Diduga Depresi, Pria di Pandeglang Bakar Rumah Sendiri hingga Hangus Rata
Pandeglang – Aksi nekat seorang pria di Kabupaten Pandeglang menghebohkan warga sekitar. SP (35), warga Kampung Cisaat, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, tega membakar rumahnya sendiri hingga ludes
Pandeglang – Aksi nekat seorang pria di Kabupaten Pandeglang menghebohkan warga sekitar. SP (35), warga Kampung Cisaat, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, tega membakar rumahnya sendiri hingga ludes tak bersisa. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, 25 Juni 2026, dan langsung menjadi perhatian aparat kepolisian setempat.
Berdasarkan laporan yang diterima Beritaseputar.com, aksi pembakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh kondisi kejiwaan pelaku yang sedang tertekan. Kapolsek Sumur AKP Erwin Heryadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu dan menyebut bahwa pelaku melakukan perbuatannya dalam keadaan depresi.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan warga, kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 14.30 WIB. Kepulan asap hitam membubung tinggi dari bangunan semipermanen milik SP. Warga sempat berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya, namun api dengan cepat melahap seluruh bagian rumah karena material bangunan yang mudah terbakar.
Yang mengejutkan, saat warga mendekati lokasi, mereka justru mendapati SP berada tidak jauh dari rumahnya dan tidak menunjukkan upaya menyelamatkan barang-barang berharga. Beberapa saksi mata mengaku melihat pria tersebut hanya diam mematung menyaksikan api menghanguskan tempat tinggalnya. Hingga akhirnya, api berhasil dipadamkan setelah membakar hampir seluruh bangunan, menyisakan puing-puing dan kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kejadian tersebut menyisakan trauma bagi tetangga sekitar.
Keterangan Polisi
"Rumah dibakar sama pemiliknya dikarenakan depresi," ujar Kapolsek Sumur AKP Erwin Heryadi saat diwawancarai pada hari yang sama.
AKP Erwin menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengamankan SP setelah menerima laporan dari masyarakat. Dari hasil interogasi awal, SP menunjukkan gelagat tidak stabil dan kerap berbicara sendiri. Polisi menduga kuat bahwa pelaku mengalami gangguan kesehatan mental serius yang belum tertangani. Saat ini SP masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Sumur. Penyidik juga akan berkoordinasi dengan tenaga psikolog atau psikiater untuk mendalami kondisi kejiwaan pelaku dan memastikan apakah yang bersangkutan memerlukan pendampingan medis khusus.
Kepolisian juga masih mendalami apakah ada faktor lain di luar depresi yang memicu tindakan drastis tersebut. Namun sejauh ini, tidak ditemukan indikasi motif ekonomi atau konflik antarwarga. Rumah yang terbakar itu diketahui merupakan milik pribadi SP, bukan rumah kontrakan atau milik orang lain, sehingga tidak ada pihak ketiga yang dirugikan secara hukum selain kerugian pribadi pelaku.
Peristiwa ini kembali mencuatkan perhatian publik terhadap isu kesehatan mental di masyarakat, khususnya di daerah-daerah pelosok yang akses terhadap layanan psikologis masih terbatas. Warga setempat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk menyediakan layanan konseling atau posko kesehatan jiwa di wilayah Kecamatan Sumur agar kasus serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Garis polisi telah dipasang di sekitar bangunan yang hangus rata. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini.
Comments (0)