Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Tito Karnavian Serukan Kesadaran Kesehatan Warga di Tana Toraja

TANA TORAJA — Senja mulai turun di langit Tana Toraja saat satu per satu warga memasuki Gedung Tammuan Mali’. Selasa sore itu, gedung pertemuan yang biasan

Jul 08, 2026 - 20:45
0 1
Tito Karnavian Serukan Kesadaran Kesehatan Warga di Tana Toraja
TANA TORAJA — Senja mulai turun di langit Tana Toraja saat satu per satu warga memasuki Gedung Tammuan Mali’. Selasa sore itu, gedung pertemuan yang biasanya lengang berubah menjadi ruang penuh kehangatan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir bukan sekadar sebagai pejabat negara, melainkan sebagai sesama anak bangsa yang peduli pada kesehatan masyarakat di pelosok Sulawesi Selatan. “Kesehatan itu fondasi. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak bisa membangun daerah ini dengan maksimal,” ujar Tito di hadapan ratusan warga yang memadati gedung, Selasa (7/7/2026). Suaranya tenang, namun menusuk kesadaran setiap orang yang hadir.

Perjalanan Menuju Tana Toraja

  1. Pukul 13.30 WITA — Tito tiba di Bandara Pongtiku, Tana Toraja. Ia langsung menuju Gedung Tammuan Mali’ dengan pengawalan sederhana.
  2. Pukul 14.15 WITA — Rombongan tiba di lokasi dan disambut tarian adat Toraja. Tito terlihat menikmati setiap gerak penari cilik yang menyambutnya.
  3. Pukul 15.00 WITA — Sesi utama dimulai. Tito naik ke panggung dan menyampaikan paparan selama 30 menit soal pentingnya sanitasi dan pola hidup bersih.
  4. Pukul 15.45 WITA — Sesi tanya jawab dibuka. Seorang ibu rumah tangga bernama Martha mengangkat tangan dan bertanya tentang akses air bersih di desanya. Tito mendengarkan dan mencatat.
Di sesi inilah suasana menjadi hidup. Warga tidak ragu menyampaikan keluh kesah mereka. Mulai dari minimnya puskesmas pembantu, sulitnya mendapatkan tenaga medis, hingga mahalnya biaya rujukan ke Makassar. “Saya tidak akan menjanjikan solusi instan. Tapi saya pastikan setiap suara yang masuk hari ini akan saya bawa ke rapat kementerian,” tegas Tito. Janji ini disambut tepuk tangan panjang.

Pesan yang Menyentuh Hati

Tito berbagi cerita tentang masa kecilnya yang sederhana. Ia menekankan bahwa pola hidup sehat tidak harus mahal. “Makan sayur dari kebun sendiri, rutin jalan kaki ke sawah, itu saja sudah bagian dari hidup sehat. Kita sering lupa,” ucapnya. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan angka stunting di Tana Toraja masih berada di 24,5% pada 2025. Tito menyebut angka ini sebagai “luka yang harus segera disembuhkan bersama.” Ia meminta para kepala desa hadir untuk proaktif mendata balita dan ibu hamil. Acara ditutup dengan penyerahan bantuan alat kesehatan untuk dua puskesmas di Tana Toraja. Tito menandatangani prasasti kecil yang akan dipajang di Puskesmas Makale sebagai pengingat komitmen hari itu. “Saya titip, alat ini jangan jadi pajangan. Gunakan. Rawat. Karena di balik setiap alat, ada nyawa yang menunggu,” pesannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User