Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematangkan langkah strategis untuk menghadirkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Rencana ini bukan s

Jul 08, 2026 - 00:36
0 0
CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematangkan langkah strategis untuk menghadirkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Rencana ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk tahap persiapan produksi yang ditargetkan bergulir mulai Juli. Informasi ini mengemuka dalam acara CNBC Energy Forum 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026), di mana Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan fakta mencolok soal ketergantungan Indonesia pada LPG impor.

Kesenjangan Konsumsi dan Produksi yang Mencengangkan

Bahlil menyoroti angka nasional yang timpang. Total konsumsi LPG di Indonesia mencapai 8,5 juta ton per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi dalam negeri mentok di kisaran 1,8 hingga 1,9 juta ton per tahun. Artinya, sekitar 75 hingga 80 persen kebutuhan LPG nasional masih ditopang oleh impor. Situasi ini dinilai tidak sehat bagi ketahanan energi, apalagi jika melihat potensi gas alam nasional yang sebenarnya melimpah.

"Selebihnya kita impor. 75% sampai 80% impor. Kenapa LPG kita cuma 20% dari total kapasitas konsumsi kita? Karena memang bahan bakunya itu C3 C4. Gas kita melimpah, tapi gas kita itu C1 C2," ujar Bahlil.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa akar persoalan terletak pada komposisi gas domestik. Sumber daya gas Indonesia didominasi metana (C1) dan etana (C2), yang merupakan komponen utama gas alam. Sementara LPG tersusun dari propana (C3) dan butana (C4). Selama ini, gas alam yang kaya C1 dan C2 diekspor atau dimanfaatkan untuk industri, pembangkit listrik, dan jaringan gas kota, tetapi belum dimaksimalkan untuk memotong laju impor LPG bersubsidi yang volumenya sangat besar.

CNG Tabung 3 Kg: Solusi Lokal untuk Beban Impor

Atas dasar itulah Kementerian ESDM mendesain CNG dalam kemasan tabung 3 kilogram, persis menyerupai format LPG yang akrab di kalangan rumah tangga dan usaha mikro. Langkah ini diharapkan dapat memangkas ketergantungan impor sekaligus memanfaatkan gas domestik yang selama ini lebih banyak mengalir ke luar negeri atau ke sektor non‐rumah tangga. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, uji coba dan penyiapan infrastruktur penyaluran CNG kemasan tersebut tengah dikebut agar bisa mulai beroperasi pada Juli mendatang.

Kehadiran CNG juga dinilai lebih ramah lingkungan karena gas alam (C1/C2) memiliki rantai karbon lebih pendek ketimbang LPG, sehingga emisi CO₂ per satuan energi bisa lebih rendah. Selain itu, jika program ini berhasil menggantikan sebagian besar LPG 3 kg impor, beban subsidi yang ditanggung negara—yang selama ini terus membengkak akibat disparitas harga internasional—dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah berharap, dalam jangka menengah, CNG tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga menjadi tulang punggung baru energi rumah tangga berbasis gas domestik yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User