Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Seperti Venezuela, Indonesia Juga Punya Riwayat Gempa Kembar

Jakarta - Musibah gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat menyisakan duka mendalam. Dua gempa kuat yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan itu memakan kor

Jul 06, 2026 - 13:43
0 1
Seperti Venezuela, Indonesia Juga Punya Riwayat Gempa Kembar

Jakarta - Musibah gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat menyisakan duka mendalam. Dua gempa kuat yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan itu memakan korban ratusan jiwa dan merusak sejumlah bangunan.

Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,5, disusul beberapa menit kemudian oleh gempa kedua dengan magnitudo serupa namun guncangannya terasa lebih kuat. Berdasarkan data dari otoritas setempat, sedikitnya 235 orang meninggal dunia dan 1.520 lainnya mengalami luka-luka. Di ibu kota Caracas, sejumlah gedung dilaporkan rusak parah hingga ambruk.

Mengenal Fenomena Gempa Kembar

Fenomena gempa kembar atau doublet earthquake terjadi ketika dua gempa besar dengan magnitudo hampir sama terjadi di lokasi yang berdekatan dalam selang waktu singkat, biasanya beberapa menit hingga beberapa hari. Berbeda dengan gempa utama dan susulan biasa, gempa kembar tidak memiliki satu gempa utama yang jelas karena dua kejadian memiliki kekuatan yang sepadan.

Laporan media kami dari otoritas setempat Venezuela menyebutkan, dua gempa dahsyat itu terjadi di zona pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Wilayah ini memang dikenal rawan gempa karena aktivitas subduksi yang aktif, mirip dengan kondisi di Tanah Air.

Riwayat Gempa Kembar di Indonesia

Kondisi geologis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik membuat Tanah Air juga tak luput dari fenomena serupa. Beberapa kali, gempa kembar mengguncang berbagai wilayah di Indonesia, bahkan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Salah satu peristiwa gempa kembar yang paling diingat adalah yang terjadi di Aceh pada 11 April 2012. Dua gempa bermagnitudo 8,6 dan 8,2 mengguncang lepas pantai barat Sumatera hanya dalam selang waktu sekitar dua jam. Meski tidak menimbulkan kerusakan dan korban sebesar Venezuela, gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami di seluruh Samudera Hindia serta kepanikan di sejumlah negara.

"Indonesia pernah mengalami gempa kembar beberapa kali, terutama di daerah pertemuan lempeng seperti barat Sumatera dan selatan Jawa. Fenomena ini menjadi peringatan bahwa potensi gempa kembar selalu ada," ujar seorang peneliti kegempaan dari lembaga riset nasional yang diwawancarai Beritaseputar.com.

Selain di Aceh, gempa Lombok pada 2018 juga menjadi contoh nyata fenomena gempa kembar di Indonesia. Gempa 5 Agustus 2018 berkekuatan magnitudo 6,9 disusul gempa 19 Agustus 2018 dengan magnitudo serupa. Rentetan gempa tersebut menewaskan lebih dari 500 orang dan menyebabkan kerugian material yang sangat besar.

Para ahli geologi mengingatkan, gempa kembar bisa terjadi kapan saja di wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi, baik di Venezuela maupun Indonesia. Oleh karena itu, mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisir dampak bencana serupa di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User