Dony Ahmad Munir: Profil dan Kinerja Bupati Sumedang

<h2>Dony Ahmad Munir: Profil dan Kinerja Bupati Sumedang</h2> <p>Dony Ahmad Munir adalah Bupati Sumedang yang menjabat untuk periode 2018–2023. Dilantik pada 20 September 2018, ia merupakan kader Part

Jul 11, 2026 - 07:54
0 0
Dony Ahmad Munir: Profil dan Kinerja Bupati Sumedang

Dony Ahmad Munir: Profil dan Kinerja Bupati Sumedang

Dony Ahmad Munir adalah Bupati Sumedang yang menjabat untuk periode 2018–2023. Dilantik pada 20 September 2018, ia merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berhasil memenangkan Pilkada Sumedang 2018 bersama wakilnya, Erwan Setiawan, dengan perolehan 32,7% suara. Namanya dikenal luas karena mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah, menjadikan Sumedang sebagai salah satu kabupaten dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi di Jawa Barat.

Profil Singkat

Dony Ahmad Munir lahir di Sumedang pada 18 November 1978. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Padjadjaran dan kemudian meraih gelar magister dari universitas yang sama. Sebelum memasuki dunia politik praktis, Dony aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, termasuk menjadi pengurus di tingkat wilayah PPP Jawa Barat.

Sosoknya dikenal sebagai politisi muda yang naik melalui jalur kaderisasi partai. Dony memulai karier politiknya dari tingkat lokal dan perlahan membangun basis massa yang solid di Sumedang. Pada usia 39 tahun, ia berhasil memenangkan kontestasi pilkada, mengalahkan petahana dan beberapa kandidat lainnya.

Karier dan Riwayat Jabatan

Dony Ahmad Munir memulai kiprah politiknya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang periode 2009–2014. Pada periode tersebut, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP dan aktif di berbagai komisi yang membidangi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Ia dikenal vokal dalam mendorong transparansi anggaran daerah.

Karier politiknya berlanjut di tingkat provinsi. Pada 2014, Dony terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014–2018. Selama bertugas di Bandung, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III yang membidangi keuangan dan aset daerah. Pengalaman di tingkat provinsi inilah yang menjadi bekalnya saat memutuskan kembali ke Sumedang untuk bertarung dalam pemilihan bupati.

Kinerja dan Program Unggulan

Selama masa kepemimpinannya, Dony mencanangkan program Sumedang Smart Regency yang menjadi terobosan di bidang tata kelola pemerintahan berbasis teknologi. Pada tahun 2021, Kabupaten Sumedang berhasil meraih nilai indeks SPBE sebesar 3,56 dari skala 5, tertinggi di Jawa Barat dan masuk peringkat 10 besar nasional. Pencapaian ini didorong oleh integrasi 217 aplikasi pemerintahan ke dalam satu platform terpadu.

Di bidang pelayanan publik, ia meluncurkan program Sapu Kembang (Sistem Aplikasi Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil Terintegrasi) yang memangkas waktu pengurusan dokumen administrasi dari rata-rata 7 hari kerja menjadi hanya 1-2 jam pada 2022. Program ini mencatatkan peningkatan kepuasan masyarakat dari 72% pada 2018 menjadi 89% pada 2022, berdasarkan survei internal Pemkab Sumedang.

Sektor ekonomi juga menjadi prioritas dengan program Kampung Digital yang menjangkau 26 desa pada 2022. Program ini mendorong UMKM lokal untuk memanfaatkan platform e-commerce dan pembayaran digital, yang berkontribusi pada kenaikan PAD Sumedang sebesar 18% pada tahun fiskal 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.

Tantangan dan Harapan

Meskipun transformasi digital berjalan signifikan, sejumlah persoalan struktural masih menjadi pekerjaan rumah. Akses internet di wilayah perdesaan Sumedang masih timpang — pada 2022, terdapat 42 desa yang masuk kategori blank spot atau minim sinyal, terutama di Kecamatan Cisarua dan Jatigede. Infrastruktur jalan kabupaten dengan kondisi rusak berat juga masih mencapai 23% dari total panjang jalan.

Masyarakat berharap program digitalisasi tidak hanya berhenti pada sistem administrasi pemerintahan, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan secara lebih nyata. Dengan masa jabatan yang berakhir pada 2023, warisan birokrasi digital yang dibangun Dony diharapkan dapat berkelanjutan di bawah kepemimpinan berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User