Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung Lintas Genre di De Tjolomadoe

Denting gitar dan dentuman drum masih terngiang di ingatan Raka, seorang pemuda asal Solo yang tahun lalu tak bisa menyembunyikan air matanya saat menyaksikan salah satu band favoritnya tampil di peng...

Jul 14, 2026 - 19:31
0 0

Denting gitar dan dentuman drum masih terngiang di ingatan Raka, seorang pemuda asal Solo yang tahun lalu tak bisa menyembunyikan air matanya saat menyaksikan salah satu band favoritnya tampil di penghujung malam. “Rasanya seperti mimpi yang akhirnya jadi nyata,” kenangnya, sembari tersenyum kecil. Momen mengharukan seperti inilah yang selalu menjadi nadi dari setiap gelaran Projek-D—sebuah perayaan musik yang tak sekadar menyajikan hiburan, melainkan merajut kenangan dan ikatan emosional antar penikmatnya.

Tahun ini, Projek-D Vol.5 kembali untuk mengisahkan babak baru perjalanan musik Tanah Air. Bertempat di De Tjolomadoe, Karanganyar, pada 5 September 2026, festival yang telah menjadi buah bibir para pencinta musik ini hadir dengan konsep yang lebih luas dan berani. Bukan hanya satu atau dua panggung, melainkan empat panggung berbeda akan berdiri gagah di area bekas pabrik gula yang kini menjelma sebagai ruang kreatif megah itu. Setiap sudutnya akan menjadi saksi bagaimana suara dan semangat dari berbagai genre bersatu dalam satu atap langit malam.

Menjalin Harmoni di Tengah Empat Sudut Cerita

Di balik layar persiapan yang berlangsung hampir setahun penuh, tercermin perjuangan tanpa henti dari tim penyelenggara. Mereka tak hanya ingin menghadirkan konser, melainkan pengalaman yang menyentuh jiwa. Konsep empat panggung sengaja dirancang agar penonton dapat menjelajahi lanskap musikal yang beragam, dari dentuman rock yang membahana, petikan folk yang syahdu, hingga hentakan electronic dance music yang memacu adrenalin. “Kami ingin setiap orang menemukan rumahnya masing-masing di Projek-D,” ujar salah satu penggagas acara dengan mata berbinar. “Bahkan bagi mereka yang datang sendiri, di sini mereka akan menemukan ribuan teman baru yang siap bernyanyi bersama.”

Di tengah gempita persiapan, ada kisah sederhana yang menghangatkan hati: para relawan dari komunitas lokal dengan sabar mengecat ulang instalasi panggung hingga larut malam, sambil berbagi cerita tentang mimpi mereka yang mungkin saja bersemi di festival ini. Seorang di antaranya, Dita, pelukis lepas berusia 23 tahun, mengaku bangkit dari rasa minder justru karena musik. “Dulu saya hanya berani menggambar di kamar, tapi setelah menonton Projek-D tahun lalu, saya sadar saya juga bisa berkarya di ruang publik. Sekarang, saya di sini bukan hanya sebagai penonton, tapi bagian dari keluarga besar ini,” ucapnya lirih.

Wajah-wajah Penuh Inspirasi di Atas Panggung

Meski daftar lengkap penampil masih menjadi rahasia yang ditunggu-tunggu, berbagai nama telah bocor melalui bisik-bisik di kalangan penggemar. Festival ini memang sejak awal dikenal sebagai panggung milik musisi lintas genre, mulai dari nama besar yang telah menempa karier lebih dari satu dekade, hingga para pendatang baru yang sedang merangkak mengejar mimpi. Sebut saja legenda rock yang pernah menggetarkan Senayan, grup hip-hop dengan lirik tajam yang menyulut semangat, atau penyanyi folk indie yang setiap lagunya bagai pelukan hangat di kala hujan. Semuanya akan berbaur dalam satu panggung kebersamaan.

“Projek-D itu seperti rumah, kami datang ke sini tidak untuk berkompetisi, melainkan untuk memberi warna,” ungkap seorang musisi yang namanya tak bisa disebut sebelum pengumuman resmi. “Kami sudah siap memberi kejutan. Satu kolaborasi spesial mungkin akan lahir di panggung ini,” tambahnya dengan senyum penuh arti.

Harga Tiket dan Secercah Harapan

Bagi mereka yang ingin menjadi bagian dari babak bersejarah ini, tiket presale telah bisa diperoleh melalui kanal resmi festival dengan rentang harga yang masih ramah di kantong: sekitar Rp150.000 untuk kategori umum dan Rp300.000 untuk akses festival penuh, dengan berbagai fasilitas tambahan. Angka ini jelas bukan sekadar angka; di baliknya ada perhitungan panjang agar para pemimpi dengan dana terbatas tetap bisa menyaksikan langsung inspirasi yang selama ini hanya mereka tonton dari layar ponsel.

Perjuangan untuk menghadirkan harga yang bersahabat tidak lepas dari dukungan banyak sponsor lokal yang percaya bahwa investasi pada musik adalah investasi pada kebahagiaan. “Kami paham tidak semua anak muda punya uang lebih, tapi hak untuk bahagia dan terinspirasi tidak boleh mahal,” ujar salah satu sponsor dengan nada rendah hati.

Kini, hitungan mundur terus berjalan. Dari gang-gang kecil di sekitar Karanganyar hingga kota-kota besar, ribuan hati sudah tak sabar menghitung hari. Bukan sekadar menanti alunan nada, melainkan momen di mana air mata pertemuan pertama mungkin kembali jatuh, di mana tangan-tangan terangkat ke atas menyerap energi, dan di mana mimpi-mimpi baru akan bersemi di bawah langit De Tjolomadoe. Projek-D Vol.5 bukan sekadar festival; ia adalah perjalanan menyentuh yang menyatukan ribuan cerita dalam satu irama.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User