Bima Arya Bekali Praja IPDN Papua 3 Fondasi Utama Kepemimpinan
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan pembekalan penting kepada para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Papua. Dalam arahannya, ia menekank
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan pembekalan penting kepada para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Papua. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa setiap calon pemimpin daerah maupun birokrat masa depan wajib menguasai tiga fondasi utama kepemimpinan. Tiga pilar yang dimaksud meliputi ideologi, strategi, dan taktik.
Menurut laporan yang diterima media kami, penanaman tiga fondasi ini dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter pemimpin. Tujuannya adalah agar para pemimpin mampu mengambil keputusan yang berlandaskan pada nilai-nilai kebenaran dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Wamendagri mengingatkan bahwa sebuah keputusan strategis tidak boleh semata-mata didasari oleh pertimbangan popularitas, pencitraan sesaat, atau kepentingan pragmatis yang merugikan rakyat.
Pembekalan ini merupakan bagian dari upaya penciptaan pemimpin yang berintegritas. Bima Arya menyoroti maraknya godaan politik transaksional yang dapat merusak tatanan birokrasi dan kepemimpinan jika para pemangku jabatan tidak memiliki pegangan ideologis yang kuat.
Menolak Kepentingan Transaksional
Dalam sesi tersebut, Wamendagri secara khusus menyampaikan pesan motivasi kepada para Praja yang memiliki cita-cita menduduki posisi strategis di masa depan. Ia menegaskan bahwa fondasi ideologi berfungsi sebagai kompas moral yang mencegah seorang pemimpin mudah terseret dalam pusaran transaksi politik.
"Bagi kalian yang hari ini punya bayangan dan cita-cita memiliki posisi strategis entah apa pun itu, harus punya nilai dan pegangan agar tidak mudah dibeli oleh kepentingan transaksional," ujar Bima Arya dalam keterangan tertulis yang dikutip media kami, Rabu (24/6/2026).
Lebih lanjut, Bima Arya memaparkan bahwa pemahaman strategi diperlukan agar para pemimpin mampu menyusun perencanaan pembangunan yang matang dan terukur. Sementara itu, kecakapan taktik diperlukan untuk mengeksekusi rencana tersebut secara efektif di lapangan. Ketiga fondasi ini bekerja secara holistik; ideologi memastikan arah pembangunan tepat, strategi memastikan langkahnya benar, dan taktik memastikan implementasinya berhasil.
Dengan bekal tiga fondasi ini, para Praja IPDN Papua diharapkan tidak hanya menjadi birokrat yang cakap secara teknis, tetapi juga negarawan yang tangguh dalam menghadapi dinamika politik lokal. Pelatihan ini menjadi komitmen pemerintah untuk memutus rantai korupsi dan pragmatisme sejak dari jenjang pendidikan kader pamong praja.
Comments (0)