Bamsoet Dorong RI-China Tingkatkan Kerja Sama Bidang Teknologi Kesehatan
Jakarta - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, mengemukakan pentingnya penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan China dalam sektor teknologi kesehatan. Menurutny
Jakarta - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, mengemukakan pentingnya penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan China dalam sektor teknologi kesehatan. Menurutnya, kolaborasi lintas batas tersebut menjadi kunci utama untuk mempercepat transformasi digital di bidang kesehatan nasional. Fokus utama kerja sama ini mencakup digitalisasi layanan kesehatan, penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pengembangan telemedicine, hingga penguasaan teknologi alat kesehatan mutakhir yang diharapkan dapat menjawab tantangan kesehatan masyarakat Indonesia yang semakin kompleks.
Dalam pandangan Bamsoet, langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk modernisasi infrastruktur kesehatan, tetapi juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk membangun kapasitas riset dan inovasi secara mandiri. Di tengah lonjakan kebutuhan akan layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan terjangkau, ketergantungan pada teknologi impor harus dikurangi melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak sekadar menjadi pasar konsumtif bagi produk teknologi kesehatan dari negara maju.
Transfer Pengetahuan dan Teknologi Menjadi Fokus Utama
Bamsoet menegaskan bahwa setiap kerja sama internasional harus diarahkan sebagai wadah transfer knowledge, transfer teknologi, serta transfer pengalaman. Hal ini diperlukan agar para tenaga kesehatan, peneliti, perguruan tinggi, serta pelaku industri alat kesehatan dalam negeri mampu berkembang dan berdiri setara dengan negara-negara maju. Melalui pendekatan tersebut, ekosistem kesehatan nasional diharapkan dapat menciptakan solusi-solusi lokal yang relevan dengan karakteristik demografi dan epidemiologi Indonesia.
"Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi kesehatan negara maju. Kerjasama dengan negara lain harus diarahkan sebagai sarana transfer knowledge, transfer teknologi, dan transfer pengalaman agar tenaga kesehatan, peneliti, perguruan tinggi, serta industri alat kesehatan nasional mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju," ujar Bamsoet dalam keterangan yang diterima Beritaseputar.com, Selasa (23/06/2026).
Lebih lanjut, Bamsoet berharap kerja sama dengan China dapat membuka akses bagi para praktisi kesehatan Indonesia untuk belajar dari pengalaman negara tersebut dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pelayanan publik. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan primer hingga sekunder dapat ditingkatkan secara merata, mencakup wilayah-wilayah terpencil sekalipun. Media kami melaporkan, komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan sistem kesehatan yang berkeadilan dan berkelanjutan di seluruh pelosok tanah air.
Comments (0)