Dokter Ungkap Cara Cepat Redakan Gatal Akibat Bulu Ulat

Jakarta, Beritaseputar.com – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan imbauan resmi menyusul lonjakan laporan kasus gatal-gatal akibat kontak dengan bulu u

Jul 13, 2026 - 05:00
0 0
Dokter Ungkap Cara Cepat Redakan Gatal Akibat Bulu Ulat

Jakarta, Beritaseputar.com – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan imbauan resmi menyusul lonjakan laporan kasus gatal-gatal akibat kontak dengan bulu ulat yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota selama dua pekan terakhir. Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Anisa Pratama, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari 17 puskesmas dengan total lebih dari 340 kasus dermatitis kontak iritan yang dipicu bulu serangga tersebut sejak awal Maret 2025.

Kronologi Lonjakan Kasus Gatal Bulu Ulat

Berdasarkan data dari Pusat Krisis Kesehatan, berikut urutan kejadian yang menyebabkan meningkatnya keluhan warga:

  1. Hujan deras dan kelembapan tinggi selama akhir Februari menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangbiakan ulat bulu di pepohonan pelindung dan taman kota.
  2. Peningkatan jumlah ulat turun ke permukiman — warga di Kecamatan Pasar Minggu, Cilandak, dan Jagakarsa mulai mengeluhkan gatal pada 3–5 Maret 2025 setelah menjemur pakaian di dekat pohon yang ternyata menjadi sarang ulat.
  3. Puskesmas mulai mencatat lonjakan kasus pada 8 Maret — laporan harian yang biasanya 2–3 kasus langsung melonjak menjadi 15–20 kasus per hari. Dari total 340 kasus, hampir 60% berasal dari tiga kecamatan tersebut.
  4. Respons cepat Dinas Kesehatan pada 12 Maret: menerbitkan surat edaran ke seluruh puskesmas dan melakukan penyuluhan darurat di posyandu serta sekolah.
  5. Tim pengendalian vektor Dinas Pertamanan dikerahkan untuk melakukan pemangkasan ranting dan penyemprotan insektisida nabati di area publik pada 14–16 Maret.

Mengapa Bulu Ulat Bisa Bikin Kulit Gatal Hebat?

Dr. Indah Meilani, spesialis dermatologi dari RSUD Tarakan, menjelaskan bahwa bulu ulat tertentu — terutama dari famili Lymantriidae dan Arctiidae — mengandung protein venomik dan histamin yang langsung memicu reaksi pada kulit manusia.

“Bulu-bulu ini berfungsi sebagai sistem pertahanan. Ketika menembus kulit, mereka melepaskan mediator inflamasi seperti histamin dan serotonin. Itulah kenapa rasa gatal bisa muncul dalam hitungan menit dan bertahan berjam-jam,”
terangnya. Reaksi bisa berupa bercak merah, bintil-bintil (urtikaria papular), hingga lepuhan kecil pada individu yang lebih sensitif.

Langkah Pertolongan Pertama yang Direkomendasikan

Berdasarkan panduan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI), berikut urutan tindakan yang harus dilakukan segera setelah kontak dengan bulu ulat:

  1. Jangan digaruk. Menggaruk hanya akan memperdalam penetrasi bulu dan memperparah iritasi.
  2. Lepaskan bulu yang menempel dengan selotip atau lakban. Tempelkan sisi perekat ke area yang terkena, lalu angkat perlahan. Ulangi beberapa kali hingga sebagian besar bulu terangkat.
  3. Bilas dengan air mengalir dan sabun — air dingin lebih dianjurkan untuk mengecilkan pori-pori dan mengurangi penyerapan lebih lanjut.
  4. Kompres dingin dengan es batu yang dibungkus kain bersih selama 10–15 menit, diulang setiap dua jam untuk meredakan sensasi gatal dan bengkak.
  5. Oleskan losion kalamin atau krim hidrokortison 1% yang dijual bebas untuk mengurangi inflamasi. Hindari alkohol atau minyak gosok karena dapat memperburuk iritasi.
  6. Konsumsi antihistamin oral (seperti cetirizine atau loratadine) jika gatal menyebar atau mengganggu tidur. Selalu konsultasikan dosis dengan apoteker atau dokter.

Kapan Harus Segera ke Puskesmas atau Dokter?

Dr. Indah menekankan bahwa meskipun mayoritas kasus bisa ditangani secara mandiri, ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera: sesak napas, pembengkakan di bibir atau kelopak mata, gatal yang tidak reda dalam 24 jam, hingga munculnya demam tinggi. “Reaksi anafilaksis jarang terjadi, tetapi bisa muncul pada individu dengan riwayat alergi berat,” ujarnya.

Imbauan Pencegahan dari Dinas Kesehatan

Dinkes DKI mengimbau warga, terutama yang tinggal di area dengan banyak pohon besar, untuk melakukan langkah pencegahan berikut:

  • Selalu memeriksa dan mengibaskan pakaian yang dijemur di luar ruangan sebelum dipakai.
  • Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang saat berkebun atau beraktivitas di bawah pohon yang diketahui menjadi sarang ulat.
  • Menyemprotkan larutan air garam ringan (1 sendok teh garam dalam 1 liter air) pada area yang dicurigai sebagai penangkal alami, karena ulat tidak menyukai lingkungan berkadar garam tinggi.
  • Segera melapor ke RT/RW atau aplikasi Jakarta Kini jika menemukan sarang ulat dalam jumlah besar agar segera ditangani oleh petugas.

Dengan kewaspadaan dan penanganan yang tepat, risiko dermatitis akibat bulu ulat dapat diminimalkan. Masyarakat diharapkan tidak panik, namun tetap responsif terhadap gejala awal.

[SOCIAL_TWEET]: Gatal akibat bulu ulat melonjak di Jakarta, ini langkah pertolongan pertama yang wajib diketahui. Jangan garuk, gunakan selotip, kompres dingin, dan segera ke puskesmas jika sesak napas! #SehatYuk #WaspadaUlatBulu[SOCIAL_TG]: 🐛🚨 Lagi musim ulat bulu, nih! Kalau kulit tiba-tiba gatal abis kontak sama ulat, jangan panik. Pakai selotip dulu buat angkat bulunya, baru bilas air dingin. Yang penting JANGAN DIGARUK! Selengkapnya di artikel. #InfoSehat

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User