Yamal Puji Messi Terus Ukir Rekor di Piala Dunia 2026
Bayangan malam di MetLife Stadium, New Jersey, belum benar-benar hilang ketika satu nama kembali menggema. Lionel Messi, dengan nomor punggung 10 yang suda
Bayangan malam di MetLife Stadium, New Jersey, belum benar-benar hilang ketika satu nama kembali menggema. Lionel Messi, dengan nomor punggung 10 yang sudah melegenda, baru saja mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026. Dari bangku cadangan Timnas Spanyol, Lamine Yamal menatap lapangan dengan mata berbinar. Bukan karena pertandingan baru saja usai, melainkan karena ia baru menyaksikan langsung idolanya menulis ulang buku sejarah sepak bola. “Luar biasa,” bisiknya lirih, tapi cukup keras untuk ditangkap kamera.
Awal Kekaguman di Panggung Dunia
- Pertandingan perempat final antara Argentina dan Brasil menjadi panggung Messi menambah koleksi rekornya. Di menit ke-67, Messi menerima umpan terobosan, melewati dua bek, dan melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper. Gol itu adalah gol ke-15 sepanjang karier Piala Dunianya, memecahkan rekor Miroslav Klose yang bertahan 12 tahun.
- Dari seberang lapangan, Yamal—yang saat itu bersiap menjalani sesi pemanasan untuk laga lain—terpaku. “Saya seperti melihat pertunjukan sulap. Setiap kali Messi menyentuh bola, rasanya ada sesuatu yang mustahil terjadi. Dan malam itu, itu terjadi lagi,” kenang pemain sayap Barcelona itu dalam wawancara usai turnamen.
- Yamal tidak sendiri. Ribuan suporter berdiri memberikan tepuk tangan, termasuk para pendukung Brasil yang terpana. Momen itu kemudian viral di media sosial dengan tagar #Messi15 yang menjadi trending topic dunia dalam hitungan menit.
Kata "Luar Biasa" yang Menggetarkan
Keesokan harinya, Yamal mengunggah potongan video gol Messi di akun Instagram pribadinya dengan satu kata: “Luar biasa.” Tapi bukan sekadar pujian biasa. “Bagi saya, Messi bukan hanya pemain terbaik sepanjang masa. Dia adalah alasan saya bermimpi menjadi pemain sepak bola sejak kecil. Melihatnya terus memecahkan rekor di usia 39 tahun membuat saya percaya bahwa cinta pada permainan ini bisa mengalahkan waktu,” tulisnya di unggahan yang disukai lebih dari 5 juta pengguna.
Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente (nama rekaan), dalam sesi jumpa pers menyebut sikap Yamal sebagai cerminan rasa hormat antargenerasi. “Lamine mewakili generasi baru yang tumbuh dengan video-video Messi. Tapi yang membedakan, dia tidak sekadar kagum, dia juga bekerja keras untuk mendekati level itu. Saya kira itu wujud kekaguman yang sehat dan menyentuh.”
Lebih dari Sekadar Rekor, Sebuah Warisan Perasaan
Di balik angka dan statistik, warisan Messi di Piala Dunia 2026 merembes ke ruang-ruang personal para pemain muda. Bagi Yamal, rekor itu bukan sekadar catatan di buku Guinness. “Saya ingat umur 7 tahun, menonton final Piala Dunia 2022 bersama ayah di ruang tamu kecil di Mataró. Ayah bilang, ‘Nak, kalau kamu mau jadi besar, lihatlah orang ini.’ Sekarang saya berdiri di turnamen yang sama, melihat orang yang sama, dan dia masih yang terhebat. Rasanya seperti lingkaran mimpi yang utuh,” tuturnya dengan suara bergetar.
Sekadar catatan: Messi kini memegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia dengan 30 laga, melampaui rekor Lothar Matthäus. Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia berbeda (2006, 2014, 2018, 2022, 2026).
Pengamat sepak bola Guillermo Arévalo (rekaan) dari Buenos Aires menyebut fenomena ini sebagai “keajaiban sederhana yang terus berulang.” “Yang membuat Messi istimewa bukan hanya keterampilannya, tapi kemampuannya menyentuh hati orang. Lamine Yamal adalah contoh hidup. Rasa kagum yang tulus seperti itu adalah bukti bahwa sepak bola, pada akhirnya, tentang cerita manusia,” ujarnya.
Di tengah riuh rendah statistik dan analisis taktik, kata “luar biasa” dari seorang pemuda berusia 20 tahun kepada legenda berusia 39 tahun menjadi jembatan sunyi antara generasi yang terinspirasi dan generasi yang menginspirasi. Dan di situlah, di celah waktu yang sederhana, Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan rekor, tetapi juga kehangatan yang tak terlupakan.
Comments (0)