Kecelakaan Maut Indramayu Tewaskan 12 Orang, Polda Jabar Turunkan TAA

INDRAMAYU — Kecelakaan maut terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Direktorat Lalu Lintas (Dirlan

Jul 13, 2026 - 18:21
0 0
Kecelakaan Maut Indramayu Tewaskan 12 Orang, Polda Jabar Turunkan TAA

INDRAMAYU — Kecelakaan maut terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar langsung menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk menyelidiki penyebab pasti insiden tragis tersebut.

Kronologi Kecelakaan

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (18/5/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, berikut urutan kejadiannya:

  1. Keberangkatan: Sebuah bus pariwisata bernomor polisi E 7777 LA melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dengan membawa sekitar 48 penumpang, mayoritas rombongan pekerja pabrik.
  2. Kecelakaan di Turunan: Saat melintas di Jalan Raya Pantura, tepatnya di tikungan tajam Desa Karanganyar, bus diduga mengalami gagal pengereman. Sopir kehilangan kendali dan bus oleng ke kiri lalu membentur pohon besar serta terguling.
  3. Kondisi Setelah Terguling: Bus ringsek parah di bagian depan dan atap terlepas. Sejumlah penumpang terpental keluar kendaraan. Warga sekitar yang mendengar suara keras segera berlari ke lokasi untuk memberikan pertolongan awal.
  4. Evakuasi: Tim SAR gabungan, polisi, dan ambulans tiba sekitar pukul 04.00 WIB. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena beberapa penumpang terjepit badan bus. Alat berat didatangkan untuk mengangkat rangka kendaraan.
  5. Korban: Sebanyak 12 orang dinyatakan meninggal di lokasi, sementara 28 lainnya mengalami luka berat dan ringan. Seluruh korban luka dilarikan ke RSUD Indramayu dan beberapa rumah sakit swasta terdekat.

Respons Cepat Polisi

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Andi Hartono, dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya menurunkan tim TAA khusus untuk mengidentifikasi faktor penyebab.

“Kami mengerahkan tim Traffic Accident Analysis guna melakukan olah TKP secara menyeluruh. Ini bukan sekadar kecelakaan biasa — kami perlu memastikan apakah faktor manusia, kendaraan, atau infrastruktur jalan yang menjadi pemicu,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Lebih lanjut, Kombes Andi menjelaskan bahwa tim TAA terdiri dari ahli rekonstruksi, forensik kendaraan, dan analis jalan raya. Mereka akan memeriksa kondisi rem, kecepatan kendaraan berdasarkan data tachograph, serta kemiringan jalan dan penerangan di sekitar lokasi.

Fokus Penyelidikan

Beberapa poin kunci yang sedang didalami oleh tim investigasi:

  • Keandalan Sistem Rem: Diduga rem bus mengalami kegagalan fungsi (brake fade) akibat beban berlebih dan turunan panjang.
  • Faktor Manusia: Polisi akan memeriksa kondisi pengemudi, termasuk kemungkinan kelelahan atau pelanggaran jam kerja karena perjalanan malam.
  • Kondisi Jalan: Jalan menikung dengan rambu-rambu yang minim penerangan menjadi perhatian tim TAA sebagai faktor kontribusi.
  • Kelayakan Kendaraan: Usia bus dan riwayat pemeriksaan KIR menjadi fokus untuk menelusuri aspek teknis.

Korban dan Dampak

Dari total 48 penumpang, 12 di antaranya meninggal dunia di tempat. Korban tewas terdiri dari 7 pria dan 5 wanita, hampir semuanya warga Kabupaten Karawang. Sebanyak 28 penumpang lainnya mengalami luka-luka, dengan 15 orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif akibat patah tulang dan cedera kepala.

Kepala RSUD Indramayu, dr. Siti Aminah, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh dokter dan perawat untuk menangani gelombang pasien.

“Kami sempat kewalahan karena jumlah korban yang begitu banyak dalam waktu bersamaan. RS terdekat lainnya ikut membantu,” katanya.

Hingga Minggu sore, pihak rumah sakit masih mengupayakan identifikasi jenazah melalui sidik jari dan DNA untuk beberapa korban yang wajahnya tidak utuh. Tim DVI Polda Jabar juga diterjunkan untuk mempercepat proses identifikasi.

Pernyataan Pihak Terkait

Bupati Indramayu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan transportasi wisata di wilayahnya. Sementara itu, Kementerian Perhubungan berencana memanggil perusahaan pemilik bus untuk melakukan audit keselamatan.

Kecelakaan ini menjadi pengingat kelam akan pentingnya standar keselamatan di angkutan pariwisata. Dengan jumlah korban yang tinggi, Polda Jabar menegaskan bahwa pekerjaan tim TAA akan segera diumumkan hasilnya dalam waktu seminggu ke depan untuk kepentingan transparansi dan pencegahan kejadian serupa.

[SOCIAL_TWEET]: Kecelakaan maut bus pariwisata di Indramayu tadi malam tewaskan 12 jiwa. @PoldaJabar langsung terjunkan tim TAA untuk selidiki penyebab. Dugaan sementara rem gagal fungsi. #KecelakaanIndramayu #KeselamatanTransportasi[SOCIAL_TG]: 🚨 Tragedi Bus Indramayu: 12 orang tewas, puluhan luka. Tim TAA Polda Jabar kini selidiki penyebab. Diduga rem blong di turunan tajam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User