Polisi Temukan Mayat Wanita Terikat di Lampung Utara
Lampung Utara — Warga Dusun Suka Maju, Kecamatan Abung Semuli, digegerkan oleh penemuan mayat seorang wanita dalam kondisi setengah telanjang dan membusuk
Lampung Utara — Warga Dusun Suka Maju, Kecamatan Abung Semuli, digegerkan oleh penemuan mayat seorang wanita dalam kondisi setengah telanjang dan membusuk di dalam rumahnya. Yang lebih mengerikan, tangan dan kaki korban terikat tali dengan posisi yang menunjukkan ia menjadi korban kekerasan sebelum menghembuskan napas terakhir. Polres Lampung Utara langsung turun tangan mengevakuasi jasad tersebut dan membuka penyelidikan intensif.
Berawal dari Rumah Gelap Dua Hari
Kejadian terungkap setelah tetangga sekitar curiga rumah korban tidak menyalakan lampu selama dua hari berturut-turut. Padahal, biasanya pemilik rumah—yang dikenal sebagai wanita mandiri—selalu menyalakan lampu teras setiap malam. Mursidi (45), ketua RT setempat, mengatakan bahwa warga awalnya menduga korban tengah bepergian. Namun ketika pagi hari bau menyengat mulai tercium dari dalam rumah, kecurigaan pun memuncak.
"Selama dua malam rumah gelap total, tidak ada tanda kehidupan. Kami pikir penghuninya pergi. Tapi pas bau busuk muncul, kami langsung lapor ke Bhabinkamtibmas," ujar Mursidi saat ditemui di lokasi, Rabu (12/3).
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mendobrak pintu depan yang terkunci dari dalam. Pemandangan di ruang tengah langsung membuat bulu kuduk berdiri: sesosok mayat perempuan tergeletak dalam posisi tengkurap, hanya mengenakan pakaian dalam, dengan tangan terikat ke belakang dan kaki terikat rapat menggunakan tali rafia hitam.
Evakuasi dan Olah TKP
Tim Inafis Polres Lampung Utara dan petugas medis langsung melakukan evakuasi dengan protokol ketat. Mengingat kondisi tubuh yang sudah membusuk, petugas harus sangat hati-hati saat mengangkat jasad. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 3-4 hari sebelum ditemukan, berdasarkan tingkat pembusukan dan suhu ruangan saat itu.
Kepala Polres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono melalui Kasat Reskrim Iptu Andi Setiawan menjelaskan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti di lokasi. "Kami mengamankan tali rafia yang digunakan untuk mengikat korban, beberapa helai rambut, dan bekas bercak darah di lantai. Tim forensik juga mengambil sampel sidik jari dari gagang pintu dan jendela," jelas Iptu Andi.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada bekas luka jeratan di leher korban, sehingga kami menduga kuat kematian disebabkan oleh strangulasi atau pencekikan," kata Iptu Andi. "Namun kami masih menunggu hasil autopsi resmi dari RSUD Ryacudu untuk memastikan penyebab pasti kematian."
Misteri di Balik Rumah Berpenghuni Tunggal
Berdasarkan keterangan warga, korban diketahui bernama Siti (35), seorang penjual sayur keliling yang tinggal sendirian di rumah tersebut. Ia jarang berinteraksi dengan tetangga dan tidak memiliki pasangan tetap. Namun beberapa saksi mengaku pernah melihat seorang pria tak dikenal sering berkunjung ke rumahnya pada malam hari.
"Dia pendiam, cuma saya pernah lihat ada laki-laki tinggi yang sering datang malam-malam. Jarang ngobrol, langsung masuk rumah," ujar Slamet, tetangga sebelah rumah korban, dengan raut wajah ketakutan.
Kondisi rumah yang terkunci dari dalam menambah kejanggalan kasus ini. Polisi menduga pelaku keluar melalui pintu belakang setelah menghabisi nyawa korban, atau justru masih sempat mengunci pintu depan untuk menghilangkan jejak. Tidak ada tanda-tanda pencurian karena barang berharga seperti televisi dan perhiasan emas sederhana milik korban masih utuh. Motif pembunuhan pun kian misterius.
Penyelidikan dan Perburuan Pelaku
Polres Lampung Utara telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku yang diduga kuat lebih dari satu orang. Hingga saat ini sudah lima saksi yang dimintai keterangan, termasuk ketua RT dan dua tetangga terdekat. Tim juga menelusuri rekaman CCTV dari beberapa titik jalan utama menuju dusun tersebut untuk mengidentifikasi kendaraan mencurigakan yang mungkin keluar-masuk dalam tiga hari terakhir.
"Kami sudah mengantongi ciri-ciri pria yang dicurigai sering berkunjung ke rumah korban. Saat ini tim kami sedang melakukan pengejaran. Kami imbau apabila ada warga yang mengenali ciri-ciri tersebut untuk segera melapor," tegas Iptu Andi.
Polisi belum mengungkap secara detail identitas pria misterius itu demi menjaga kelancaran penyelidikan. Namun diperoleh informasi bahwa pria tersebut diyakini berasal dari luar desa dan diduga memiliki hubungan pribadi dengan korban.
Reaksi Masyarakat dan Imbauan
Horor penemuan jasad wanita malang ini menyisakan trauma mendalam bagi warga Dusun Suka Maju. Sejak insiden terungkap, aktivitas warga pada malam hari berkurang drastis. Ronda malam yang sebelumnya jarang digelar kini kembali dihidupkan, dengan jadwal lebih ketat dari pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.
"Anak-anak pada nggak berani keluar malam. Suasananya mencekam," ujar Ratna, ibu rumah tangga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. "Semoga polisi cepat tangkap pelakunya."
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada. Jika menemukan orang atau aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta segera menghubungi call center 110 atau melapor ke Bhabinkamtibmas setempat. Polres Lampung Utara juga menjamin akan meningkatkan patroli malam untuk memulihkan rasa aman warga.
Kasus ini menjadi perhatian serius Polda Lampung, mengingat kebrutalan yang dialami korban. Panglima TNI dan Kapolri pun diharapkan memberi tekanan agar kasus ini segera terungkap. Sementara itu, jasad Siti telah dibawa ke rumah sakit untuk otopsi lebih lanjut, dan keluarganya dari luar kota telah dihubungi untuk proses identifikasi dan pemakaman.
[SOCIAL_TWEET]: Mayat wanita setengah telanjang ditemukan terikat tali dan membusuk di Lampung Utara. Warga geger setelah rumah gelap 2 hari. Polisi buru pria misterius yang sering kunjungi korban malam hari. #LampungUtara #Kriminal #Pembunuhan[SOCIAL_TG]: 🚨 Horor di Lampung Utara! Mayat wanita terikat tali ditemukan membusuk. Rumah gelap dua hari, bau busuk tercium, warga lapor polisi. Pelaku diduga pria misterius yang kerap kunjungi korban malam-malam. Polisi buru cepat!
Comments (0)