Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Prabowo Incar Ekonomi 8%, Rosan Sebut Butuh Investasi Rp13 Ribu Triliun

Beritaseputar.com, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan total investasi sebesar Rp13.032,87 triliun sepanjang kurun 2025

Jul 08, 2026 - 00:52
0 0
Prabowo Incar Ekonomi 8%, Rosan Sebut Butuh Investasi Rp13 Ribu Triliun

Beritaseputar.com, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan total investasi sebesar Rp13.032,87 triliun sepanjang kurun 2025-2029 untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 8% yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto. Angka ini melesat 143% dibandingkan realisasi investasi satu dekade terakhir, menandakan besarnya lompatan yang mesti disiapkan pemerintah.

Lompatan Target yang Menantang

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026), Rosan memaparkan bahwa dana sebesar itu diperlukan guna memenuhi target ambisius tersebut. Ia menegaskan bahwa selama sepuluh tahun sebelumnya, akumulasi investasi yang masuk jauh di bawah angka itu, sehingga peningkatan 143% menjadi keharusan. “Presiden menargetkan pertumbuhan mencapai 8% dan ini adalah target yang diberikan, sehingga dana yang dibutuhkan pada tahun 2025-2029, target tersebut adalah Rp13.032,87 triliun. Ini peningkatan kurang lebih 143% dari realisasi selama 10 tahun terakhir,” bebernya.

“Ini peningkatan kurang lebih 143% dari realisasi selama 10 tahun terakhir.”

Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi periode 2015–2024 tercatat di kisaran Rp5.360 triliun. Dengan demikian, untuk mengejar target Rp13.032,87 triliun di periode 2025–2029, dibutuhkan rata-rata investasi tahunan melebihi Rp2.600 triliun. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari pencapaian tertinggi tahunan yang pernah diraih, yaitu sekitar Rp1.400 triliun. Rosan mengakui bahwa tugas ini tidak mudah, namun ia optimistis dengan sejumlah strategi yang telah disusun.

Strategi Akselerasi dan Sektor Unggulan

Rosan menjelaskan bahwa pihaknya akan menggenjot investasi di sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi sumber daya alam, pengembangan energi baru terbarukan, dan pembangunan infrastruktur strategis. Upaya untuk memudahkan perizinan, memperbaiki iklim usaha, dan memberikan insentif fiskal akan terus diperkuat agar investor dalam dan luar negeri semakin tertarik menanamkan modalnya. “Kami fokus pada proyek-proyek yang memberikan dampak berganda, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan nilai tambah produk dalam negeri,” imbuhnya.

Selain itu, Kementerian Investasi juga akan memperluas kemitraan dengan negara-negara sahabat dan lembaga pembiayaan multilateral guna menutup kesenjangan pendanaan. Rosan menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama, terlebih untuk memastikan setiap rupiah investasi tepat sasaran dan memberikan pertumbuhan yang inklusif.

Para anggota Komisi XII menyambut baik paparan tersebut, namun tetap menyuarakan pentingnya stabilitas regulasi. Seorang legislator mengingatkan bahwa target setinggi itu membutuhkan kebijakan yang konsisten dan eksekusi yang bebas dari hambatan birokrasi. “Angka besar akan sia-sia jika investor masih dihadang ketidakpastian aturan,” ucapnya.

Pemerintah sendiri telah mengintegrasikan target investasi ini ke dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional menuju Indonesia Emas 2045. Bila terlaksana, pertumbuhan 8% diyakini akan mendorong Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah serta mempercepat pemerataan ekonomi di seluruh pelosok negeri. Dengan sisa waktu yang terus berjalan, mata publik kini tertuju pada langkah konkret tim ekonomi untuk membumikan angka-angka besar itu menjadi proyek nyata yang membawa kesejahteraan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User