Di balik dinding abu-abu pabrik PT Dharma Polimetal di kawasan Delta Silicon, Cikarang, ada cerita tentang tangan-tangan yang tak pernah lelah memastikan setiap baut, setiap bracket, setiap komponen terpasang sempurna. Suara mesin press dan las berpadu dengan dengung konveyor. Tapi bagi Suryadi (44), seorang quality inspector yang sudah 15 tahun bekerja di sana, itu bukan sekadar bunyi mesin. "Ini suara harapan. Setiap dentuman artinya kami masih berproduksi, masih punya pekerjaan," katanya sambil menyeka keringat, pagi itu.
Suryadi adalah satu dari ribuan pekerja di pabrik milik Triputra Group ini. Pandemi sempat membuat jam kerja mereka berkurang, pesanan merosot, dan bayang-bayang PHK menghantui. Namun kini, manajemen justru menggulirkan target ambisius: penjualan sepanjang 2021 ditargetkan mencapai Rp3,08 triliun, naik 38,81 persen dari tahun sebelumnya. Angka itu bukan sekadar proyeksi di atas kertas. Bagi Suryadi dan kawan-kawannya di lini produksi, angka itu berarti kepastian shift tetap penuh, lembur kembali dibuka, dan dapur rumah tangga bisa terus mengepul.
Dharma Group, melalui PT Dharma Polimetal, memang bukan pemain baru. Mereka telah menjadi pemasok komponen bagi sejumlah pabrikan otomotif besar, baik roda dua maupun roda empat. Namun yang menarik adalah penajaman strategi mereka ke segmen kendaraan roda empat (4W). "Kami melihat potensi besar di segmen 4W seiring pemulihan ekonomi dan insentif PPnBM," ujar Direktur Utama Dharma Polimetal, Irawan Santoso, dalam wawancara eksklusif pekan lalu,
"Pasar otomotif nasional punya daya lenting tinggi. Yang penting, rantai pasok lokal harus siap mengimbangi."
Dibalik Target Ambisius: Strategi dan Human Capital
Target Rp3,08 triliun bukan hanya soal angka bagi perusahaan manufaktur komponen otomotif ini. Ada strategi meningkatkan penetrasi pasar 4W yang menjadi fondasi. Selama ini, Dharma Group dikenal kuat di segmen sepeda motor. Namun peralihan fokus ke segmen roda empat membutuhkan investasi baru, baik dari sisi mesin, teknologi, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
| Aspek | Kondisi 2020 | Proyeksi 2021 |
| Penjualan (Rp Triliun) | 2,22 | 3,08 |
| Kontribusi 4W | ~40% | 60%+ |
| Utilisasi Pabrik | 65% | 85% |
| Serapan Tenaga Kerja | Stabil | Tambahan 200+ |
Bagi pekerja seperti Suryadi, pergeseran fokus ini membawa tantangan sekaligus kesempatan. Ia dan timnya harus mengikuti pelatihan ulang untuk standar kualitas yang lebih ketat—standar khas pabrikan mobil yang lebih rigid dibandingkan motor. "Awalnya agak grogi. Tapi setelah pelatihan, kami malah bangga. Artinya perusahaan percaya kami bisa naik kelas," ujarnya disambut senyum rekan-rekannya.
Dampak Domestik dan Rantai Pasok Nasional
Kisah PT Dharma Polimetal adalah cerminan dari optimisme yang perlahan kembali ke sektor manufaktur Tanah Air. Dalam gelombang investasi yang cenderung wait-and-see selama pandemi, keberanian meningkatkan target penjualan hingga hampir 40 persen menjadi sinyal positif. Bukan hanya bagi para pemegang saham, tetapi juga bagi industri pendukung dan masyarakat sekitar pabrik.
Warung-warung makan di sepanjang jalan industri Delta Silicon kembali ramai saat jam makan siang. "Dulu sepi pas awal pandemi. Sekarang mulai rame lagi, karyawan pabrik pada ngantri lagi. Alhamdulillah," ujar Sumarni, pemilik warung pecel lele yang sudah 10 tahun menggantungkan rezeki dari lalu lalang pekerja pabrik komponen.
"Peningkatan penetrasi 4W ini harus dibaca sebagai bagian dari tren substitusi impor. Selama ini banyak komponen roda empat yang masih diimpor. Kalau pemain lokal seperti Dharma mampu menembus pasar ini, efek gandanya ke industri kecil-menengah akan sangat terasa," ujar pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Yudi Setiawan, saat dihubungi terpisah.
Suryadi mengaku tak terlalu paham soal istilah substitusi impor. Yang ia tahu, setoran ke istrinya kembali normal, anak pertamanya bisa lanjut kuliah semester depan, dan pabrik kembali ramai seperti sediakala. Di tengah dentuman mesin-mesin press yang terus bekerja, dari Cikarang, secercah harapan itu terus menyala—digerakkan oleh tangan-tangan yang percaya bahwa roda ekonomi akan berputar lagi, seiring dengan roda-roda mobil yang komponennya mereka produksi dengan bangga.
Comments (0)