PHR Gali Lapangan Minyak Non-Konvensional, Potensi Cadangan Tembus 600 Juta Barel

Beritaseputar.com, Jakarta — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengumumkan langkah strategis dalam menggali potensi minyak non-konvensional (MNK) di wila

Jul 12, 2026 - 18:00
0 0

Beritaseputar.com, Jakarta — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengumumkan langkah strategis dalam menggali potensi minyak non-konvensional (MNK) di wilayah kerja Blok Rokan, Riau. Berdasarkan hasil studi dan uji eksplorasi terbaru, perusahaan memperkirakan cadangan minyak non-konvensional di area tersebut mencapai 600 juta barel, sebuah angka yang berpotensi mengubah peta ketahanan energi nasional.

Kronologi Eksplorasi Minyak Non-Konvensional PHR

PHR memulai inisiatif ini sebagai respons terhadap penurunan produksi minyak konvensional di Blok Rokan. Berikut tahapan penting yang telah dilalui:

  1. 2024 – Studi Geologi dan Seismik Awal: PHR mengidentifikasi formasi batuan sumber (source rock) di Cekungan Sumatra Tengah yang memiliki potensi shale oil dan tight oil.
  2. 2025 – Pengeboran Sumur Eksplorasi: Perusahaan mengebor sumur percontohan “Rokan-MNK-01” hingga kedalaman 2.500 meter menggunakan teknologi horizontal drilling dan hydraulic fracturing.
  3. 2026 – Uji Alir dan Analisis Inti Batuan: Hasil uji alir menunjukkan laju produksi awal mencapai 800 barel minyak per hari (bopd) dengan potensi peningkatan setelah optimasi rekahan.

Hasil Uji Alir dan Estimasi Cadangan

Direktur Utama PHR, dalam jumpa pers virtual yang diunggah melalui video resmi, mengungkapkan bahwa hasil analisis petrofisika dan geokimia mengonfirmasi sumber daya minyak non-konvensional yang signifikan. “Berdasarkan data sementara, total cadangan yang bisa dipulihkan diperkirakan mencapai 600 juta barel. Ini menjadi salah satu temuan MNK terbesar di Indonesia,” ujarnya.

"Kami optimistis potensi ini bisa menjadi tonggak baru bagi ketahanan energi nasional. Saat ini kami tengah menyelesaikan evaluasi keekonomian untuk segera masuk ke tahap pengembangan lapangan."

Sebagai perbandingan, potensi ini setara dengan sekitar sepertiga cadangan minyak terbukti nasional yang saat ini berada di kisaran 2,2 miliar barel. Jika terealisasi, Blok Rokan berpeluang menambah produksi hingga 50.000–80.000 bopd dalam lima tahun ke depan.

Teknologi dan Rencana Pengembangan Komersial

PHR tidak sendiri. Perusahaan menggandeng mitra teknologi global untuk menerapkan teknik multi-stage fracturing dan pengeboran multilateral yang telah sukses di Amerika Serikat dan Argentina. Rencana pengembangan meliputi:

  • Pengeboran 12 sumur pengembangan pada tahap awal (2027–2028).
  • Investasi awal sebesar USD 1,2 miliar untuk infrastruktur produksi dan fasilitas pemurnian.
  • Konstruksi pipa penyalur gas dan minyak terintegrasi dengan fasilitas eksisting di Duri dan Minas.
  • Target produksi komersial pada kuartal ketiga 2029.

“Kami tidak hanya mengejar volume, tetapi juga efisiensi dan kelestarian lingkungan. Seluruh proses akan mematuhi standar ESG (Environment, Social, and Governance) terbaru,” tambah Direktur Operasi PHR.

Dampak Terhadap Ketahanan Energi dan Ekonomi Lokal

Keberhasilan eksploitasi minyak non-konvensional di Blok Rokan diprediksi memberi efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Dengan asumsi produksi 50.000 bopd, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau bisa mencapai Rp 3 triliun per tahun. Selain itu, operasi ini akan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja lokal pada fase konstruksi dan produksi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut baik langkah PHR. “Pengembangan MNK adalah prioritas nasional untuk memperlambat laju penurunan produksi minyak. Kami akan mendukung penuh melalui insentif fiskal dan percepatan perizinan,” kata pejabat Ditjen Migas.

Tantangan dan Mitigasi Risiko

Meski menjanjikan, pengembangan minyak non-konvensional bukan tanpa tantangan. Isu lingkungan terkait penggunaan air dalam jumlah besar dan potensi gempa mikro akibat fracking menjadi perhatian serius. PHR telah menyiapkan studi Amdal terpadu dan sistem daur ulang air untuk meminimalkan dampak lingkungan. Selain itu, volatilitas harga minyak global menjadi faktor risiko eksternal yang terus dipantau.

Dengan fondasi data yang kuat dan dukungan teknologi, PHR tampak percaya diri mengulang sukses Blok Rokan di era baru ini. Jika rencana berjalan mulus, Indonesia berpeluang menambah produksi minyak signifikan di tengah tren transisi energi global.

[SOCIAL_TWEET]: PHR umumkan potensi 600 juta barel minyak non-konvensional di Blok Rokan! Uji alir awal tembus 800 bopd, produksi komersial ditargetkan 2029. Akankah ini jadi game changer ketahanan energi Indonesia? #EnergiRI #PHR #MinyakNonKonvensional [SOCIAL_TG]: 🛢️ Breaking! PHR mengonfirmasi cadangan minyak non-konvensional di Blok Rokan mencapai 600 juta barel. Produksi komersial dijadwalkan mulai 2029. Simak detailnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User