Sabrina Carpenter Hadirkan Kisah Cinta Ironis di 'Such a Funny Way'

Di sudut studio berukuran 4x4 meter itu, Sabrina Carpenter duduk di depan piano tua yang tutsnya sudah mulai menguning. Jari-jarinya menari pelan, memainkan melodi yang terdengar ceria sekaligus getir...

Jul 12, 2026 - 07:22
0 0
Sabrina Carpenter Hadirkan Kisah Cinta Ironis di 'Such a Funny Way'

Di sudut studio berukuran 4x4 meter itu, Sabrina Carpenter duduk di depan piano tua yang tutsnya sudah mulai menguning. Jari-jarinya menari pelan, memainkan melodi yang terdengar ceria sekaligus getir. Ia tersenyum tipis, lalu mulai bernyanyi: "Isn't it funny how love can be?" Malam itu, sebuah lagu yang awalnya hanya iseng akhirnya menjadi jejak emosional yang paling jujur dalam karier bermusiknya. Lagu itu kini resmi hadir sebagai bonus track di album Man's Best, dan langsung menyentuh hati para pendengar.

Dalam industri musik yang kerap mengagungkan pencapaian gemilang, Sabrina memilih jalur sunyi—merilis "Such a Funny Way" sebagai kejutan tanpa gembar-gembor berlebihan. Baginya, lagu ini adalah percakapan pribadi yang kebetulan terekam.

Perjalanan Menuju Album 'Man's Best'

Sebelum "Such a Funny Way" muncul, album Man's Best sudah lebih dulu menceritakan perjalanan cinta dan kehilangan dengan bahasa yang berani. Album itu seperti jurnal terbuka yang merekam sisi rapuh seorang perempuan muda yang sedang berusaha memahami dinamika hubungan. Namun, Sabrina merasa masih ada satu cerita yang belum tuntas. "Ada fase di mana kita ingin menertawai betapa rumitnya cinta, bukan hanya menangisinya," kenangnya suatu sore di Los Angeles, saat ditemui beberapa hari sebelum peluncuran bonus track ini. "Lagu ini lahir dari ruang itu."

"Such a Funny Way" bukan sekadar tempelan; ia ibarat penutup yang menyatukan seluruh emosi di album tersebut. Dengan lirik yang cerdas dan melodi yang mengajak bergerak, Sabrina mengisahkan cinta yang penuh kontradiksi—indah sekaligus menggelikan.

Momen Mengharukan di Balik Lagu

Proses penciptaan lagu ini terjadi di sela-sela tur yang padat. Sabrina bercerita, ia tengah berada di kamar hotel kecil di London ketika melodi itu tiba-tiba muncul di kepala. "Aku baru saja mengakhiri panggilan telepon yang cukup emosional," ujarnya. "Kemudian aku duduk di lantai, mengambil gitar, dan lagu ini seperti mengalir begitu saja. Rasanya seperti alam bawah sadarku sedang tertawa pada diriku sendiri."

Ketika mendengarkan versi finalnya, ia mengaku sempat menitikkan air mata. "Bukan karena sedih, tapi karena lega. Akhirnya aku bisa mengungkapkan sesuatu yang selama ini hanya berputar-putar di kepala tapi tak pernah terucap. Cinta memang seringkali menjadi lelucon yang paling membingungkan."

Lirik seperti "You made me laugh until I forgot I was supposed to be sad" menjadi salah satu bait yang paling banyak dibicarakan oleh pendengar awal. Bukan hanya karena puitis, tapi karena menyentuh realita banyak orang: seringkali kita bertahan dalam hubungan yang tak sehat hanya karena ada momen-momen tawa yang membuat semuanya terasa 'baik-baik saja'.

Hadiah Spesial bagi Penggemar

Keputusan untuk menjadikan lagu ini sebagai bonus track lahir dari kedekatan Sabrina dengan penggemarnya. Dalam beberapa sesi interaksi di media sosial, banyak yang mengaku merindukan sisi playful sekaligus menyayat hati dari musik Sabrina. "Mereka selalu tahu apa yang aku simpan," kata Sabrina sambil tersenyum. "Aku ingin memberikan sesuatu yang terasa personal, seolah-olah mereka sedang duduk di sampingku saat aku menulis lagu ini."

Dan responsnya pun di luar dugaan. Dalam hitungan jam setelah rilis, tagar #SuchAFunnyWay ramai diperbincangkan. Banyak pendengar membagikan kisah pribadi mereka: dari yang sedang jatuh cinta dengan orang yang salah, hingga yang akhirnya bisa menertawai masa lalu yang kelam. Bagi Sabrina, itulah tujuan utamanya. "Musik bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang membuat seseorang merasa tidak sendiri. Kalau lagu ini bisa menemani seseorang yang sedang bingung dengan perasaannya, maka aku sudah berhasil."

Kini, "Such a Funny Way" tidak hanya menjadi lagu bonus. Ia adalah pengingat bahwa di balik setiap lelucon yang kita lontarkan tentang cinta, selalu ada luka yang perlahan sembuh. Dan mungkin itulah cara paling manusiawi untuk bertahan: dengan tertawa, meski hati sedang tergores.

Sabrina Carpenter, melalui lagu ini, mengajak kita semua untuk merayakan ironi cinta—karena pada akhirnya, hidup memang terlalu singkat untuk selalu serius. "Kadang, satu-satunya cara untuk melanjutkan hidup adalah dengan memandang ke belakang sambil tersenyum getir," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User