Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

2 Juta Warga Jepang Mengungsi akibat Topan Mekkhala, 200 Penerbangan Dibatalkan

Tokyo – Pemerintah Jepang mengeluarkan instruksi evakuasi massal yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk menyusul ancaman Topan Mekkhala. Badan Meteorologi setempat juga telah menyiagakan

Jul 06, 2026 - 13:43
0 2
2 Juta Warga Jepang Mengungsi akibat Topan Mekkhala, 200 Penerbangan Dibatalkan

Tokyo – Pemerintah Jepang mengeluarkan instruksi evakuasi massal yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk menyusul ancaman Topan Mekkhala. Badan Meteorologi setempat juga telah menyiagakan peringatan dini untuk potensi banjir bandang dan tanah longsor seiring pergerakan sistem cuaca buruk yang diperkirakan menghantam daratan utama pada Jumat (26/6) waktu setempat. Mobilisasi warga ke tempat-tempat penampungan terus dilakukan secara masif untuk meminimalisir korban jiwa.

Ratusan Penerbangan Domestik dan Internasional Terganggu

Menurut laporan yang dihimpun media kami, gangguan akibat siklon tropis ini tidak hanya terjadi di daratan, melainkan juga melumpuhkan konektivitas transportasi udara. Sedikitnya 200 jadwal penerbangan, baik rute domestik maupun internasional, terpaksa dibatalkan oleh sejumlah maskapai. Keputusan ini diambil seiring dengan memburuknya jarak pandang dan terjadinya angin kencang di sisi landasan pacu yang membahayakan proses lepas landas dan pendaratan. Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari otoritas bandara dan pihak operator penerbangan.

Status Terkini: Melemah, Namun Masih Membawa Hujan Ekstrem

Berdasarkan analisis citra satelit yang dipantau Beritaseputar.com, Topan Mekkhala saat ini telah mengalami sedikit pelemahan intensitas dan bertransisi menjadi badai tropis. Meski demikian, sistem ini masih menyimpan kandungan uap air yang sangat signifikan. Mekkahala kini bergerak mendekat ke Kepulauan Ryukyu di bagian selatan Jepang. JMA (Japan Meteorological Agency) menyatakan bahwa meskipun kecepatan angin maksimum mengalami degradasi, potensi curah hujan ekstrem dengan volume melebihi 50 milimeter per jam masih mengancam kehidupan dan properti warga.

“Kami mendesak warga untuk tidak meremehkan badai tropis ini. Meskipun klasifikasinya menurun, dampak hujan deras yang berkepanjangan dapat memicu likuefaksi dan luapan sungai dalam sekejap, terutama di wilayah kontur perbukitan yang curam,” ujar juru bicara JMA dalam keterangan pers resmi yang dikutip Beritaseputar.com.

Dampak di Taiwan Lumpuhkan Aktivitas Jutaan Orang

Sebelum bergeser ke perairan Jepang, Topan Mekkhala terlebih dahulu memorak-porandakan Taiwan. Hempasan badai yang disertai hujan lebat melumpuhkan aktivitas di wilayah selatan pulau tersebut, termasuk di kota-kota besar seperti Kaohsiung, Tainan, dan Pingtung. Laporan dari media kami mengindikasikan bahwa mobilitas publik lumpuh total, menyebabkan sekitar enam juta orang tidak dapat bekerja, bersekolah, maupun melakukan aktivitas logistik. Genangan air dengan ketinggian signifikan dilaporkan merendam ruas jalan protokol dan kawasan permukiman di Taiwan selatan. Pihak berwenang di kedua negara kini bersiaga penuh sembari terus melakukan pembaruan data terkait potensi korban luka maupun kerusakan infrastruktur akibat amukan topan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User