Bandara Husein Kembali Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus 2026

Di sudut ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara, sepi masih terasa. Layar informasi penerbangan hanya menampilkan rute-rute pendek dengan pesawat turboprop. Namun di balik keheningan itu, sebuah jan...

Jul 13, 2026 - 05:05
0 0

Di sudut ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara, sepi masih terasa. Layar informasi penerbangan hanya menampilkan rute-rute pendek dengan pesawat turboprop. Namun di balik keheningan itu, sebuah janji mulai disemai. Kementerian Perhubungan menetapkan target agar deru mesin jet kembali mengisi landasan bandara bersejarah itu tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2026.

Mengapa Pesawat Jet Lama Menghilang?

Selama beberapa tahun terakhir, Bandara Husein memang kehilangan layanan penerbangan jet komersial. Sejumlah faktor menjadi penyebab, mulai dari keterbatasan panjang landasan yang hanya 2.200 meter, hingga status bandara yang merupakan pangkalan militer TNI Angkatan Udara. Operasional penerbangan sipil harus berbagi ruang dan waktu dengan pesawat tempur dan angkut militer. Di sisi lain, dibukanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati turut mengalihkan sebagian besar rute jet. Akibatnya, warga Bandung yang hendak terbang ke Surabaya, Denpasar, atau Singapura harus menempuh perjalanan darat lebih dari dua jam menuju Majalengka. Kenyamanan yang dulu akrab dengan kota kembang pun perlahan memudar.

Momen Kemerdekaan Jadi Tonggak Kebangkitan

Pemilihan tanggal 17 Agustus bukan tanpa makna. "Kami ingin momentum kemerdekaan tahun depan menjadi simbol kebangkitan kembali Bandara Husein sebagai gerbang udara utama Bandung Raya," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam keterangan resminya. Pemerintah menilai, infrastruktur dasar bandara sebenarnya masih memadai untuk menampung penerbangan jet berbadan sempit seperti Boeing 737 atau Airbus A320, asalkan dilakukan penyesuaian teknis dan operasional.

Sejumlah Persiapan Tengah Dikebut

Untuk mengejar target tersebut, Kemenhub bersama stakeholder terkait telah memulai serangkaian langkah. Koordinasi intensif dengan TNI AU dilakukan guna menata ulang slot penerbangan sipil tanpa mengganggu operasi pertahanan. Penguatan landasan pacu, pembaruan sistem navigasi, serta penambahan kapasitas tempat parkir pesawat menjadi prioritas. "Kami menargetkan seluruh prasyarat teknis sudah tuntas pada triwulan kedua 2026, sehingga pada Agustus sudah bisa dilakukan uji coba penerbangan dan langsung beroperasi," tambah pernyataan tersebut. Rencananya, rute-rute jarak pendek hingga menengah seperti Surabaya, Denpasar, Medan, dan beberapa destinasi internasional terdekat akan dibuka kembali.

Harapan Ekonomi dan Pariwisata yang Kembali Menggelora

Kalangan pengusaha dan pelaku pariwisata menyambut rencana ini dengan antusias. Ketua Asosiasi Perhotelan Bandung menyebutkan bahwa kembalinya penerbangan jet langsung dari pusat kota akan mendongkrak tingkat hunian dan kunjungan wisatawan. "Dulu, tamu dari Jakarta atau Surabaya bisa terbang pagi, meeting siang, dan pulang sore. Sekarang mereka banyak yang beralih ke kereta cepat atau mobil. Dengan jet kembali, efisiensi waktu akan menarik kembali segmen bisnis dan wisata," ujarnya. Pemerintah Kota Bandung pun berharap momentum ini mampu membangkitkan geliat ekonomi kreatif yang sempat lesu pasca-pandemi.

Suara Para Pelancong yang Merindu

Rencana ini juga mengobati kerinduan para pelancong yang selama ini harus menyesuaikan diri dengan ketiadaan jet. Sandi, seorang pengusaha tekstil asal Cigondewah yang rutin terbang ke Surabaya setiap bulan, mengaku sangat terbantu jika nantinya bisa kembali terbang dari Husein. "Perjalanan ke Kertajati itu makan waktu dan tenaga. Kalau bisa dari sini lagi, satu jam saya sudah tiba di Surabaya. Ini menyangkut efisiensi bisnis saya," tuturnya. Hal serupa dirasakan para mahasiswa yang berkuliah di luar kota, pekerja korporat, hingga keluarga yang kerap mengunjungi sanak saudara di luar Jawa Barat.

Mengenang Kejayaan Sang Gerbang Udara

Bandara Husein Sastranegara bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah saksi bisu perjalanan Kota Bandung sebagai destinasi unggulan. Pada masa jayanya, terminal ini dipenuhi penumpang yang akan menikmati sejuknya Lembang, pesona kawah Tangkuban Perahu, atau berbelanja di factory outlet. Maskapai-maskapai besar seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan AirAsia pernah menjadikan Husein sebagai basis operasi penting. Namun geliat itu perlahan surut, meninggalkan lorong-lorong terminal yang lengang dan deru mesin yang hanya sesekali terdengar. Kini, bayangan masa lalu itu kembali menyalakan asa, tepat ketika pemerintah menyematkan target yang begitu dekat di depan mata.

Komitmen Menuntaskan Tantangan

Meski optimisme menguat, sejumlah tantangan klasik masih membayangi. Keterbatasan lahan parkir pesawat, kapasitas terminal yang terbatas, serta penyesuaian jadwal dengan aktivitas militer menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Pihak TNI AU disebut telah memberikan sinyal positif untuk penyesuaian jadwal sepanjang tidak mengganggu kepentingan pertahanan. Kemenhub optimistis seluruh kendala akan terurai dalam waktu yang tersisa. "Kami terus berkomitmen agar pada 17 Agustus 2026, Bandara Husein tidak hanya menjadi tempat upacara bendera, tetapi juga saksi kembalinya layanan jet yang membawa berkah bagi warga Bandung dan Indonesia," tutup Dirjen Perhubungan Udara. Jika semua berjalan lancar, deru mesin jet yang dirindukan akan kembali menjadi bagian dari keseharian kota kembang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User