Bantah Telantarkan Istri Siri Hamil, Vicky Prasetyo Buka Suara

Akhir pekan lalu, di sebuah ruangan sederhana yang hanya diterangi lampu kuning redup, Vicky Prasetyo duduk dengan wajah lelah menatap kamera ponselnya. Jemarinya sesekali bergetar saat ia membaca sat...

Jul 12, 2026 - 19:19
0 0
Bantah Telantarkan Istri Siri Hamil, Vicky Prasetyo Buka Suara

Akhir pekan lalu, di sebuah ruangan sederhana yang hanya diterangi lampu kuning redup, Vicky Prasetyo duduk dengan wajah lelah menatap kamera ponselnya. Jemarinya sesekali bergetar saat ia membaca satu per satu komentar pedas yang membanjiri akun media sosialnya. Tuduhan itu datang tiba-tiba, menyebar cepat seperti api di musim kemarau: ia dituding menelantarkan istri siri yang tengah hamil tua. Di tengah keheningan malam, Vicky menghela napas panjang, lalu memutuskan untuk memecah kebisuannya. “Saya tidak pernah meninggalkan dia. Saya bertanggung jawab penuh,” ucapnya lirih, seolah ingin menegaskan pada dunia bahwa ada kisah yang tak kasatmata di balik gemerlap panggung hiburan.

Ketika Isu Menelantarkan Mengguncang

Gejolak bermula dari unggahan seorang perempuan—yang kemudian diketahui sebagai istri siri Vicky—yang berbagi keresahan di media sosial. Dengan perut yang kian membesar, ia menuliskan perasaannya serba sendiri menghadapi detik-detik menjelang persalinan. Publik pun bereaksi keras; nama Vicky ramai diperbincangkan, sudut pandang negatif mengarah padanya. Dalam hitungan jam, tagar yang menyebutnya tak bertanggung jawab merayap di jagat maya. Namun, di balik kegaduhan itu, ada cerita yang tak banyak diketahui: tentang jarak yang memisahkan, tentang komunikasi yang tersendat, dan tentang perjuangan dua insan yang memilih jalan pernikahan tanpa tercatat negara. Di tengah hiruk-pikuk, Vicky memilih untuk tidak langsung merespons. Ia menunggu waktu yang tepat, mengumpulkan keping-keping fakta yang bisa menjelaskan duduk perkara.

Bukan Pengabaian, Melainkan Tanggung Jawab dalam Diam

“Saya memang tidak bisa setiap hari menemaninya. Pekerjaan saya di dunia hiburan menuntut mobilitas tinggi. Tapi bukan berarti saya lepas tangan,” ungkap Vicky saat akhirnya bersedia bercerita. Dengan suara yang kadang bergetar menahan emosi, ia menuturkan bahwa selama ini ia tetap rutin mengirim nafkah dan memantau kondisi sang istri melalui kerabat terdekat. Identitas istri sirinya sengaja ia lindungi dari sorotan publik karena alasan privasi dan kondisi kehamilan yang membutuhkan ketenangan. Vicky mengaku upayanya tidak selalu terlihat di permukaan, sehingga mudah bagi pihak luar untuk menarik kesimpulan. “Dia sedang mengandung anakku. Bagaimana mungkin aku tega menelantarkannya?” ujarnya, kali ini dengan nada lebih tegas. Pernyataannya seakan menjadi tamparan bagi spekulasi liar yang sempat menyelimuti.

Potret Rumah Tangga Siri di Balik Sorotan

Realitas rumah tangga siri sering kali seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ada ketulusan untuk menghalalkan hubungan tanpa mengumbar ke ranah publik; di sisi lain, ketiadaan dokumen resmi kerap menempatkan perempuan pada posisi rentan. Dalam kasus Vicky, istrinya memilih bertahan di tengah keterbatasan akses dan stigma sosial. Saat kandungannya memasuki trimester akhir, ia harus menjalani kontrol rutin seorang diri. Meski demikian, Vicky berkukuh bahwa ia tak pernah absen dari tanggung jawab sebagai calon ayah. “Saya sudah menyiapkan segalanya untuk kelahiran nanti. Dari biaya persalinan sampai kebutuhan bulan pertama. Saya hanya tidak bisa hadir setiap waktu,” tambahnya. Pernyataan ini sontak membawa publik pada perenungan: bahwa tidak semua yang tampak di luar mencerminkan kebenaran utuh.

Harapan di Tengah Badai Tuding

Lewat klarifikasi ini, Vicky menyampaikan harapannya agar sang istri mendapat pengertian lebih dari masyarakat. “Saya mohon doakan yang terbaik untuk ibu dan calon bayi kami. Jangan perkeruh suasana dengan dugaan yang menyakitkan. Dia butuh ketenangan,” pintanya sambil menatap lurus, seolah berbicara langsung ke hati setiap orang yang membaca. Ia berjanji akan terus mendampingi, setidaknya melalui perhatian dan pemenuhan kebutuhan, hingga proses persalinan usai. Di penghujung perbincangan, ekspresi Vicky berubah lebih teduh. Mungkin benar bahwa di balik setiap tuduhan, selalu ada sisi lain yang menunggu untuk didengarkan. Dan bagi Vicky, kisah ini adalah tentang seorang lelaki yang tengah belajar menyeimbangkan antara panggung dan ruang privat, antara popularitas dan panggilan nurani.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User