Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Batam — Prajurit dan Pemuda Saka Bahari Bersihkan Pantai Cakra

Pagi itu, debur ombak di kawasan Lapangan Tembak Cakra, Batam, berpadu dengan gelak tawa puluhan orang berseragam loreng dan cokelat muda. Mereka bukan sed

Jul 09, 2026 - 02:03
0 0

Pagi itu, debur ombak di kawasan Lapangan Tembak Cakra, Batam, berpadu dengan gelak tawa puluhan orang berseragam loreng dan cokelat muda. Mereka bukan sedang berperang. Mereka sedang merayakan sesuatu dengan cara yang sunyi namun penuh makna: memunguti sampah, menyapu pesisir, dan mengembalikan martabat pantai yang mulai kusam oleh sisa-sisa material tak bertuan. Selasa (7/7/2026), Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menggelar aksi bersih pantai sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) pertamanya.

Di tengah terik yang mulai meninggi, Sersan Dua Rizky—sapaan akrabnya—berjongkok memunguti serpihan plastik yang terselip di sela batu karang. Tangannya sigap, matanya teliti. “Ini bukan sekadar perintah, ini panggilan hati,” ujarnya sambil tersenyum, menepis keringat di kening. Di sebelahnya, seorang anggota Saka Bahari bernama Aulia, siswi SMK Kelautan berusia 17 tahun, ikut sibuk mengisi karung. “Saya baru sadar, sampah sekecil puntung rokok pun bisa merusak biota laut. Rasanya beda, ketika kita membersihkan bukan karena disuruh, tapi karena tahu akibatnya,” kata Aulia, matanya berbinar.

Aksi sederhana ini memang jauh dari hingar-bingar parade militer. Namun justru di situlah letak kekuatannya. Para Pejabat Utama (PJU) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) turun langsung, bukan sebagai komandan, melainkan sebagai sesama relawan. Gotong royong yang tercipta tidak mengenal pangkat. Karung-karung besar berhasil dikumpulkan, berisi aneka sampah—mulai dari botol kaca, jaring ikan bekas, hingga potongan kayu terbawa arus.

“Kami ingin HUT pertama ini tidak hanya menjadi seremoni internal. Kami ingin hadir untuk alam, untuk masa depan anak-anak muda yang hari ini berdiri bersama kami,” ujar Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc., Kadispen Kodaeral IV, saat ditemui di sela kegiatan.

Momen paling menyentuh terjadi ketika seorang perwira menengah, dengan sabar, mengajari beberapa anggota Saka Bahari cara memilah sampah organik dan anorganik. Di situlah transfer pengetahuan terjadi, bukan di ruang kelas ber-AC, melainkan di hamparan pasir yang panas. “Perwira itu bilang, laut adalah halaman depan kita. Kalau halaman depan kotor, tamu akan menilai kita tidak menghargai rumah sendiri. Kata-kata itu nempel terus di kepala saya,” tutur Adit, anggota Saka Bahari lainnya, dengan suara penuh kekaguman.

Kegiatan ini menegaskan bahwa ulang tahun bagi Kodaeral IV bukan hanya tentang bertambahnya usia satuan. Lebih dari itu, ini tentang menabur benih kesadaran. Bahwa menjaga kedaulatan laut tidak melulu soal meriam dan kapal perang. Ada perjuangan sunyi melawan plastik, melawan limbah, dan melawan ketidakpedulian. Pantai yang kembali bersih sore itu menjadi saksi—bahwa cinta pada negeri bisa dimulai dari langkah kecil, dari sepotong sampah yang rela dibungkukkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User