Bellingham Cetak Dua Gol, Inggris Taklukkan Ghana di Piala Dunia 2026
Boston, Foxborough — Tim nasional Inggris mengamankan tiga poin krusial dalam laga kedua penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Ghana denga
Boston, Foxborough — Tim nasional Inggris mengamankan tiga poin krusial dalam laga kedua penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Ghana dengan skor meyakinkan 3-1 di Boston Stadium, Senin malam (23/6). Laga yang disaksikan lebih dari 65 ribu penonton ini menjadi panggung bagi Jude Bellingham, gelandang andalan Inggris yang tampil sebagai bintang dengan torehan dua gol spektakuler sekaligus satu assist. Kemenangan ini memastikan The Three Lions kokoh di puncak klasemen sementara Grup L dengan koleksi enam poin sempurna, selangkah menuju babak 16 besar.
Dominasi Sejak Peluit Awal
Sejak menit pertama, pasukan Gareth Southgate langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan memberikan ruang luas bagi Bellingham untuk menjelajah dari lini tengah ke sepertiga akhir pertahanan Ghana. Gol pembuka lahir pada menit ke-18 melalui skema serangan balik cepat. Berawal dari sapuanJohn Stones di area pertahanan, bola mengalir ke Declan Rice yang kemudian melepaskan umpan terobosan kepada Bukayo Saka di sisi kanan. Saka menusuk ke kotak penalti, namun alih-alih melepaskan tembakan, ia mengirimkan umpan tarik yang disambut tendangan first-time Bellingham dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kanan gawang Lawrence Ati-Zigi tanpa mampu dijangkau. Stadion bergemuruh, sorakan menggema di malam Massachusetts.
Ghana berusaha merespons melalui skema serangan balik yang digalang Mohammed Kudus. Pemain West Ham United itu beberapa kali merepotkan lini belakang Inggris dengan akselerasinya. Namun kiper Jordan Pickford tampil sigap, termasuk saat menepis tembakan jarak dekat Kudus pada menit ke-34. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Bellingham Menyempurnakan Malam Boston
Memasuki babak kedua, intensitas permainan Inggris justru meningkat. Southgate tampaknya memberikan instruksi untuk menekan lebih tinggi dan mematikan distribusi bola dari lini belakang Ghana. Hasilnya, pada menit ke-56, Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor. Bermula dari tendangan sudut yang dieksekusi Phil Foden, bola sempat mengalami kemelut di kotak penalti. Bellingham, dengan naluri posisi tajam, menyambut bola muntah dengan sundulan keras. Gol ini menegaskan statusnya sebagai gelandang tersubur Timnas Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui rekor Bobby Charlton yang bertahan sejak 1966.
Ghana sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-67. Striker Inaki Williams berhasil memanfaatkan kelengahan bek Marc Guehi untuk mencetak gol hiburan. Skor menjadi 2-1 dan tensi pertandingan sempat memanas. Namun harapan Black Stars sirna pada menit ke-82 ketika Bellingham menginisiasi serangan yang diakhiri gol Harry Kane. Umpan lambung matang Bellingham dari tengah lapangan berhasil disundul Kane ke pojok gawang Ghana, memastikan kemenangan 3-1 Inggris.
"Kami Masih Belum Mencapai Puncak" — Reaksi Bellingham Usai Laga
Seusai pertandingan, Jude Bellingham memberikan pernyataan yang menunjukkan kedewasaan dan fokusnya. Dalam konferensi pers, gelandang Real Madrid berusia 22 tahun ini menegaskan bahwa timnya masih memiliki ruang untuk berkembang meski tampil dominan.
"Dua gol dan satu assist — tentu ini malam yang menyenangkan secara pribadi. Tapi yang lebih penting adalah kami lolos ke babak selanjutnya. Saya tidak mau berpuas diri. Tim ini punya potensi luar biasa, dan saya rasa kami masih belum mencapai puncak permainan terbaik kami. Masih ada detail-detail kecil yang harus diperbaiki, terutama dalam transisi bertahan. Kami akan evaluasi dan kembali lebih kuat di laga berikutnya."
