Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Wanita Muda Ini Alami Rambut Rontok Parah karena Kebiasaan Sepele

Andini (28) masih ingat betul pagi itu. Ia baru saja selesai mandi dan seperti biasa menyisir rambutnya yang basah. Namun kali ini berbeda: gumpalan rambut

Jul 09, 2026 - 19:37
0 0
Wanita Muda Ini Alami Rambut Rontok Parah karena Kebiasaan Sepele

Andini (28) masih ingat betul pagi itu. Ia baru saja selesai mandi dan seperti biasa menyisir rambutnya yang basah. Namun kali ini berbeda: gumpalan rambut hitam panjang terkumpul di sela-sela sisir, jauh lebih banyak dari biasanya. “Awalnya saya kira cuma rambut rontok biasa, mungkin karena musim pancaroba. Tapi seminggu kemudian makin parah, setiap sisir selalu ada segenggam rambut. Saya sampai takut menyisir,” tuturnya kepada Beritaseputar, suaranya bergetar.

Kisah Andini bukan sekadar keluhan pribadi. Menurut data Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), kasus kerontokan rambut pada perempuan usia produktif meningkat hingga 30% dalam dua tahun terakhir. Banyak dari penderitanya tak menyadari bahwa penyebab utamanya justru kebiasaan-kebiasaan yang dianggap sepele.

Kecemasan yang Mencapai Puncak

Setelah dua minggu melihat rambutnya terus menipis, Andini memberanikan diri membuka kamera ponsel untuk memotret kulit kepalanya. “Saya kaget, bagian atas kepala sudah terlihat lebih tipis. Saya langsung menangis, merasa ada yang salah dengan tubuh saya,” kenangnya. Kekhawatiran itu membawanya buru-buru membuat janji temu dengan dr. Rina Kusuma, Sp.KK, dokter spesialis kulit dan rambut yang praktik di kawasan Jakarta Selatan.

Sesi Konsultasi yang Membuka Mata

Di ruang praktik yang hangat, dr. Rina mendengarkan keluhan Andini dengan sabar. Setelah memeriksa kulit kepala dan menanyakan rutinitas harian, dokter itu tersenyum tipis. “Sering kali pasien datang dalam kondisi panik karena mengira mereka sakit serius. Padahal, kerontokan yang dialami dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar merusak folikel rambut,” jelas dr. Rina.

Ia lalu menjelaskan bahwa rambut rontok dalam jumlah 50–100 helai per hari sebenarnya normal sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut. Namun bila jumlahnya konsisten melebihi itu dan disertai penipisan di area tertentu, ada faktor eksternal yang perlu diwaspadai.

Lima Kebiasaan Sepele yang Menjadi Biang Kerok

Setelah sesi konsultasi mendalam, dr. Rina memetakan lima kebiasaan harian Andini yang ternyata berkontribusi besar pada kerontokan rambutnya. Pengungkapan ini menjadi momen “aha” yang mengubah cara Andini merawat mahkotanya.

  1. Selalu mengikat rambut dalam keadaan basah sepanjang hari kerja. Andini biasa mandi pagi lalu menguncir rambutnya yang masih lembap hingga malam. “Folikel rambut dalam kondisi basah lebih elastis dan rentan patah. Traksi atau tarikan terus-menerus dari ikatan menciptakan traction alopecia, kerontokan akibat gaya tarik,” papar dr. Rina.
  2. Keramas dengan air panas setiap hari. “Saya pikir air panas bisa membersihkan minyak lebih maksimal,” aku Andini. Padahal, suhu tinggi membuka kutikula rambut terlalu lebar, membuat batang rambut rapuh dan mudah copot dari akarnya.
  3. Menyisir rambut dari akar langsung ke ujung saat basah. Kebiasaan ini sering dilakukan Andini dengan dalih praktis. dr. Rina mengingatkan, rambut basah adalah rambut dalam kondisi paling lemah. Menyisir tanpa memulainya dari ujung bawah dapat menarik akar secara paksa.
  4. Jarang membersihkan sisir dan alat styling. Sisir yang kotor menjadi sarang minyak, debu, dan bakteri yang bisa menyumbat folikel rambut. “Pasien melihat sisirnya sendiri saja jarang, apalagi mencucinya,” kata dr. Rina sambil menggeleng.
  5. Menggunakan catokan setiap pagi tanpa pelindung panas. Andini mengakui, demi tampil rapi ia meluruskan rambut dengan suhu tinggi hampir setiap hari. Paparan panas langsung tanpa serum atau heat protectant merusak protein keratin rambut, memicu kerontokan jangka panjang.

Perubahan Kecil, Harapan Baru

Setelah konsultasi itu, Andini memutuskan untuk merevolusi rutinitas perawatannya. Ia mulai keramas dengan air dingin, mengeringkan rambut sebelum diikat, menyisir perlahan dari ujung, membersihkan sisir seminggu sekali, dan membatasi penggunaan alat pemanas. Dalam waktu enam minggu, kerontokannya berkurang drastis.

“Saya sempat putus asa, ternyata jawabannya sesederhana mengubah kebiasaan kecil yang tak pernah saya pikirkan. Saya ingin perempuan lain tahu, rambut kita butuh cinta yang sesederhana itu,” ucap Andini, kali ini dengan senyum penuh lega.

Kisah Andini menjadi pengingat bahwa di balik kepanikan soal penampilan, kadang solusi tak perlu rumit. Hanya perlu kesadaran untuk memperlakukan tubuh—termasuk helai demi helai rambut—dengan lebih lembut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User