Pramono Luruskan Kesalahpahaman Publik Soal Lokasi Jembatan 'Gembok Cinta' di Rasuna Said
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara mengenai polemik lokasi jembatan 'Gembok Cinta' yang belakangan ramai diperbincangkan warga ibu kota. Pramono memberikan klarifikas
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara mengenai polemik lokasi jembatan 'Gembok Cinta' yang belakangan ramai diperbincangkan warga ibu kota. Pramono memberikan klarifikasi penting bahwa lokasi pemasangan gembok cinta tersebut bukan berada di jembatan penyeberangan orang (JPO), melainkan di sebuah jembatan yang melintasi Sungai Cideng.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Pramono secara spesifik menunjuk jembatan yang berada tepat di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, sebagai titik sebenarnya dari fenomena gembok cinta yang viral itu.
"Jadi ada salah menangkap. Gembok Cinta itu bukan dibangun di JPO," kata Pramono di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat yang mengira bahwa jembatan tempat pasangan muda-mudi menggembok simbol cinta mereka adalah jembatan penyeberangan yang biasa digunakan pejalan kaki melintasi Jalan Rasuna Said yang padat. Faktanya, jembatan yang dimaksud adalah jembatan sungai yang memiliki fungsi berbeda.
Fenomena gembok cinta sendiri bukan hal baru di berbagai kota dunia. Tradisi memasang gembok di jembatan sebagai simbol cinta abadi telah populer di berbagai negara seperti Prancis, Italia, dan Jerman. Kini, tradisi serupa tampaknya menemukan lokasi baru di jantung kota Jakarta, tepatnya di atas aliran Sungai Cideng yang membelah kawasan elite Rasuna Said.
Lokasi yang dipilih warga ini tergolong strategis karena berada di depan Gedung Merah Putih KPK, sebuah landmark penting di kawasan Kuningan. Jembatan di atas Sungai Cideng ini relatif lebih rendah dan mudah diakses dibandingkan JPO yang menjulang tinggi di atas jalan protokol. Karakteristik jembatan sungai yang memiliki pagar pembatas dengan desain tertentu dinilai lebih cocok untuk memasang gembok dibandingkan struktur JPO.
Pramono tidak menjelaskan secara rinci apakah pemasangan gembok di jembatan tersebut mendapatkan izin dari pemerintah provinsi atau akan ada penertiban di kemudian hari. Namun, klarifikasi ini setidaknya memberikan gambaran yang lebih jelas bagi masyarakat dan awak media yang selama ini menuding JPO sebagai lokasi gembok cinta.
Kawasan Rasuna Said sendiri memang dikenal sebagai salah satu pusat bisnis dan perkantoran strategis di Jakarta Selatan. Keberadaan Sungai Cideng yang mengalir di antara gedung-gedung pencakar langit memberikan kontras unik tersendiri. Kini, dengan munculnya fenomena gembok cinta, jembatan kecil di atas sungai tersebut mendapat perhatian lebih dari publik.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Pramono juga sempat menyinggung rencana pembangunan 11 rusun baru yang akan diprioritaskan di kawasan Marunda dan Rorotan, Jakarta Utara. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam menyediakan hunian layak bagi warga ibu kota.
Comments (0)