Rombongan Pengantin Indramayu Alami Kecelakaan Maut di Jalur Pantura

INDRAMAYU — Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis yang melibatkan rombongan pengantin mengguncang Kabupaten Indramayu pada Minggu sore (12/1). Insiden nahas

Jul 13, 2026 - 18:24
0 0
Rombongan Pengantin Indramayu Alami Kecelakaan Maut di Jalur Pantura

INDRAMAYU — Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis yang melibatkan rombongan pengantin mengguncang Kabupaten Indramayu pada Minggu sore (12/1). Insiden nahas tersebut terjadi di ruas Jalan Raya Pantura, tepatnya di wilayah Kecamatan Lohbener, dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta luka-luka di antara para anggota rombongan yang tengah bersuka cita merayakan hari bahagia.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kepolisian Resor Indramayu dan para saksi mata di lokasi, rangkaian peristiwa memilukan ini berlangsung dalam hitungan detik:

  1. Sekitar pukul 15.30 WIB, sebuah iring-iringan kendaraan rombongan pengantin yang terdiri dari satu mobil pengantin, dua minibus, dan beberapa sepeda motor melaju dari arah barat menuju timur di Jalur Pantura Lohbener.
  2. Rombongan baru saja usai melangsungkan akad nikah di kediaman mempelai perempuan di Kecamatan Jatibarang dan tengah dalam perjalanan menuju resepsi di rumah mempelai pria di wilayah Kecamatan Kandanghaur.
  3. Sesampainya di titik tikungan tajam dekat pertigaan Desa Pamayahan, sebuah truk tronton bermuatan pasir yang melaju dari arah berlawanan diduga kehilangan kendali.
  4. Truk tronton tersebut oleng dan menghantam bagian depan minibus pertama yang mengangkut sebagian besar keluarga inti pengantin.
  5. Benturan keras menyebabkan minibus terguling dan terseret sejauh 15 meter, sementara truk tronton yang sarat muatan ikut terguling dan menutupi badan jalan.
  6. Kendaraan lain dalam rombongan berusaha menghindar, namun satu sepeda motor yang dikendarai kerabat pengantin turut terserempet dan jatuh ke bahu jalan.

Kondisi Korban dan Evakuasi

Kapolres Indramayu, AKBP Budi Santoso, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel Unit Laka Lantas begitu menerima laporan dari warga. "Kami menerjunkan dua unit ambulans dan tim medis dari Puskesmas Lohbener serta RSUD Indramayu untuk proses evakuasi," ujarnya dalam konferensi pers singkat di Mapolres.

Data sementara yang dirilis kepolisian menunjukkan:

  • 3 orang meninggal dunia di tempat kejadian, terdiri dari sopir minibus, orang tua mempelai perempuan, dan seorang kerabat lansia.
  • 7 orang mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD Indramayu untuk penanganan intensif, termasuk pengantin perempuan yang mengalami patah tulang kaki.
  • 5 orang menderita luka ringan dan mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.
  • Pengantin pria yang berada di mobil berbeda hanya mengalami syok dan luka lecet ringan.
"Suasana langsung berubah dari riang menjadi histeris. Saya melihat pengantin perempuan terjebak di dalam minibus yang ringsek. Warga berusaha membantu sebelum petugas datang," tutur Sunarto (52), seorang pedagang warung yang menyaksikan langsung kejadian dari tepi jalan.

Penyebab dan Investigasi

Olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Unit Laka Lantas Polres Indramayu mengungkap sejumlah faktor yang diduga menjadi pemicu kecelakaan. Rem blong menjadi dugaan utama penyebab truk tronton kehilangan kendali, mengingat kondisi jalan di titik tersebut sedikit menurun dan menikung. Selain itu, muatan pasir yang melebihi kapasitas juga memperparah kondisi kendaraan berat tersebut.

"Kami masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sopir truk yang selamat dan kini dalam pengawasan. Tes urine juga dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pengaruh zat terlarang," jelas Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Dedi Hermawan. Pihak kepolisian juga tengah memeriksa rekaman CCTV dari bangunan terdekat guna merekonstruksi detik-detik insiden.

Dampak dan Reaksi Keluarga

Kabar duka ini sontak menyebar cepat di kalangan warga Indramayu dan memicu gelombang simpati luas. Pihak keluarga besar kedua mempelai yang tengah menanti kedatangan rombongan di lokasi resepsi di Kandanghaur langsung gempar. Hajatan yang semestinya menjadi puncak kebahagiaan berubah menjadi isak tangis.

Kepala Desa setempat, H. Abdul Karim, menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengimbau warga untuk lebih berhati-hati di jalur Pantura yang dikenal rawan kecelakaan. "Ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua. Jalur Pantura memang padat dan sering dilintasi kendaraan besar. Keluarga korban kami dampingi sepenuhnya," ucapnya.

Penanganan Lalu Lintas

Akibat insiden ini, arus lalu lintas di Jalur Pantura Lohbener sempat mengalami kemacetan parah hingga 4 kilometer di kedua arah selama proses evakuasi kendaraan dan pembersihan material pasir yang tumpah ke badan jalan. Petugas kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup dan mengalihkan kendaraan kecil ke jalur alternatif melalui jalan desa. Proses evakuasi truk tronton membutuhkan dua unit derek besar dan baru rampung menjelang tengah malam.

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perhubungan menyatakan akan meninjau kembali aspek keselamatan di titik rawan kecelakaan tersebut, termasuk wacana pemasangan rambu tambahan dan [SOCIAL_TWEET]: Duka menyelimuti Indramayu. Rombongan pengantin yang tengah berbahagia tertimpa kecelakaan maut di Jalur Pantura Lohbener akibat truk tronton diduga rem blong. 3 meninggal, 7 luka berat. Doa untuk para korban. #KecelakaanIndramayu #JalurPantura #BreakingNews[SOCIAL_TG]: 🚨 Tragis! Kecelakaan maut timpa rombongan pengantin di Jalur Pantura Indramayu. Truk tronton oleng hantam minibus keluarga. 3 meninggal dunia, 7 luka berat. Ikuti berita selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User