Wall Street Melonjak Usai Inflasi AS Tunjukkan Penurunan Mengejutkan

NEW YORK — Lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) bergemuruh pada Rabu, 10 Agustus 2022, ketika para pedagang menyambut kabar paling dinanti dalam beb

Jul 12, 2026 - 07:23
0 0
Wall Street Melonjak Usai Inflasi AS Tunjukkan Penurunan Mengejutkan

NEW YORK — Lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) bergemuruh pada Rabu, 10 Agustus 2022, ketika para pedagang menyambut kabar paling dinanti dalam beberapa bulan terakhir: inflasi Amerika Serikat akhirnya menunjukkan tanda-tanda pelonggaran. Indeks-indeks utama Wall Street langsung melesat, mencatat kenaikan harian tertinggi dalam beberapa pekan saat data resmi menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Juli lebih rendah dari perkiraan para analis.

Data CPI Juli Membalikkan Ekspektasi Pasar

Berdasarkan laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dirilis pagi hari, CPI tahunan mencapai 8,5 persen, turun dari 9,1 persen pada Juni 2022. Angka ini berada di bawah konsensus ekonom yang memprediksi inflasi tetap bertengger di 8,7 persen. Lebih menggembirakan lagi, CPI inti—yang mengecualikan harga pangan dan energi—tumbuh hanya 0,3 persen secara bulanan, separuh dari laju bulan sebelumnya. Penurunan terutama didorong oleh meredanya harga bensin dan komoditas energi global.

"Ini adalah napas lega yang sangat dinantikan pasar. Tekanan harga yang mulai mereda memberi sinyal bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu seagresif yang dikhawatirkan dalam menaikkan suku bunga pada pertemuan September nanti," ujar Art Hogan, Kepala Strategi Pasar di B. Riley Wealth Management, dalam wawancara dengan CNBC.

Reli di Semua Sektor

Pantauan di lantai bursa menunjukkan layar-layar monitor dipenuhi warna hijau. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 535 poin atau 1,63 persen ke 33.309. Indeks S&P 500 naik 2,13 persen ke 4.210, mencatat kenaikan satu hari terbesarnya sejak akhir Juli. Sementara Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi melesat 2,89 persen ke 12.854, didorong oleh rebound saham raksasa seperti Apple, Microsoft, dan Amazon.

Para pedagang yang sebelumnya bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi langsung menyesuaikan posisi. Menurut FedWatch Tool dari CME Group, probabilitas kenaikan 75 bps pada September anjlok dari 68 persen menjadi 38 persen hanya dalam hitungan jam setelah rilis data. Pasar kini lebih condong memperkirakan kenaikan 50 basis poin yang lebih moderat.

Kronologi Reaksi Pasar Hari Itu

  1. Pukul 08:30 ET: Data CPI dirilis, mengejutkan pasar dengan penurunan lebih cepat dari ekspektasi.
  2. 09:30 ET: Bel pembukaan berbunyi; indeks langsung melompat 1,5 persen di menit-menit awal perdagangan.
  3. 11:00 ET: Dow Jones menyentuh level tertinggi intraday, menambah lebih dari 600 poin sebelum sedikit terkoreksi.
  4. 15:00 ET: Volume perdagangan menebal saat investor institusional melakukan rebalancing portofolio, mengonfirmasi optimisme.
  5. 16:00 ET: Pasar ditutup dengan penguatan solid di semua sektor, terutama teknologi dan consumer discretionary.

Implikasi Bagi Kebijakan The Fed

Pejabat The Fed tetap berhati-hati meskipun satu data positif belum cukup mengubah arah kebijakan secara drastis. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menegaskan bahwa bank sentral masih "jauh dari pernyataan menang" melawan inflasi. Namun, pasar melihat secercah harapan bahwa puncak inflasi mungkin telah terlewati. Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun turun ke 2,78 persen, sementara dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama, menandakan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Bagi investor ritel dan institusional di lantai NYSE, hari itu menjadi pengingat bahwa di tengah badai resesi yang mengintai, satu data positif sanggup mengubah lanskap pasar dalam sekejap. "Kami sudah terlalu lama dihajar berita buruk," kata Peter Tuchman, trader veteran yang ikonik di NYSE. "Hari ini, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, kami tersenyum."

[SOCIAL_TWEET]: Wall Street melonjak tajam! Dow ditutup naik 535 poin setelah data inflasi AS menunjukkan penurunan mengejutkan. CPI Juli hanya 8,5%, di bawah ekspektasi pasar. Apakah ini sinyal The Fed akan melunak? #SahamAS #WallStreet #Inflasi[SOCIAL_TG]: 📈 Wall Street Pesta! Data inflasi AS Juli lebih rendah dari dugaan: 8,5% vs 8,7% ekspektasi. Dow langsung melesat 535 poin. Apakah September nanti The Fed bakal lebih lunak? Pantau terus analisisnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User