia di SCTV menjadi pengingat bahwa lagu, seperti halnya kenangan, bisa terus hidup jika diberikan ruang untuk bertransformasi. Gadis dari Tangerang itu mungkin bukan KD, dan ia tidak berusaha menjadi KD. Tapi melalui suaranya, lagu ”Pilihlah Aku” menemukan rumah baru di hati generasi yang berbeda, yang mungkin baru pertama kali mendengarnya malam itu, dan merasa bahwa kata-kata dalam lagu itu ternyata juga bicara tentang hidup mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User