Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

PGRI Apresiasi Perhatian Prabowo, Harap Ada Peningkatan Gaji Guru

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa gaji para guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih jauh dari kata layak. Ia menyoroti kebocoran anggaran negara akibat ulah pihak

Jul 07, 2026 - 23:52
0 0
PGRI Apresiasi Perhatian Prabowo, Harap Ada Peningkatan Gaji Guru

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa gaji para guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih jauh dari kata layak. Ia menyoroti kebocoran anggaran negara akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai penyebab utama rendahnya kesejahteraan para pendidik.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi menyampaikan apresiasi atas kejujuran Presiden. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengakuan saja tidak cukup. Perlu ada langkah nyata berupa peningkatan gaji guru yang bersumber dari perbaikan tata kelola pendidikan dan efisiensi anggaran.

"Terima kasih kalau Presiden mengakui bahwa penghasilan guru itu kurang, memang kenyataannya sangat kurang. Jadi terima kasih atas keterusterangannya, dan kami berharap tata kelola pendidikan, efisiensi, dan lain sebagainya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru," ujar Unifah dalam keterangan yang diterima Beritaseputar.com, Kamis (25/6/2026).

Pernyataan Presiden Prabowo itu sendiri disampaikan dalam sebuah forum terbatas yang membahas persoalan birokrasi dan kebocoran fiskal. Menurut laporan Beritaseputar.com, Presiden mengungkapkan bahwa uang negara yang seharusnya bisa dialokasikan untuk menaikkan gaji guru justru terus-menerus dicuri melalui berbagai praktik korupsi dan penyelewengan.

Harapan Perbaikan Sejahtera Guru

Unifah menambahkan, pihaknya berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada pengakuan, tetapi segera merealisasikan kebijakan yang berpihak pada guru. Ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan pendidik merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kalau kesejahteraannya tidak diperbaiki, bagaimana mereka bisa fokus mengajar dan mendidik anak-anak bangsa dengan baik?" tambah Unifah.

Selain gaji, PGRI juga menyoroti perlindungan hukum dan kepastian status bagi para guru honorer yang selama ini masih menghadapi ketidakpastian. Efisiensi yang dijanjikan Presiden Prabowo, kata Unifah, seharusnya bisa menjadi lokomotif untuk mempercepat penyelesaian masalah-masalah klasik di dunia pendidikan.

Pengakuan Presiden ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa isu kesejahteraan guru kini mendapat perhatian di tingkat tertinggi. Namun, publik, khususnya jutaan guru di seluruh Indonesia, masih menanti bukti nyata dari rencana efisiensi dan pemberantasan kebocoran anggaran yang diutarakan kepala negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User