Pernyataan Bellingham mencerminkan mentalitas tinggi yang selama ini menjadi ciri khasnya. Pemain yang dibeli Real Madrid dengan nilai transfer mencapai 103 juta euro pada 2023 itu terus menunjukkan kepemimpinan di lapangan, bahkan di usia yang masih sangat muda. Michael Owen, legenda Timnas Inggris yang hadir sebagai komentator pertandingan, memuji performa Bellingham secara khusus. Dalam analisis pasca-pertandingan di studio BBC, Owen menyebut Bellingham sebagai "gelandang paling komplet yang pernah dimiliki Inggris sejak Paul Gascoigne".
Kunci Kemenangan dan Catatan Taktis
Keberhasilan Inggris mendominasi Ghana tidak lepas dari struktur permainan yang disiplin. Berikut beberapa poin kunci yang menentukan hasil pertandingan:
- Kebebasan Bergerak Bellingham: Southgate memberi lisensi penuh kepada Bellingham untuk meninggalkan posisi tradisionalnya sebagai gelandang box-to-box dan menusuk ke area penalti lawan. Hasilnya, ia mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran dan 3 dribel sukses sepanjang laga.
- Double Pivot Solid: Duet Declan Rice dan Kobbie Mainoo di lini tengah memberikan keseimbangan defensif yang memungkinkan Bellingham bermain lebih ofensif. Rice mencatatkan 8 tekel sukses dan 4 intersepsi.
- Efektivitas Bola Mati: Dari 7 tendangan sudut yang dimiliki Inggris, 3 di antaranya berujung peluang emas. Gol kedua Bellingham berasal dari situasi bola mati yang dieksekusi dengan presisi tinggi oleh Foden.
- Kelemahan Ghana di Transisi: Ghana kesulitan melakukan transisi dari bertahan ke menyerang karena tekanan tinggi lini depan Inggris. Kudus, yang menjadi tumpuan kreativitas, hanya mampu mencatatkan 58 sentuhan bola sepanjang 90 menit — jauh di bawah rata-ratanya di level klub.
Peta Persaingan Grup L
Dengan hasil ini, Inggris memimpin klasemen Grup L dengan 6 poin, unggul selisih gol atas Kanada yang juga mengoleksi 6 poin setelah mengalahkan Jepang 2-0 di laga sebelumnya. Ghana dan Jepang sama-sama belum meraih poin. Pertandingan terakhir grup akan mempertemukan Inggris dengan Jepang pada 27 Juni 2026 di MetLife Stadium, New Jersey. Sementara Ghana akan berhadapan dengan Kanada di Philadelphia. Inggris hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan status juara grup sekaligus tiket ke babak 16 besar.
Jika Inggris lolos sebagai juara grup, mereka berpotensi menghadapi runner-up Grup K yang kemungkinan besar akan ditempati oleh Uruguay atau Maroko. Skenario ini relatif lebih menguntungkan ketimbang bertemu Brasil yang diprediksi menjadi juara Grup K. Namun Bellingham menegaskan bahwa timnya tidak akan memilih-milih lawan. "Kami menghormati semua tim. Di Piala Dunia, setiap pertandingan adalah final," tegasnya singkat. Malam di Boston menjadi penegasan bahwa Jude Bellingham bukan sekadar pemain masa depan Inggris — ia adalah pemimpin mereka di sini dan sekarang.
[SOCIAL_TWEET]: Bellingham tak terbendungkan! Dua gol dan satu assist membawa Inggris taklukkan Ghana 3-1 di Boston Stadium. The Three Lions kokoh di puncak Grup L. #PialaDunia2026 #INGvsGHA #JudeBellingham[SOCIAL_TG]: ⚽🔥 Jude Bellingham gila malam ini! Dua gol + satu assist bawa Inggris kalahkan Ghana 3-1 di Piala Dunia 2026. The Three Lions selangkah lagi ke 16 besar. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com!
Comments (0)