Anggota Kongres AS Ro Khanna Ditahan, Tuding Militer Israel Berbohong

Matahari baru saja meninggi di langit Tepi Barat ketika iring-iringan kendaraan yang ditumpangi anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna, dihentikan secara paksa. Bukan oleh petugas resmi, melainkan...

Jul 13, 2026 - 10:26
0 0

Matahari baru saja meninggi di langit Tepi Barat ketika iring-iringan kendaraan yang ditumpangi anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna, dihentikan secara paksa. Bukan oleh petugas resmi, melainkan oleh sekelompok pria bersenjata yang belakangan diketahui sebagai pemukim ilegal Israel. Insiden yang terjadi pada awal pekan ini dengan cepat berubah menjadi drama diplomatik setelah politisi Demokrat itu menuduh militer Israel sengaja menutupi fakta penahanannya.

Penghentian di Jalan Berdebu

Menurut kesaksian yang disampaikan Khanna kepada media, rombongannya tengah dalam perjalanan menuju sebuah desa Palestina di dekat Hebron untuk menemui para petani setempat. Di tengah jalan, sebuah mobil pikap melintas dan memotong laju kendaraan mereka. Dari dalam pikap, turun empat pria bersenjatakan senapan serbu. Mereka berteriak dalam bahasa Ibrani, mengacungkan senjata, dan memerintahkan seluruh penumpang keluar.

"Saya melihat langsung bagaimana mereka menodongkan senjata ke arah kami. Tidak ada seragam, tidak ada identitas resmi. Mereka hanyalah warga sipil bersenjata," ujar Khanna dalam sebuah konferensi pers virtual. Politisi asal California itu menegaskan bahwa ia dan timnya sempat menunjukkan identitas diplomatik, namun para pemukim bersenjata itu tetap memaksa mereka menunggu.

Beberapa menit kemudian, sejumlah tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tiba di lokasi. Alih-alih meredakan situasi, kehadiran mereka justru membuat suasana semakin tegang. Khanna mengatakan para tentara tampak berkomunikasi dengan para pemukim bersenjata itu, dan kemudian memutuskan untuk menahan seluruh rombongan dengan alasan "pemeriksaan keamanan".

"Mereka menahan kami selama hampir dua jam di bawah terik matahari. Padahal kami sudah menjelaskan bahwa saya adalah anggota Kongres Amerika Serikat yang sedang melakukan kunjungan resmi," kata Khanna. "Mereka tidak peduli."

Tuduhan Kebohongan yang Menyakitkan

Yang paling mengejutkan bagi Khanna adalah respons resmi militer Israel setelah insiden tersebut. Dalam pernyataan awal yang dirilis oleh juru bicara IDF, disebutkan bahwa penahanan terjadi karena kendaraan yang ditumpangi Khanna memasuki area militer terlarang tanpa izin. Keterangan itu langsung dibantah oleh sang anggota Kongres.

"Itu adalah kebohongan besar," tegas Khanna dengan nada meninggi. "Kami berada di jalan umum, bukan di zona militer. Mereka tahu persis siapa kami, tetapi memilih untuk menutupi fakta bahwa pemukim bersenjata telah menghentikan kami secara ilegal dan tentara justru berpihak kepada mereka."

Khanna menuding bahwa narasi yang dibangun militer Israel sengaja mengaburkan peran para pemukim yang menurutnya adalah pihak pertama yang melakukan penghentian dan intimidasi. "Militer Israel berbohong untuk melindungi tindakan brutal para pemukim yang semakin hari semakin berani bertindak semena-mena di tanah yang bukan milik mereka," tambahnya.

Reaksi dan Implikasi Politik

Pernyataan Khanna langsung memicu gelombang reaksi di Washington. Sejumlah anggota Kongres dari kedua partai menyatakan keprihatinan mereka. Senator dari Partai Demokrat bahkan menyebut insiden ini sebagai "pelanggaran serius terhadap kekebalan diplomatik". Sementara itu, para pendukung Israel di Capitol Hill meminta semua pihak menunggu investigasi menyeluruh.

Di sisi lain, pemerintah Israel melalui kedutaannya di Washington merilis pernyataan yang menyesalkan insiden tersebut, namun membantah adanya unsur kesengajaan. "Kami menghormati anggota Kongres Ro Khanna dan menyesalkan ketidaknyamanan yang terjadi. Namun tuduhan kebohongan adalah hal yang tidak berdasar. Ini hanyalah kesalahpahaman prosedural," ujar seorang diplomat Israel.

Namun bagi Khanna, permintaan maaf semacam itu tidak cukup. Ia mendesak pemerintah Israel untuk mengakui secara terbuka bahwa telah terjadi kekeliruan, dan menuntut agar para pemukim bersenjata yang terlibat diproses hukum. "Ini bukan sekadar soal satu insiden. Ini tentang pola penindasan dan impunitas yang terus berlangsung di Tepi Barat," katanya.

Kelompok advokasi Palestina di AS menyambut baik keberanian Khanna. Mereka menilai insiden ini semakin membuka mata publik Amerika tentang realitas di lapangan. "Apa yang dialami anggota Kongres Khanna adalah cerminan dari apa yang sehari-hari dirasakan warga Palestina," ungkap salah satu aktivis.

Konteks Tepi Barat yang Memanas

Insiden yang menimpa Ro Khanna bukanlah yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina—dan terkadang juga terhadap aktivis atau pejabat internasional—meningkat tajam. Laporan dari berbagai lembaga hak asasi manusia mencatat bahwa militer Israel kerap gagal bertindak, bahkan kerap melindungi para pelaku.

Khanna sendiri dikenal sebagai salah satu suara kritis di Kongres terhadap pendudukan Israel. Kunjungannya ke Tepi Barat bertujuan untuk mendokumentasikan kondisi warga Palestina dan bertemu dengan tokoh masyarakat. "Saya datang untuk melihat dengan mata kepala sendiri, bukan untuk mendengar laporan yang disaring," ujarnya. "Dan apa yang saya alami justru menegaskan semua cerita yang selama ini saya dengar tentang bagaimana hukum seolah tidak berlaku bagi para pemukim."

Insiden ini diperkirakan akan menambah ketegangan dalam hubungan AS-Israel, terutama di tengah meningkatnya desakan dari sayap progresif Partai Demokrat agar Washington bersikap lebih tegas terhadap pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Epilog di Bawah Bayang-bayang Ketidakadilan

Saat konferensi pers berakhir, Ro Khanna meninggalkan podium dengan wajah lelah namun mata yang tetap menyala penuh keyakinan. Ia tidak hanya berbicara tentang penahanan fisik yang dialaminya, melainkan juga tentang penderitaan yang lebih besar—penderitaan rakyat Palestina yang ia saksikan setiap hari selama kunjungannya. "Dua jam penahanan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang mereka alami selama puluhan tahun," tutupnya dengan suara pelan.

Apakah tuduhan kebohongan ini akan membawa perubahan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun satu hal pasti: suara Ro Khanna telah menambah satu lagi catatan kelam dalam hubungan yang semakin rumit antara Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User