Dari Kreator Konten ke Pemilik Bisnis Fashion: Kisah Muhammad Sadam

Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter, di antara tumpukan kain dan sketsa, Muhammad Sadam menatap layar ponselnya. Notifikasi terus bermunculan dari akun Instagram-nya. Malam itu, ia baru saja mengungg...

Jul 14, 2026 - 19:37
0 0

Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter, di antara tumpukan kain dan sketsa, Muhammad Sadam menatap layar ponselnya. Notifikasi terus bermunculan dari akun Instagram-nya. Malam itu, ia baru saja mengunggah video pendek—tentang sebuah gaun bermotif langit yang ia desain sendiri—dan responsnya di luar dugaan. Ratusan komentar memuji, puluhan pesan langsung menanyakan harga. Sadam menarik napas panjang, menahan air mata yang nyaris tumpah. Ini bukan sekadar jualan, gumamnya lirih. Ini tentang membuat perempuan merasa jadi bagian dari dongeng.

Perjalanan itu bukan datang tiba-tiba. Tiga tahun sebelumnya, Sadam hanyalah mahasiswa jurusan komunikasi yang gemar bermain kamera dan punya ketertarikan pada dunia mode. Ia sering mengabadikan teman-teman perempuannya, membantu memilih padu padan pakaian, lalu mengunggahnya ke media sosial. Hanya iseng. Hingga suatu hari, salah satu kontennya viral: sebuah video singkat transformasi busana sederhana menjadi elegan. Itulah titik balik yang membuatnya berpikir lebih serius. 'Kenapa tidak bikin brand sendiri?' tanyanya pada diri sendiri.

Berjuang di Tengah Keraguan

Mimpi itu tak langsung disambut tepuk tangan. Banyak yang meragukan—teman, bahkan keluarga sendiri—menganggap bisnis fashion terlalu berisiko untuk anak muda tanpa modal besar. Sadam hanya mengangguk, lalu kembali ke kamar kosnya, merapal doa, dan mulai belajar. Dari tutorial YouTube tentang tekstil, hingga riset pasar di mal-mal, ia melahap semua. Modal pertama hanya cukup untuk memproduksi lima potong pakaian. Ia potret sendiri dengan cahaya lampu belajar, lalu unggah ke akun pribadi. Responsnya lagi-lagi mengejutkan: habis dalam dua hari. Dari sana, After Celestial Princess lahir—sebuah nama yang ia pilih karena terinspirasi oleh langit malam dan kekuatan perempuan. Bagi Sadam, setiap wanita adalah putri yang pantas mendapatkan busana impiannya, tanpa harus menguras kantong.

After Celestial Princess: Ruang Nyaman yang Menghidupkan Tren

Kini, After Celestial Princess bukan cuma label di media sosial. Brand ini hadir dengan konsep toko fisik yang sengaja didesain seperti ruang pribadi para pemimpi. Dinding berwarna pastel lembut, lampu gantung berbentuk bintang, dan alunan musik instrumental membuat setiap pengunjung merasa tengah melangkah ke dunia yang hangat. 'Kami ingin pelanggan tidak sekadar membeli, tapi merasakan pengalaman yang menenangkan,' ujar Sadam. Koleksi yang ditawarkan selalu mengikuti tren terkini—dari busana modest bergaya layering, gaun pesta dengan aksen satin, hingga keseharian kasual dengan potongan unik—namun tetap mempertahankan sentuhan personal: detail bordir bintang pada kerah, atau rona ungu senja yang menjadi ciri khas.

Salah satu pelanggan setianya, Aulia, bercerita bagaimana sebuah gaun dari After Celestial Princess menemani momen wisudanya. 'Saya merasa cantik dan percaya diri. Bukan hanya karena bajunya, tapi karena ada kisah di baliknya—kisah anak muda yang berani mewujudkan mimpi. Itu menular,' katanya. Kutipan itu kemudian diunggah Sadam di laman resmi, menjadi semacam bahan bakar baginya untuk terus berkarya.

Kreator Konten sebagai Detak Jantung Bisnis

Yang membuat perjalanan Sadam istimewa adalah kemampuannya memadukan dua peran: pemilik bisnis dan kreator konten. Bukan sekadar promosi, Sadam rutin menghadirkan konten-konten yang menyentuh—video di balik layar proses desain, cerita kegagalan produksi, hingga momen haru saat seorang ibu membelikan gaun untuk putrinya yang baru lulus sekolah. Ia percaya, di era digital, kejujuran dan kedekatan emosional adalah mata uang yang paling berharga. 'Orang tidak hanya membeli produk, mereka membeli cerita dan nilai yang kita bawa,' tegasnya. Pendekatan inilah yang membuat akun @aftercelestialprincess tidak hanya diikuti oleh pembeli, tapi juga komunitas yang saling mendukung.

Tak jarang, Sadam mengajak pelanggannya untuk ikut andil—misalnya, meminta masukan lewat polling untuk menentukan warna koleksi selanjutnya. Hasilnya, rasa memiliki itu tumbuh. Pelanggan bukan sekadar konsumen, melainkan bagian dari keluarga besar After Celestial Princess. Di sinilah letak kekuatan yang sering diabaikan: bisnis yang mendengar.

'Saya tidak ingin hanya menjual baju. Saya ingin setiap perempuan yang memakai After Celestial Princess merasa bahwa mimpinya diakui, bahwa ia layak menjadi ratu dalam kisahnya sendiri,' ujar Sadam, matanya berbinar.

Kini, dengan puluhan ribu pengikut dan produksi yang terus meningkat, Sadam masih sering kembali ke kenangan di kamar kos sempit itu—sebagai pengingat bahwa semua hal besar bermula dari keberanian kecil. Bagi anak muda yang sedang merangkak, ia berpesan: jangan tunggu sempurna. Mulailah dengan apa yang ada, ceritakan prosesmu, dan biarkan dunia melihatmu tumbuh.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User