Bunga Hias Sulap Teras Sempit di Jakarta Jadi Lebih Luas dan Segar
Di sebuah gang sempit di kawasan padat penduduk Jakarta Timur, Rina (34) berdiri di depan rumah mungilnya sambil memandangi teras berukuran hanya dua kali
Di sebuah gang sempit di kawasan padat penduduk Jakarta Timur, Rina (34) berdiri di depan rumah mungilnya sambil memandangi teras berukuran hanya dua kali tiga meter. Lantai keramik kusam, dinding bata tanpa sentuhan, dan tumpukan sandal jepit acak membuat ruang mungil itu terasa sumpek. “Setiap pulang kerja, bukannya lega, saya malah sesak lihat teras sendiri,” kenangnya sambil setengah tertawa. Keinginan memiliki sudut hijau yang menyegarkan mata seperti mustahil sampai suatu sore ia membuka media sosial dan melihat unggahan tentang teras sempit yang disulap menjadi taman vertikal penuh bunga. Hari itu, tekad Rina bulat: terasnya harus berubah.
Misi Mengubah Teras 2×3 Meter
Awal Agustus lalu, Rina mulai merancang misi pribadinya. Ia tidak ingin asal meletakkan pot; ada keinginan kuat membuat teras terasa lebih luas dan segar secara visual. Dengan modal pencarian di internet serta bertanya pada penjual tanaman hias di Pasar Bunga Rawabelong, ia menyusun serangkaian langkah yang kemudian dijalani secara bertahap.- Memilih tanaman yang tepat untuk ruang sempit. Rina belajar bahwa tanaman dengan daun kecil dan batang ramping menciptakan ilusi ruang lebih lapang. Ia memilih bunga marigold kuning cerah, petunia ungu menggantung, dan asparagus fern hijau lembut. “Bunga warna terang memantulkan cahaya, jadi teras tidak terasa gelap,” jelasnya, menirukan saran penjual tanaman.
- Mengatur pot secara vertikal dan bertingkat. Karena lantai terbatas, Rina membeli rak tanaman besi tiga tingkat setinggi 1,5 meter. Pot-pot digantung di dinding dengan kawat khusus, sementara pot lebih besar diletakkan di sudut sebagai titik fokus. Ia mengaku modal awalnya hanya Rp350.000 untuk membeli rak, enam pot, media tanam, dan bibit bunga.
- Memanfaatkan cermin dan elemen reflektif. Pada hari ketiga penataan, sebuah cermin berukuran 40×60 cm ia pasang di dinding belakang rak. Pantulan tanaman menciptakan ilusi teras lebih dalam. “Tetangga sampai nanya, apa saya bongkar tembok, karena kelihatan ada ruang tambahan,” ujarnya terkekeh.
- Merawat dengan pola siram rutin dan pencahayaan. Terasnya hanya mendapat sinar matahari langsung antara pukul 07.00–09.00 pagi. Rina pun menyiram tanaman setiap dua hari sekali menggunakan semprotan halus agar daun tidak rusak. Setiap dua minggu, ia memberikan pupuk cair organik buatan sendiri dari sisa sayuran dapur.
Comments (0)