Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Prabowo dan PM Modi Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina

Halaman Istana Merdeka siang itu memang tak berdesah angin, namun ada hawa hangat yang mengalir di antara dua lelaki yang tengah bersalaman erat. Presiden

Jul 09, 2026 - 02:07
0 0
Halaman Istana Merdeka siang itu memang tak berdesah angin, namun ada hawa hangat yang mengalir di antara dua lelaki yang tengah bersalaman erat. Presiden Prabowo Subianto menyambut Perdana Menteri India Narendra Modi dengan senyum yang menyiratkan pertemuan ini bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Di dalam ruangan bercat putih, sebelum kata-kata resmi terucap, keduanya sudah bertukar pandang seolah menandaskan bahwa dunia—yang kian riuh oleh dentuman konflik—membutuhkan lebih banyak pendengar, dan lebih sedikit penghasut. Itulah awal dari pernyataan bersama yang kemudian menggema, tidak hanya bagi rakyat Indonesia dan India, melainkan bagi siapa pun yang merindukan Timur Tengah tanpa asap mesiu. Jakarta, 7 Juli 2026, menjadi saksi dua pemimpin negara dengan populasi raksasa ini menegaskan: jalan damai, meski berliku, harus terus ditempuh. Dan jalan itu bernama dialog.

Dialog di Atas Meja Perdamaian

Mata dunia mungkin sudah lelah menyaksikan puing-puing bangunan dan air mata bocah-bocah Palestina. Namun di Istana Merdeka siang itu, kelelahan itu seolah menemukan jeda. Presiden Prabowo, dengan suara tenang namun berwibawa, membuka lembar komitmen yang jarang terdengar begitu lugas dari dua pemimpin besar di kancah Global South.
“Kedua negara juga terus mendukung dialog dan diplomasi serta hukum internasional untuk penyelesaian konflik secara damai di kawasan Timur Tengah,” ujar Prabowo.
Tak berhenti di situ, ia menyebut frasa yang selama ini menjadi mantra para pejuang perdamaian: Two-State Solution—Solusi Dua Negara. Bagi sebagian orang, istilah itu mungkin sekadar jargon diplomatik. Namun bagi mereka yang hidup di bawah bayang-bayang pendudukan, dua kata itu adalah tiang harapan yang belum sepenuhnya berdiri. PM Modi, yang dikenal dengan pendekatan tegas namun selalu menyisipkan kehangatan personal, menyambut pernyataan itu tanpa jeda. Ia menegaskan bahwa India berdiri di belakang solusi damai jangka panjang bagi Palestina. Sebuah penegasan yang langsung disambut dengan anggukan mantap dari tuan rumah.
“Dan terkait isu Palestina, kami mendukung Two State Solution dan perdamaian jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Modi.
Pernyataan ini bukanlah sekadar lip service. Bagi banyak pengamat, ini adalah sinyal bahwa negara-negara di luar orbit kekuatan besar tradisional mulai berani menyuarakan arah perdamaian versi mereka sendiri—damai yang dibangun dari rasa sakit bersama bangsa-bangsa yang pernah terjajah.

Suara dari Global South: Bukan Sekadar Penonton

Yang menarik dari pertemuan ini adalah bagaimana Prabowo dan Modi dengan sadar menempatkan posisi Indonesia dan India sebagai bagian dari solusi global, bukan sekadar penonton. Keduanya saling melemparkan pandangan bahwa suara-suara dari Selatan dunia—yang selama ini kerap terpinggirkan oleh narasi Barat—harus mulai didengar.
“PM Modi dan saya terus mendukung berbagai upaya untuk memajukan perdamaian dan stabilitas dunia serta memastikan suara-suara dari Global South didengar,” tegas Prabowo.
Dan memang, di lorong-lorong diplomasi, banyak yang merasakan adanya pergeseran. Dr. Andien Kusumawati, peneliti hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (rekaan), menyebut momen ini sebagai “diplomasi rasa”—sebuah pendekatan yang lahir dari solidaritas historis negara-negara pascakolonial.
“Yang terjadi di Istana bukan hanya pembicaraan dua kepala negara, melainkan perjumpaan dua memori bangsa yang sama-sama mengenal pahitnya kolonialisme. Dari situlah lahir komitmen untuk benar-benar memperjuangkan kemerdekaan bagi mereka yang belum sepenuhnya merdeka,” ujar Andien, dengan nada yang penuh penghayatan.
Tak hanya Timur Tengah, kedua pemimpin juga menyentil kawasan Indo-Pasifik. Di tengah tarik-menarik kekuatan besar, Indonesia dan India memilih untuk tetap merajut kawasan yang bebas, terbuka, dan tetap menghormati hukum internasional. Sentralitas ASEAN, yang kadang diragukan ketangguhannya, justru dijadikan pijakan. Seolah berkata: “Kami masih percaya pada mekanisme kawasan, bukan sekadar peta kekuatan.”

Harapan dari Jakarta: Luka yang Tak Kunjung Kering Kini Punya Kawan Baru

Di luar Istana, berita tentang pertemuan ini disambut dengan haru oleh sejumlah elemen masyarakat sipil. Di sebuah warung kopi kecil di kawasan Menteng, beberapa aktivis kemanusiaan memantau telepon genggam mereka dengan mata berbinar. Salah satunya, Salma (bukan nama sebenarnya), relawan yang pernah bertugas di perbatasan Gaza, tak kuasa menahan haru.
“Saya langsung teringat anak-anak di sana. Mereka mungkin tak tahu apa itu Solusi Dua Negara, tapi mereka tahu arti suara bom dan alunan doa sebelum tidur yang penuh ketakutan. Kalau dua negara besar ini bicara damai, setidaknya ada yang mengingat mereka,” tuturnya lirih.
Pernyataan Modi yang menyebut hubungan Indonesia dan India sebagai “era emas” yang berakar pada sejarah dan budaya bersama juga menjadi pengingat bahwa kerja sama ini bukanlah proyek instan. Ia adalah pohon tua yang akarnya menghunjam di masa lalu, namun rantingnya kini menjulur ke masa depan yang lebih damai. Fakta kunci: Indonesia dan India secara resmi mendukung Solusi Dua Negara sebagai landasan bagi perdamaian berkelanjutan di Palestina, serta berkomitmen untuk mendorong stabilitas di kawasan Indo-Pasifik melalui dialog dan hukum internasional, dengan menempatkan sentralitas ASEAN sebagai poros. Di penghujung hari, sebelum mobil-mobil kenegaraan meninggalkan Istana, yang tertinggal bukan sekadar bunyi protokoler. Ada satu pesan yang lebih sunyi, namun lebih dalam: bahwa meski konflik terus berkecamuk, tetap ada pemimpin yang memilih meja perundingan ketimbang medan perang. Dan kali ini, suara itu datang dari Jakarta, dengan gema yang sampai ke New Delhi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User