Sinar UV Jadi Biang Keladi Melasma, Begini Aturan Pakai Ulang Sunscreen
Setiap pagi, Anita (34) berdiri lama di depan cermin. Bukan untuk memoles riasan tebal, melainkan menatap bercak-bercak kecokelatan yang kian melebar di pi
Setiap pagi, Anita (34) berdiri lama di depan cermin. Bukan untuk memoles riasan tebal, melainkan menatap bercak-bercak kecokelatan yang kian melebar di pipi dan dahinya. "Awalnya kecil, saya kira bekas jerawat. Lama-lama makin lebar, seperti peta yang terus bertambah pulau-pulaunya," tutur ibu dua anak itu, suaranya bergetar. Apa yang dialami Anita adalah melasma, gangguan pigmentasi kulit yang diam-diam menggerogoti rasa percaya diri jutaan orang, terutama perempuan.
Di balik keresahan Anita dan banyak pasien lainnya, ada jawaban yang kini semakin terang. Dokter spesialis kulit mengungkapkan, 75 hingga 80 persen kasus melasma dipicu oleh paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. "Genetika memang berperan, tetapi tanpa paparan UV, melasma seringkali hanya 'tidur'. Sinar UV-lah yang membangunkannya," jelas dr. Karina Anindita, Sp.KK, dalam sesi konsultasi daring pekan lalu.
Mekanismenya sederhana namun destruktif: sinar UV menembus lapisan kulit dan memicu sel melanosit memproduksi melanin secara berlebihan. Hasilnya, timbul bercak gelap yang sulit dihilangkan dan gampang kambuh. "Pasien sering frustrasi karena sudah pakai krim pencerah, tapi lalai satu hal: disiplin mengoles ulang sunscreen," tambah Karina. Di sinilah letak masalah yang kerap dianggap sepele.
"Banyak yang pikir, sekali oles pagi sudah cukup seharian. Padahal perlindungan sunscreen itu seperti payung bocor kalau tidak diperbaiki setiap dua jam," – dr. Karina Anindita, Sp.KK.
Aturan Reapply yang Sering Diabaikan
Dokter Karina menekankan bahwa kunci perlindungan bukan hanya pada SPF tinggi, melainkan pada pengulangan pemakaian. Sunscreen perlu diaplikasikan ulang setiap 2–3 jam, terutama jika beraktivitas di luar ruangan, berkeringat, atau setelah mencuci muka. Untuk pekerja dalam ruangan yang terpapar sinar dari jendela atau layar gawai, pengulangan setiap 4 jam masih disarankan.
Bentuk sunscreen juga menentukan kepraktisan. "Untuk reapply di atas makeup, pilih sunscreen spray atau cushion. Jangan jadikan makeup alasan melewatkan perlindungan," pesan Karina. Ia mengingatkan bahwa melasma adalah kondisi kronis—sekali muncul, perawatannya menjadi komitmen seumur hidup. Anita pun kini tak lagi menawar. "Saya pasang alarm di ponsel tiap tiga jam. Malu kalau harus ke dokter lagi dengan wajah belang," katanya, kali ini dengan tawa kecil yang lebih ringan.
Pelajaran dari Anita sederhana: melasma bukan sekadar soal penampilan. Di balik setiap bercak, ada kisah tentang ketekunan, penerimaan, dan perang harian melawan matahari yang tak kenal ampun.
Comments (0)