Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Beritaseputar.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)

Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan, memberikan pandangannya. Ia menyebut bahwa bank pelat merah itu masih akan mengamati dinamika pasar yang berkemban

Jul 08, 2026 - 06:19
0 0
Beritaseputar.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)

Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan, memberikan pandangannya. Ia menyebut bahwa bank pelat merah itu masih akan mengamati dinamika pasar yang berkembang sebelum mengambil keputusan penyesuaian suku bunga kredit. Menurut Riduan, keputusan menaikkan bunga kredit memerlukan perhitungan yang matang, terutama terkait kemampuan bank dalam menghimpun dana pihak ketiga.

“Kami masih mencermati perkembangan pasar sebelum memutuskan kebijakan suku bunga kredit. Menaikkan bunga kredit akan bergantung pada upaya bank mendapatkan dana dari masyarakat,” ungkap Riduan seperti dikutip dari laporan Beritaseputar.com.

Strategi Bank Mandiri di Tengah Kenaikan BI Rate

Bank Mandiri sebagai salah satu bank BUMN terbesar memiliki struktur pendanaan yang solid dengan porsi dana murah yang signifikan. Hal ini memungkinkan bank untuk tidak serta-merta menaikkan suku bunga kredit setiap kali BI Rate mengalami peningkatan. Riduan menjelaskan, parameter utama yang menjadi pertimbangan adalah biaya dana atau cost of fund yang dihadapi perseroan. Jika biaya dana relatif stabil, maka ruang untuk menahan kenaikan bunga kredit masih terbuka lebar.

“Kita perlu melihat respons pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan ini. Apakah mendorong kenaikan suku bunga simpanan secara luas atau tidak. Dari situ kita bisa menilai apakah perlu menyesuaikan bunga kredit,” tutur Riduan. Lebih lanjut ia menegaskan, menjaga momentum pertumbuhan kredit tetap menjadi prioritas, terutama untuk mendukung segmen korporasi dan UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Dampak Kenaikan Bunga Acuan ke Debitur

Kenaikan BI Rate sejatinya memicu transmisi kenaikan suku bunga di seluruh lini perbankan, baik kredit maupun simpanan. Bagi nasabah peminjam, terutama di segmen ritel dan usaha kecil, kenaikan bunga kredit berpotensi menambah beban cicilan bulanan. Bank Mandiri menyadari kondisi ini dan akan melakukan penyesuaian secara terukur agar tidak menekan kemampuan bayar nasabah sekaligus menjaga kualitas aset.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan juga menjadi sinyal bagi perbankan untuk lebih efisien dalam mengelola likuiditas. Bank-bank besar seperti Mandiri diuntungkan oleh basis simpanan yang besar, namun tetap harus waspada terhadap potensi perpindahan dana ke instrumen investasi lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Hingga saat ini, Bank Mandiri belum menetapkan jadwal pasti untuk penyesuaian suku bunga kredit. Perseroan akan terus memantau perkembangan kondisi moneter dan kebijakan lanjutan dari Bank Indonesia. Pelaku pasar dan dunia usaha menaruh perhatian besar pada langkah yang akan diambil, mengingat posisi Bank Mandiri sebagai salah satu penyalur kredit terbesar di Tanah Air. Beritaseputar.com akan terus mengabarkan perkembangan terbaru terkait respons industri perbankan terhadap kenaikan BI Rate ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User