Awak Mobil Tangki Pertamina Merokok saat Bertugas, Langsung Dipecat
Suatu siang yang terik di sebuah jalan arteri yang padat, sebuah mobil tangki besar berkelir biru-kuning melaju di lajur kiri. Dari balik kaca mobil di bel
Suatu siang yang terik di sebuah jalan arteri yang padat, sebuah mobil tangki besar berkelir biru-kuning melaju di lajur kiri. Dari balik kaca mobil di belakangnya, Dimas (29), seorang konsultan IT yang tengah dalam perjalanan pulang, refleks mengangkat ponselnya. Bukan karena kemacetan atau pelanggaran lalu lintas, melainkan karena ia melihat kepulan asap tipis keluar dari jendela mobil tangki itu. Sang sopir, yang belakangan diketahui sebagai Awak Mobil Tangki (AMT) milik mitra transportir Pertamina, sedang asyik mengisap sebatang rokok. “Saya sudah biasa lihat mobil tangki lewat, tapi baru kali ini lihat sopirnya santai merokok. Rasanya campur aduk antara tak percaya dan ngeri. Itu seperti bom berjalan,” ungkap Dimas kepada kami, Selasa (8/7). Rekaman amatir itu lantas ia unggah ke media sosial, dan dalam hitungan jam menjadi viral.
Kronologi Kejadian: Dari Unggahan Viral ke Investigasi Internal
- Unggahan viral: Video pendek yang direkam Dimas menunjukkan seorang pria berseragam duduk di balik kemudi mobil tangki dengan satu tangan memegang setang, dan tangan lainnya membawa rokok ke mulut. Tampak jelas logo perusahaan pada bodi tangki. Video ini pertama kali diunggah di Twitter pada pukul 14.32 WIB dan langsung mendapat ribuan retweet serta komentar warganet yang mengecam tindakan tersebut.
- Respon cepat Pertamina: Dalam waktu kurang dari tiga jam, unggahan itu sudah sampai ke meja tim komunikasi korporat PT Pertamina Patra Niaga. “Kami langsung melakukan penelusuran internal begitu menerima laporan dari media sosial. Kami tidak mentoleransi pelanggaran sekecil apa pun terhadap prosedur keselamatan,” tegas Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.
- Identifikasi pelaku: Berdasarkan hasil investigasi, pengemudi dalam video tersebut adalah AMT yang bekerja untuk salah satu perusahaan mitra transportir yang melayani operasional penyaluran di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Jabodetabek. Identitasnya berhasil dikonfirmasi melalui pengecekan jadwal operasi, data armada, serta rekaman CCTV internal di titik-titik pemberhentian mobil tangki.
Dampak Sosial dan Keselamatan Publik
Insiden ini bukan sekadar masalah ketidakpatuhan terhadap aturan perusahaan. Mengemudikan mobil tangki—apalagi yang memuat elpiji atau bahan bakar minyak—sambil merokok adalah resep bencana. Warganet yang menonton video Dimas banyak mengungkapkan ketakutan mereka. “Setiap kali lihat mobil tangki di jalan, saya selalu deg-degan. Sekarang tambah lagi satu alasan buat waspada,” tulis akun @jalanpagi dalam salah satu kiriman komentar. Seorang ibu rumah tangga, Nurul (37), yang tinggal di kawasan penyangga Jakarta, mengaku sering melihat mobil tangki melintas di depan kompleks perumahannya. “Kalau sampai terjadi sesuatu, korbannya bisa satu kompleks. Harusnya mereka jadi panutan di jalan, bukan malah bikin cemas,” katanya.
Tindakan Tegas Perusahaan Mitra Transportir
- Pemberhentian langsung: Perusahaan mitra transportir yang mempekerjakan AMT tersebut bergerak cepat. Setelah melakukan klarifikasi internal dan memastikan kebenaran informasi, mereka menjatuhkan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sopir yang bersangkutan. Keputusan ini berlaku efektif segera tanpa masa tunggu.
- Pernyataan resmi Pertamina: Kitty Andhora menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga mengapresiasi langkah cepat mitra transportir. “Atas pelanggaran prosedur keselamatan itu, perusahaan mitra transportir terkait telah memberhentikan pengemudi yang terekam dalam unggahan tersebut. Ini bukti bahwa kami tidak main-main dengan aspek safety,” ujarnya.
- Penguatan prosedur: Menindaklanjuti kejadian ini, Pertamina Patra Niaga akan mengintensifkan program inspeksi mendadak (unannounced inspection) di seluruh titik operasional, termasuk pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik dan perilaku para AMT sebelum melakukan pengiriman.
Pelajaran dari Sebatang Rokok
Bagi Dimas, yang videonya menjadi pemicu, kejadian ini meninggalkan refleksi mendalam. “Saya cuma berharap apa yang saya rekam bisa jadi pelajaran, bukan hanya buat si sopir, tapi buat semua yang bekerja di industri berisiko tinggi. Keselamatan itu tanggung jawab kita bersama. Satu kelengahan, nyawa taruhannya,” ucapnya. Sementara itu, Pertamina Patra Niaga kembali mengingatkan bahwa setiap mitra kerja wajib mematuhi standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta mengawasi dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan melalui kanal resmi Pertamina Call Center 135.
Comments (0)