Pria di Bogor Tewas Tertabrak KRL, Saksi Lihat Korban Mondar-Mandir Sebelum Kejadian
Insiden tragis terjadi di perlintasan kereta Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (26/6). Seorang pria berinisial SY (29) ditemukan tidak bernyawa setelah
Insiden tragis terjadi di perlintasan kereta Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (26/6). Seorang pria berinisial SY (29) ditemukan tidak bernyawa setelah diduga tertabrak kereta rel listrik (KRL). Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritaseputar.com, jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melintas di area tersebut pada pagi hari.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam Dwi, saat dikonfirmasi media kami membenarkan peristiwa nahas itu. Ia menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi oleh sejumlah saksi. Bahkan, pemilik warung nasi di dekat perlintasan mengaku korban mampir dan menyantap makanan di tempatnya.
Kesaksian Pemilik Warung: Korban Terlihat Gelisah
Ipda Imam Dwi mengutip keterangan saksi kunci, yakni pemilik warung yang menjadi tempat korban makan. Menurutnya, korban sudah berada di area tersebut sejak hari sebelumnya.
"Saksi menerangkan bahwa korban dari kemarin sempat mondar-mandir dari pagi sampai sore dan bahkan makan di warung," ujar Ipda Imam, Jumat (26/6).
Saksi tidak menyadari adanya niat buruk dari gerak-gerik korban. Ia hanya menganggap pria itu sebagai pejalan kaki biasa yang mungkin sedang menunggu seseorang atau kebingungan mencari alamat. Namun, pada keesokan paginya, warga dikejutkan dengan penemuan tubuh pria tersebut dalam kondisi mengenaskan di rel kereta.
Belum ada keterangan resmi mengenai motif di balik peristiwa ini. Polisi masih mendalami apakah korban sengaja menabrakkan diri atau merupakan kecelakaan murni. Dugaan awal mengarah pada bunuh diri mengingat pola mondar-mandir yang tidak biasa dan fakta bahwa korban sudah berada di sana sejak kemarin. Meski demikian, Ipda Imam menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan dan masih mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) jika tersedia.
Korban Teridentifikasi dan Proses Evakuasi
Berkat kartu identitas yang ditemukan di saku korban, polisi dapat segera mengetahui identitas pria malang tersebut: SY (29), warga Bogor. Keluarga korban langsung dihubungi dan dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan. Jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna keperluan visum dan autopsi.
Perlintasan Jalan Sholeh Iskandar sendiri dikenal sebagai titik rawan kecelakaan kereta. Minimnya palang pintu otomatis dan tingginya volume kendaraan serta pejalan kaki yang melintas kerap memicu insiden. Media kami sebelumnya telah beberapa kali melaporkan kecelakaan di lokasi yang sama, meski dengan penyebab berbeda.
Imbauan Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Pasca kejadian, polisi bersama petugas PT KAI mengimbau warga untuk selalu waspada saat melintasi rel kereta. Disiplin mengikuti rambu-rambu lalu lintas dan tidak memaksakan diri menerobos saat kereta akan lewat menjadi kunci utama pencegahan. Selain itu, bagi siapa pun yang melihat seseorang berperilaku mencurigakan di sekitar rel agar segera melaporkan ke pihak berwenang.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat interaksi dengan transportasi kereta. Saat ini tim Inafis Polresta Bogor Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan kronologi pasti. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Comments (0)