Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Bayi Meninggal Diduga karena Sulit Tebus Obat, RSUD Bima Buka Suara

BERITASEPUTAR.COM -- Duka mendalam menimpa pasangan suami istri Arif Rahman (28) dan Fitriani (20) yang harus kehilangan buah hati mereka. Bayi laki-laki yang baru berusia dua hari itu meninggal duni

Jul 08, 2026 - 05:54
0 0
Bayi Meninggal Diduga karena Sulit Tebus Obat, RSUD Bima Buka Suara

BERITASEPUTAR.COM -- Duka mendalam menimpa pasangan suami istri Arif Rahman (28) dan Fitriani (20) yang harus kehilangan buah hati mereka. Bayi laki-laki yang baru berusia dua hari itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejadian tragis ini mengguncang keluarga besar di Desa Tolo Uwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Menurut perwakilan keluarga, Ahyar, bayi tersebut lahir di Puskesmas Monta pada Jumat (19/6) sore. Saat pertama kali dilahirkan, kondisi sang bayi sempat menunjukkan tanda-tanda lemah sehingga memerlukan perhatian medis lebih intensif. Seiring berjalannya waktu, kondisi sang bayi semakin memburuk dan membuat tim medis di Puskesmas Monta harus merujuknya ke RSUD Bima untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setibanya di RSUD Bima, bayi asal Desa Tolo Uwi itu langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis. Namun, menurut keterangan Ahyar, proses penanganan berikutnya mengalami kendala serius. Hal ini disebabkan karena sang pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kendala administrasi tersebut diduga menjadi hambatan dalam kelancaran proses perawatan dan pengobatan yang dibutuhkan oleh sang bayi.

Keluarga korban menyebut bahwa kesulitan dalam menjamin administrasi kepesertaan BPJS membuat proses tebus obat dan tindakan medis lainnya menjadi terhambat. Dalam kondisi kritis yang membutuhkan penanganan sigap, kendala tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap upaya penyelamatan nyawa sang bayi. Akibatnya, bayi malang itu tak mampu bertahan dan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit rujukan tersebut.

"Bayi tersebut sempat mendapat penanganan dari tim medis, namun proses selanjutnya terkendala karena pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan," ujar Ahyar, perwakilan keluarga, seperti dilaporkan media kami.

Atas kejadian ini, pihak RSUD Bima akhirnya buka suara terkait tewasnya bayi tersebut. Pihak rumah sakit memberikan klarifikasi terkait prosedur penanganan yang diberikan kepada pasien. Dugaan bahwa kematian bayi disebabkan oleh kesulitan dalam proses tebus obat akibat masalah kepesertaan BPJS menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Kasus ini pun mengundang perhatian publik mengenai akses kesehatan bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam jaminan kesehatan nasional. Banyak pihak yang menilai bahwa dalam kondisi gawat darurat, penanganan medis harus tetap menjadi prioritas utama tanpa terhambat oleh masalah administrasi. Keluarga korban berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan dan seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat serta merata.

Dari Bima, Nusa Tenggara Barat, laporan Beritaseputar.com menyebutkan bahwa pihak berwenang kini diharapkan dapat melakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini. Transparansi prosedur dan evaluasi sistem rujukan serta pelayanan darurat diharapkan menjadi langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa menimpa keluarga lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User