Royal Riders Indonesia Chapter Banten Rayakan HUT Ke-6 dengan Sunatan Massal
Di sebuah halaman masjid yang teduh di kawasan Serang, Banten, puluhan anak berkumpul dengan tatapan campur aduk antara takut dan penasaran. Mereka datang
Di sebuah halaman masjid yang teduh di kawasan Serang, Banten, puluhan anak berkumpul dengan tatapan campur aduk antara takut dan penasaran. Mereka datang bukan untuk bermain, melainkan untuk menjalani salah satu momen penting dalam kehidupan seorang Muslim: sunat. Suasana yang awalnya hening perlahan berubah riuh ketika deru mesin motor besar memasuki area. Para anggota Royal Riders Indonesia (RORI) Chapter Banten turun dengan seragam khas mereka, bukan untuk berkeliling kota, melainkan untuk mengabdi. Itulah gambaran pembuka dari bakti sosial sunatan massal yang digelar komunitas pecinta motor ini sebagai puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-6 RORI Chapter Banten, Sabtu lalu.
Awal Mula: Dari Silaturahmi ke Aksi Nyata
Ide ini bermula dari obrolan ringan di sela-sela touring rutin. Ketua RORI Chapter Banten, Andi Pratama (38), menuturkan bahwa dirinya dan anggota lain ingin merayakan ulang tahun komunitas dengan sesuatu yang lebih bermakna. “Biasanya kami rayakan dengan rolling city atau kopi darat. Namun tahun ini, kami sepakat bahwa berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar adalah cara terbaik untuk mensyukuri enam tahun kebersamaan,” ujar Andi saat ditemui di lokasi acara. Maka, dipilihlah sunatan massal karena sunat adalah bagian dari syariat dan sering menjadi beban ekonomi bagi keluarga prasejahtera.
Persiapan Apik: Dari Logistik Hingga Kesehatan Mental Anak
Persiapan acara berlangsung selama dua pekan. Sebanyak 15 anggota RORI turun langsung menyebar undangan ke beberapa kelurahan di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Mereka juga berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menghadirkan tiga tenaga medis profesional serta alat sterilisasi modern. “Kami tidak main-main. Kami ingin anak-anak merasa aman dan nyaman. Karena itu kami juga menyediakan layanan konseling singkat untuk mengurangi trauma,” kata dr. Maya, salah satu petugas medis. Selain itu, panitia menyediakan 60 paket perlengkapan sunat, termasuk sarung khusus, obat pereda nyeri, vitamin, dan bingkisan berupa sarung dan peci sebagai simbol ibadah baru.
Detik-Detik Penuh Haru: Tangis yang Berubah Jadi Syukur
- Pukul 07.00 WIB – Panitia mulai melakukan registrasi. 48 anak tercatat hadir, melebihi target awal 40 anak. Mereka datang didampingi orang tua yang wajahnya penuh harap.
- Pukul 08.30 WIB – Acara dibuka dengan doa bersama dan sambutan dari Andi. “Adik-adik jangan takut, nanti seperti digigit semut saja,” katanya menghibur, disambut tawa kecil anak-anak.
- Pukul 09.00 WIB – Prosesi sunat dimulai secara bergelombang di empat bilik yang disekat kain. Tangis beberapa anak pecah di menit-menit pertama, tapi suara motor besar yang dibunyikan anggota RORI di luar ruangan mampu mengalihkan perhatian mereka.
- Pukul 11.30 WIB – Seluruh anak telah selesai disunat. Mereka diarak singkat menggunakan motor gede (moge) keliling area masjid, sebuah tradisi kecil yang selalu dinanti. Senyum lebar mulai terpancar, menggantikan air mata.
Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika seorang ibu, Siti (35), tak kuasa menahan tangis saat putranya, Rafi (7), keluar dari bilik dengan langkah tertatih namun gagah. “Alhamdulillah, ini seperti mimpi. Biaya sunat di klinik bisa sampai Rp500 ribu lebih, uang segitu bisa untuk beli beras sebulan,” ucapnya lirih, sembari mencium tangan beberapa anggota RORI.
Lebih dari Sekadar Bantuan Medis
Sunatan massal ini bukan sekadar bakti sosial. Bagi RORI Chapter Banten, momentum ini memperkuat jati diri sebagai komunitas yang tidak hanya gemar touring, tetapi juga peduli pada lingkungan sosial. “Kami ingin menunjukkan bahwa anak motor juga punya sisi humanis. Kami bagian dari masyarakat, bukan sekadar kerumunan di jalan,” tegas Andi. Rencananya, RORI akan mengadakan kegiatan serupa secara berkala, menyasar sunatan massal, donor darah, dan santunan anak yatim.
Di penghujung acara, anak-anak yang telah disunat berkumpul untuk foto bersama di depan puluhan motor gede. Sorot mata mereka kini berbinar, tak lagi menyisakan ketakutan. Di balik deru mesin, terukir jejak kepedulian yang akan terus dikenang—sebuah hadiah ulang tahun yang sesungguhnya.
Comments (0)