Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Uang 'Tabungan' Pemerintah Tersisa Rp 438 Triliun, Dipakai buat Apa?

Jakarta - Pemerintah masih menyimpan dana cadangan dalam jumlah besar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, posisi Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir tahun anggaran 2025 tercatat

Jul 08, 2026 - 06:03
0 0
Uang 'Tabungan' Pemerintah Tersisa Rp 438 Triliun, Dipakai buat Apa?

Jakarta - Pemerintah masih menyimpan dana cadangan dalam jumlah besar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, posisi Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp 438,26 triliun. Dana tersebut merupakan 'tabungan' negara yang berasal dari akumulasi surplus anggaran tahun-tahun sebelumnya.

Informasi ini disampaikan Purbaya dalam dokumen resmi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN 2025. Dokumen tersebut telah melalui proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Memasuki tahun 2025, posisi SAL berada pada angka Rp 457,54 triliun. Setelah dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan APBN sebesar Rp 93,15 triliun dan memperhitungkan SiLPA Rp 72,40 triliun serta penyesuaian lainnya, saldo akhir tahun tercatat sebesar Rp 438,26 triliun," jelas Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (2/7/2026).

"Saldo akhir tahun tercatat sebesar Rp 438,26 triliun."

Dana SAL ini berfungsi sebagai bantalan fiskal atau penyangga keuangan negara, yang dapat digunakan untuk menutup defisit anggaran, membayar utang yang jatuh tempo, atau membiayai program-program prioritas di masa mendatang. Pemanfaatan SAL harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan laporan yang diperoleh media kami, sebagian dari SAL tersebut telah digunakan sepanjang tahun 2025 untuk mendukung pembiayaan anggaran, terutama dalam mengamankan likuiditas kas negara di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global. Sementara itu, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 72,40 triliun turut diperhitungkan dalam penentuan posisi akhir SAL.

Purbaya tidak merinci secara detil alokasi penggunaan SAL ke depan. Namun, menurut pantauan Beritaseputar.com, salah satu opsi yang kerap dibahas adalah penggunaannya untuk membiayai proyek-proyek strategis nasional yang membutuhkan pendanaan besar dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, seperti pembangunan infrastruktur, transisi energi, hingga penguatan sektor kesehatan dan pendidikan.

Di sisi lain, kalangan ekonom mengingatkan agar SAL tidak dihabiskan secara boros. Dana tersebut penting untuk menjaga ketahanan fiskal, terutama jika terjadi krisis ekonomi global atau penurunan tajam penerimaan negara. Pengalaman pada masa pandemi COVID-19 menunjukkan betapa krusialnya keberadaan SAL saat pemerintah harus menggelontorkan stimulus besar-besaran untuk menyelamatkan perekonomian.

Dengan sisa dana sebesar Rp 438 triliun, pemerintah memiliki ruang gerak fiskal yang cukup leluasa untuk merancang kebijakan ekspansif. Namun, keputusan penggunaannya harus transparan dan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User